Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 240 Menjadi Semakin Indah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Eric menggosok-gosok kepalanya, sedikit canggung, “Sudah membekas di hati, kakak ipar.”


Fenny tersenyum, dia mengoloknya lagi, tapi juga tidak seperti lagi membujuknya untuk jangan berkeras kepala lagi atau sebagainya, karena setelah Fenny bertemu dengan Lina, sudah tahu kenapa adik iparnya begitu tergila-gila dengan gadis ini, jika diri sendiri aadalah seorang pria, kemungkinan juga akan begitu jadi Fenny juga tidak berencana membujuknya lagi.


Hello! Im an artic!


Setelah selesai makan di rumah tua keluarga Xie maka Eric, menemani keponakannya bermain sebentar, lalu mengendarai mobil kembali ke villa sendiri.


Saat dalam perjalanan, temannya yang dulu menelpon untuk mengajaknya minum-minum, semuanya ditolak oleh Eric dengan halus.


Ke bar dan minum bir, itu adalah dia yang dulu, sekarang, dia hanya ingin baik-baik berbisnis.


Apalagi setelah merasakan keberhasilan yang bagus, mendapatkan rasa keberhasilan yang dulu tidak pernah ada.


Hello! Im an artic!


Setelah sampai di villa, bibi sudah tertidur.


Eric naik ke lantai atas dan mandi, terbaring di atas ranjang.


Saat ini, ada satu pesan wechat yang masuk ponsel.

__ADS_1


Dabria: tuan Xie, anda sudah tidur?


Eric berpikir lama sekali, baru ingat dia adalah guru piano Katie, wanita yang berpenampilan cantik.


Eric: masih belum.


Dabria: aku dari dulu mengajar piano, pergaulan sangat sempit, jadi tidak ada hal yang bekaitan dengan bisnis, hari ini baru mendengar teman membicarakan masalah soal kamu membuat obat, sejak kamu mulai memutarkan kondisi menjadi lebih baik, sampai kejayaan, lalu kegagalan, sampai memulai dari awal lagi, aku mendengarnya dan ikut terasa menarik, kamu benar….sangat hebat.


Eric: rumor yang beredar di luar sana jangan terlalu dipercayai, tdiak sampai sehebat itu.


Dabria: aku sungguh merasa kamu sangat hebat, kamu masih begitu muda, juga tidak mengandalkan keluargamu, tidak mengandalkan ayahmu, kamu bisa melakukannya sendiri sampai begitu bagus, sungguh punya bakat, pantas saja Katie mengatakan paman keduanya sangat terampil.


Eric: he, guru Dong terlalu memuji.


Eric: tidak, besok sore aku mau bertemu dengan klien, kemungkinan kakak iparku yang antar.


Dabria: ah, begitukah……


Eric: guru Dong ada masalah?


Mendengar nada bicara guru wanita ini ada yang tertunda-tunda, Eric masih mengira keponakan kecilnya melakukan kesalahan.


Dabria: he, sebenarnya juga tidak ada apa-apa, aku ingin mengundang tuan Xie untuk makan, karena papaku akhir-akhir ini ingin berinvestasi, aku tidak paham tentang berbisnis, hari itu tidak sengaja aku membicarakannya kalau aku mengenalmu, papaku sangat iri sekali, bilang kamu adalah orang jenius, dulu saat kamu melakukan venture capital.

__ADS_1


Eric: ah, ini ya, mungkin akan ada kesempatan.


bepikir bagaimanapun adalah guru Katie, juga tidak langsung membuatnya merasa cangung, tapi, Eric tidak ada niat terhadap guru itu.


Setelah asal-asalan membalasnya beberapa kata, dia melempar ponselnya ke samping, berpikir saat dirinya terpuruk, para artis itu semuanya menghindar jauh-jauh, Lina bahkan bersedia mengulurkan tangan membantunya, sungguh bantuan di saat darurat, setelah dia mulai berdiri lagi, tidak membutuhkan wanita yang lebih cantik lagi.


Sebelum tertidur, Eric tiba-tiba terpikir sesuatu, yaitu sudah lama tidak ada kabar dari Bethany.


Termasuk saat bisnisnya terjadi masalah yang begitu besar, Bethany bahkan tidak menelpon sekalipun.


Berpikir sampai di sini, dia merasa sedikit tidak tenang, mengambil ponselnya lagi, menelpon ke sana.


Di sebelah sana berbunyi, maaf, nomor yang anda tuju sementara tidak bisa terhubung.


Eric merasa agak aneh, tidak tenang akhirnya menelpon ke kakak pertamanya.


“Kak, akhir-akhir ini apakah kamu ada menghubungi Bethany? Apakah dia ada menelpon papa mama?”


“Tidak ada, setengah bulan yang lalu pernah sekali, bilang dia susah mau ulangan, sangat gugup, sangat tertekan, lalu tidak ada kabar lagi, kenapa?”


“Bethany akhir-akhir ini terlalu diam tidak seperti biasanya, aku merasa ada yang tidak beres, jangan-jangan terjadi sesuatu?” Eric merasa sangat khawatir.


Adik ketiga ini, adalah kesayangan seluruh keluarga, tidak peduli Ferdy, atau Eric, semuanya menganggapnya harta berharga.

__ADS_1


__ADS_2