Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 222 Tidak Ada Muka Untuk Bertemu Denganmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Terakhir, Lina tidak bisa tidak peduli, hanya bisa menyetujui permintaan Fenny.


Siang ini, Fenny membawa Lina yang low profile muncul di perusahaan pusat obat Eric, Fenny menyapa sekuritas, membiarkan Lina masuk.


Hello! Im an artic!


Lina langsung masuk ke lift, menuju ke pintu kantor Eric.


Gedung kantor yang sepi, membuat orang merasa sudah tidak kekuatan lagi, walaupun Lina tidak ada otak bisnis, tetapi sedikit banyak tahu naik turunnya orang bisnis.


Dia berdiri di depan pintu, ragu sebentar, mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban.


Dia langsung masuk, melihat Eric membungkuk di meja, tidak tahu tidur apa bangun.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Hari ini Lina memakai baju krem sulaman sampai bahu, di bawahnya memaki rok hitam seperempat, sepatu putih datar.


Dalam tangan masih menggenggam tas kain yang sering dipakai ke sekolah, bisa dibilang sangat low profile.


Rambut panjangnya seperti biasa dilepas, hanya diikat biasa, memakai topi hitam, biasa saja, sangat pas dengan baju.


Terdengar langkah kaki, Eric tidak membalikkan kepala, dengan tidak sabar berkata,”Tidak peduli kamu siapa, segera pergi.”


Lina menghentikan langkah, melihat dia, “Sebenarnya mengira kamu ini orang yang tidak gampang menyerah, tidak disangka, ternyata gampang menyerah juga.”


Mendengar suara yang sangat akrab, Eric langsung mengangkat kepala, lalu, terbengong.


Dia pikir sedang mimpi, baru bisa melihat Lina di depan matanya.

__ADS_1


Sebenarnya, beberapa hari ini, dia hanya mau tidur, memimpikan Lina, maka dia baru bisa lari dari kenyataan, mau sembunyi dalam mimpi.


Lina melihat sekilas Eric, benar sangat menyedihkan.


Orang yang tidak takut apapu itu, tuan muda yang dengan tebal muka mengatakan cinta kepada dirinya sudah tidak ada lagi.


Orang yang di depan mata ini lusuh seperti pengemis, kemeja yang bermerek dan mahal sudah berkerut, rambut seperti sarang burung, kumis menutupi kegantengannya.


Terlihat seperti 40-50 tahun, mungkin karena tidak tidur, mata Eric sedikit merah, muka pucat.


Lina memandang dia dari atas, “Kalian ini tuan muda yang hidup sangat enak memang manja, mungkin karena selalu hidup enak, maka sedikit kegagalan, hanya gagal bisnis saja, perlu begini? Kamu baru umur 20-an? Di belakangmu masih ada seluruh Keluarga Xie, sedikit uang begini membuat kamu tidak dapat berdiri?”


“Linlin, saya……” Eric membuka mulut, baru menyadari sendiri sudah serak tidak bisa mengeluarkan suara.


“Dulu orang yang bilang mau merebut saya dari John? Ternyata hanya bualan saja, kamu begini gimana bisa mengalahkan John? Kamu saja tidak bisa melawan diri sendiri, kalau kalah mulai dari awal tidak takut, paling takut setelah kalah sekali, tidak berani bangun lagi. Kamu ini, lanjut jadi anak orang kaya saja, makan punya ayahmu, pakai punya ayahmu, lain kali setelah menikah melahirkan, sekeluarga 3 orang diasuh ayahmu, ini paling enak, tidak perlu menghadapi apapun, menurutmu ideku ini gimana?” Perkataan Lina ini sangat menyakitkan, tetapi jika demikian, bisa merangsang sedikit Eric.

__ADS_1


Setelah mendengarnya Eric, tertawa terbahak-bahak menyandar ke belakang, “Linlin, apa aku sampah seperti itu? Kamu pun memandang rendahku, juga benar, sekarang saya apapun bukan, hanya bahan tawaan, sudah ditakdirkan saya bukan apa-apa.”


__ADS_2