
Hello! Im an artic!
Lili: Sony sudah gila?
Sony: tidur atau tidak?
Hello! Im an artic!
Lili: tidur buyutmu.
Sony: buyutku tahun ini sudah 86, kamu ingin tiduri, dia juga tidak akan ada kekuatan itu lagi, tidak bisa memuaskanmu.
Lili: ha? kamu ini brengsek berpenampilan pendiam tapi dalamnya penuh gairah, kamu mempermainkanku?
Sony: tidak, aku sedang mengundangmu dengan serius, tidur denganmu, tapi jika kamu tidak bisa menerimanya, aku ganti cara bicaranya juga boleh.
Hello! Im an artic!
Lili: misalnya?
Sony: aku ingin bangun pagi denganmu.
Lili: pergi, pergi mati saja.
Lili kesal sampai melempar ponselnya ke atas meja, apakah ini sedang dipermainkan oleh brengsek?
__ADS_1
“Lili, kenapa?” manajernya kakak Liu juga terkejut.
Lili marah sampai satu tangan memegang kening, “Tidak masalah, bertemu orang brengsek, kesal sakit kepala.
Sony tiba-tiba mengusulkan permintaan yang tidak masul akal, membuat Lili kesal sampai tidak ada minat dengan pesta perayaan lagi, setelah minum beberapa gelas sampanye lansung pulang ke mansion.
Kemudian terbaring di atas ranjang bolak-balik tidak bisa tidur, beberapa hari ini dia memang mempunyai satu hal yang aneh.
Yaitu, dalam benak bahkan setiap saat bisa teringat dengan brengsek yang bermarga Wang itu.
Terutama hari itu, saat berada di Villanya, langsung jatuh ditekan ke….kemudian…..
Sudah sudah, tidak dipikirkan lagi, Lili hanya merasa gelisah, menarik selimut, menutup diri sendiri, mencoba untuk tertidur agar saat bangun sudah tidak merasakannya lagi.
Sudah malam jam 12
Kediaman keluarga Xie, beberapa orang duduk bersama, raut wajah sangat suram.
Nyonya Xie menyeka air mata, Fenny menggandeng tangan ibu mertuanya sambil menghiburnya.
Katie sudah tertidur, anak masih kecil, tidak tahu apa yang sudah terjadi.
“Pa, kalau tidak aku pergi ke Nepal saja.” Eric berbicara.
“Kamu pergi juga tidak ada gunanya, Nepal begitu luas, bukankah itu sama saja mencari jarum dalam lautan?” Raut wajah Steve tidak berdaya, tapi hanya dalam waktu semalam.
__ADS_1
Sejak Eric menyadari adiknya hilang, terus menyelidikinya bersama Ferdie Xie.
Akhirnya hanya nenyelidiki dia masuk ke Nepal, setelah itu tidak ada kabar lagi.
Nepal adalah negara yang miskin dan terbelakang, dan tidak ada kamera di seluruh jalanan, dan gps petunjuk jalan.
Dan Bethany sama sekali tidak membawa ponsel, lebih tidak tahu mulai dari mana penyelidikannya.
Banyak adat istiadat di Nepal, sama sekali tidak perlu mendaftarkan paspor, jadi sudah memeriksa semua hotel besar kecil yang legal di Nepal, juga sana sekali tidak ada hasil.
“Pa, kalau tidak kita cari pemerintahan setempat untuk membantu, bawa foto Bethany dan mulai membuat pencarian orang?” Ferdy menyarankan.
Eric bergegas menggelengkan kepala, “Tidak bisa, kakak, sekarang masih tidak jelas apakah Bethany hilang atas kemauan sendiri, atau hilang karena orang lain, jika dia diculik, melihat berita pencarian orang mungkin akan lebih berbahaya, kalau tidak diculik, jika ada orang yang berpikiran tidak bagus melihat foto Bethany, juga akan mencarinya kemudian menculiknya demi mendapatkan banyak uang, cara yang dengan profit tinggi tentu saja tidak bisa.”
Fenny juga setuju dengan saran Eric, “Yang dikatakan Eric masuk akal, sekarang kita tidak boleh bertindak sembarangan, tempat itu juga sangat kacau, seluruh dunia banyak orang dengan kepercayaan tertentu pergi sembayang ke sana, sepertinya adalah tempat para kultus berkumpul, sekarang aku hanya belum mengerti, buat apa Bethany pergi ke Nepal, apakah cuma hanya untuk liburan saja? Jika hanya liburan tidak mungkin tidak menghubungi kita.”
Nyonya Xie samb menangis sambil mengatakan, “Benar, dia sampai sebesar ini, paling lama tidak menghubungi kita, juga paling seminggu, ini sudah setengah bulan lebih, anak ini sebenarnya telah pergi kemana, jika terjadi apa-apa dengannya, aku juga tidak ingin hidup lagi, biarkan aku ikut putri kesayanganku mati bersama saja.”
Nyonya Xie menangis begini, membuat suasana hati semua orang juga jadi berat.
Pasangan suami istri Steve paling memanjakan putri bungsunya, terutama Steve, terhadap putri kesayangannya pasti akan mengabulkan semua keinginannya, dari kecil sampai besar belum pernah memarahinya.
Sekarang putrinya menghilang begitu saja, ini bukan hal yang bagus.
“Aku tahu seseorang, mungkin….dia punya cara.” Eric menggigit bibir, berkata dengan suara pelan.
__ADS_1