
Hello! Im an artic!
“Mengancamku? Aku tidak takut dengan ancaman, lebih baik kamu diam dan jngan banyak gerak, atau aku akan melakukan sesuatu padamu.” Lili kaget dengan perkataan Sony.
Pria yang biasanya terlihat buruk ini ternyata juga sangat liar dan angkuh. Sangat menakutkan, namun dirinya juga tidak bisa berbuat apapun. Seperti sesuatu yang hilang, tidak akan pernah bisa kembali. Poinnya adalah keluarga Hua tidak sekuat keluarga Wang, bahkan polisipun tidak bisa ikut campur, ini adalah masalah kekeluargaan. Jika tidak bisa melakukannya dengan baik, mungkin nanti akan menikah……
Hello! Im an artic!
Ketika itu dia terlalu jauh memikirkannya, namun Lili juga tidak bisa bergerak sedikitpun. Jadi walaupun dia mencari orang untuk menyelesaikan masalah ini, sama saja nantinya akan masuk dalam mulut harimau.
Walaupun dia puas sudah menamparnya, namun dia sudah dimanfaatkan oleh keluarga Wang, tidak tahu siapa sebenarnya yang telah dirugikan?
Sore hari Lina berbicara dengan dokter yang dicarikan oleh John, dan hasilnya adalah persis dengan penyataan dokter lainnya.
__ADS_1
Tidak ada yang bisa menentukan apa sebenarnya titik permasalahan itu, kalau bukan peradangan, tes tusuk harus dilakukan, namun sangat berbahaya. Akhirnya setelah Lina dan John berdiskusi, mereka memutuskan pulang dan memberi tahu keluarga.
Hello! Im an artic!
Setelah orang tua Lika tahu, mereka sangat kaget dan sedih, kemudian memanggil semua keluarganya untuk membicarakan masalah ini.
Linda, Lisa, Lili dan Lina, keempat saudara perempauan kakak beradik semuanya berkumpul. Karena suami Linda dan Lisa tidak berhak untuk ikut mengambil keputusan, mereka memutuskan untuk tidak hadir dalam pertemuan keluarga ini, merak tidak mempunyai hak untuk berbicara dan tidak dihargai dalam keluarga Hua. Sebaliknya, John selalu ada disamping Lina, dan juga karena dia adalah keluarga Jiang, Keluarga Hua sangat menghormatinya..
Linda dan Lisa saling memandang, namun tidak berkata apapun. Lili selalu cepat dalam merespon, dia juga sangat tegas, bilang apa ya berarti apa.
Dia menarik nafas dalam-dalam dan memandang sekeliling: “Ini memang cukup mendadak, namun aku tidak yakin itu kanker atau tidak, kita tidak boleh pesimis, kita cek saja dulu, menurutku lebih baik lakukan terapi tusukan, walaupun ada resikonya, tapi setidaknya kita bisa tahu penyakit apa yang sebenarnya, tidak meninbulkan prasangka yang tidak-tidak. ”
“Benar apa yang dikatakan kakak ketiga, aku setuju dengannya. ” Linda tersenyum.
__ADS_1
“John, bagaimana menurutmu?” Peter memandang menantunya.
“Aku sependapat dengan Lili, segera melakukan terapi tusukan, lihat apakah benar titik hitam itu kanker, jika tidak badannya akan terus meriang.” John dan Lina sudah berdiskusi dengan dokter rumah sakit ibu kota dan sarannya juga sama, bahkan keluargapun sependapat.
“Bagimana kalau setelah ditusuk, kankernya semakin menyebar, bukankah dengan begitu kakak keempat akan lebih cepat wafatnya? ” kata-kata ini dilontarkan oleh kakak kedua, Lisa.
Ibu Hua mengusap air matanya: “Benar, ini yang aku khawatirkan, bagaimana jika hal itu terjadi?”
“Kalau menurut aku, jangan lakukan itu, jangan katakaan padanya jika hanya bisa hidup dari hari ke hari, bagaimana? Namun…… aku ada satu pertanyaan, jika kakak keempat sudah tiada, bagaimana dengan hartanya?” Lisa selalu terdepan masalah ini, jadi saudaranya merasa tak heran jika di saat seperti ini, ia masih saja membiecarakan warisan..
Hanya Lina yang tidak begitu cocok dengannya, dia tidak bisa menerima apa yang Lisa katakan, bahkan saat kita belum tau sebenarnya sakit apa? Malah Lisa sudah memikirkan bagaimana pembagian warisan? Apa dia benar saudara kandungku? Lina dengan amarah melototi kakak kedua: “Dia belum mati, kamu sudah mikirin harta? Sebegitu takut miskinnya kah kamu, diamatamu hanya ada uang saja? ”
Lisang juga kaget, ternyata adik perempuannya yang kelima ini biasanya terlihat lemah, namun kalau marah sungguh menakutkan. Linda dan Lili juga terlihat kaget…
__ADS_1