Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 148 Perang Dingin Berlanjut


__ADS_3

Walaupun Lili sedang marah, tapi Sony merasa dia sangat lucu.


Kata-katanya sedikit kasar, tapi masih lebih baik daripada wanita yang suaranya pura-pura gitu.


Paling tidak ini sifat asli Lili.


Setelah berhasil, Sony juga memberitahu John.


Tapi prosesnya gak dikatakan, dia hanya bilang kalau Lili sudah berjanji akan pulang dengannya.


John mengacung jempol untuknya, dia mengira Sony sangat jago.


Setelah kesepakatan Sony dan Lili tercapai, mereka kemudian berjanji untuk bertemu sebelum pulang.


Lili tentunya sangat ingin bertemu dengannya untuk melihat dia menghapus video itu.


Mereka bertemu di restoran barat yang mewah di pusat kota.


Sony sampai duluan, dia memesan 2 paket stik.


Ketika Lili datang, dia juga gak ada mood makan, langsung bertanya, “Hp mana?”


Lili tidak memakai make up, dan dia memakai topi, baju tentara berwarna hijau, sepatu putih kelihatan sangat muda.


Tapi orang di jalan juga tidak mengenalinya.


“Makan dulu.”


“Makan bulumu, mana ada mood, cepat, keluarin hpnya.” Lili melotot dengan mata yang besar.


Sony tertawa sambil mengeluarkan hp.


“Buka kuncinya.” Dia memerintah layaknya seorang ratu.


Dia lalu membuka kuncinya.


“cari videonya, hapus di depan aku.”

__ADS_1


“kalau aku hapus, kamu nyesal bagaimana?” Sony melihat ke arahnya.


“aku bukan orang begitu, aku pasti tepati janjinya.”


Ketika mendengar janji Lili, Sony juga gak gak bicara apa lagi, dia lalu menghapus video itu di depan Lili.


“Kamu sumpah, ini gak ada copian yang lain.”


Lili masih khawatir.


“Aku tidak mencopi.”


“kamu sumpah, kalau ada copi lagi, kamu gak akan punya anak.”


“kejam banget?” Sony menahan tawanya, wanita yang di depannya ini terlihat sangat kekanak-kanakan.


Yang diberitakan di tv, wanita tangguh yang sombong, itu semua palsu kali yah?


“sumpah gak?” Lili panik lagi.


“ok ok ok, aku sumpah, kalau aku ada copian lainnya, aku gak akan punya anak.”


Lili baru tenang.


“kapan pulang ke rumah utama?”


“Jumat ini, jumat kami ada kumpul keluarga, nanti orang yang berkumpul akan banyak, dan tentunya ada nenek aku.”


“Ok, jumat ini aku akan menghubungimu, nanti kita pergi ke rumahmu.”


“Iya.” Sony merasa lebih baik sekarang.


Setelah itu, Lili langsung berdiri.


“Wei, gak mau makan siang bareng?” Sony sengaja mempermainkannya.


“makanan musuh, aku gak berani makan, aku juga gak sebaik kamu.”setelah ngomong, Lili langsung berjalan pergi.

__ADS_1


Wanita ini benar-benar bisa melakukan apapun


Dan hal ini akhirnya sudah diputuskan.


Malam hari, John balik ke villa spring mansion, dan ketika melihat Lina, dia lalu menyapanya.


“Lin, kamu baikan gak?”


Lina tidak melihatnya, dia juga tidak mempedulikannya.


Sepertinya dia masih marah, masih tentang masalah ketika mereka ke rumah sakit.


John sangat sabar, dia mencoba mencari topik, “Lin, Sony telepon ke aku, katanya kak Lili mau membantunya.”


Awalnya dia mengira Lina akan mengikuti topiknya, dan bertanya sesuatu?


Akungnya, Lina sama sekali tidak bereaksi, dia hanya menundukkan kepalanya melihat majalahnya.


Rika dan Ella juga tidak berani mendekat, karena ini urusan keluarga kecil ini, suasananya sekarang sangat canggung.


John awalnya mengira, ketika ulang tahun Lili, mereka berdua sudah ngobrol dan juga muncul bersama.


Harusnya gak masalah lagi, siapa tahu ternyata gadis kecil ini begitu dendam.


John merasa kecewa, dia mengela nafas kemudian naik ke atas.


Lina sudah memutuskan untuk perang dingin dengannya.


“Non, aku rasa pak John sudah begitu inisiatif, kamu jangan marah lagi?” Ella sudah ngerasa sedikit gak enak, jadi berusaha menasehati Lina.


Lina tidak bersuara sama sekali, sifat keras kepalanya ini beneran tidak bisa diapa-apain.


Di sebuah villa pribadi orang lain.


Eric terbaring di sofa, tangannya terdapat 1 gelas anggur merah.


Di depannya ada seorang pria bertato, dia memegang beberapa dokumen di tangannya, “Terima kasih boss, hal yang anda minta kami cek, sudah ada sedikit pencerahan.”

__ADS_1


Eric sedikit merasa senang ketika mendengar kata-katanya.


__ADS_2