
Lina berjalan keluar ruangan, John dengan cepat memegangnya.
“kenapa aku dibilang hamil?” mukanya jadi dingin.
“Aku ceroboh, pas kita masuk tadi, gak sengaja di foto oleh paparazzi, terus ditulis yang enggak, aku sudah suruh kantor untuk urusin, kamu jangan peduli mereka.”
“Jadi, paparazzi itu kamu yang suruh?”
Lina melihat John dengan mata dingin.
John terkejut, apa yang ditanyakan oleh Lina?
Tapi juga gak bisa salahkan Lina, John yang membawa dia ke rumah sakit ini, dan juga rumah sakit yang terpencil begini bisa di foto oleh paparazzi, apa gak terlalu kebetulan?
Tapi Lina mikir, apa karena John ingin membuktikan apa, jadi sengaja membuat kehebohan ini.
Buat orang lihat? Tapi bagaimanapun, kalau ini beneran suruhan John, tentunya Lina pasti gak akan senang.
Dia seperti dipermainkan, barang yang dibeli sama perhatiannya itu hanya untuk mempermainkannya?
“Lina, jadi begitu pandangan kamu ke aku? Aku di matamu adalah orang seperti itu?”
Gak bisa dipungkiri, John juga sedikit kecewa.
Dia tidak mengerti, dia begitu peduli menjaganya.
__ADS_1
Detik sebelumnya masih senyum, baru sebentar langsung berubah, apakah semua emosi wanita begitu rumit?
“kamu orang seperti apa aku tidak jelas, aku juga tidak mengerti kamu, curiga juga wajar.” Lina berkata dengan tegas.
John tertawa, “Okelah, kamu punya alasanmu sendiri, tapi, paparazzi itu bukan suruhan aku, dan juga urusa ini gak ada hubungan denganku.”
Lina diam, dan berjalan ke depan tanpa dipegang John,
Karena hal ini, mereka berdua sempat bertengkar.
Setelah kembali ke rumah, Lina juga tidak berbicara, langsung pura-pura tidur.
Langsung ke kamarnya dan menutup pintunya.
Rika sedang di dapur dengan Ella menyiap sup untuk Lina.
Lalu dia berkata pelan, “aku lihat non sepertinya marah dengan John, mereka pas pulang ekspresinya aneh-aneh.”
“mungkin juga, tapi yah namanya suami istri pasti akan bertengkar, kita gak usah ikut campur.” Ella menghela nafas, tuan dia ini beneran membuat dia khawatir tiap hari.
Melihat berita tentang Lina hamil, ada yang senang ada yang kesal,
Keluarga Jiang dan Hua tentunya senang, punya anak, hubunga kerja sama mereka semakin banyak, profit juga semakin banyak
Tentunya yang paling kesalahan Eric, ketika dia melihat berita itu, muka dia langsung berubah ekspresi.
__ADS_1
Setelah beberap detik, dia langsung melempar hp ratusan jutanya itu, dan juga menghancurkan jendela kacanya.
Semua orang kantor kaget, gak tahu bossnya kenapa?
Eric gak suka balik ke keluarga Xie, jadinya dia menyewa kantor sendiri di luar, membuat sebuah perusahaan modal usaha.
Dengan otak dia, beberapa tahun ini berprofit gede, di kantor karyawannya tidak banyak, sekitar 30an orang, tapi setiap orang sangat jago, gaji mereka lebih tinggi dari orang yang sama levelnya.
Eric jarang marah di kantor, soalnya dia juga berwatak ekstrovert.
Tapi sekarang seluruh kantor sudah mau dihancurkannya, semua orang tentunya bernafas saja takut.
Eric merasa sangat kesal.
Ketika terpikir Lina sudah ditiduri John, dan juga hamil, dia semakin kesal.
Tentunya karena mereka suami istri, jadi mau ngapain juga gak ada yang bisa tahan.
Tapi ketika berita hamil ini keluar, Eric langsung marah besar.
Jadinya, malam jam 11, Eric menggunakan 1 akun hitam untuk mengirimkan chat ke Lina.
Tulisannya gak banyak, tapi sangat sombong,
Dia menulis – Lina, gugurkan anaknya, tinggalkan John.
__ADS_1