
Hello! Im an artic!
Otak nonaWindi Feng ini berputar cepat, banyak akal bulus, dan mengeluarkan perang mulut.
Kemudian meminjam lidah tiga inchi yang tidak bertulang itu untuk menghadapi prajurit hantu yang marah dan terkejut, Lina Hua selesai mendengar dan menundukkan kepala tidak bisa menahan tawa.
Hello! Im an artic!
“Kamu masih tertawa? Urusanmu nanti aku baru perhitungan denganmu setelah pulang.” Windi Feng membelalakan mata melihat Lina Hua sekilas, jelas-jelas masih belum memaafkan dia.”
“Kak, jangan mendengarnya, wanita ini sengaja membohongi kita, kita sama sekali tidak perduli mengganggu orang atau tidak, yang kita mau adalah akhir……Raja neraka masih menunggu kita pulang dan melapor saat ini, menggunakan mantra langit menekan jiwa, hal ini sangat jarang ada, tuan pasti akan mengejar sampai akhir.”
Akhirnya ada orang pintar yang tidak masuk perangkap Windi Feng , dan berkata tentang keuntungan dan kerugiain.
Dua belas orang itu langsung memasuki sikap berperang, satu per satu mengeluarkan aura membunuh berwarna hitam yang kuat.
Hello! Im an artic!
“Windi Feng , kamu mundurlah, aku yang maju.” Lina Hua menarik lengan Windi Feng , ingin dirinya maju dulu, lagipula masih tidak tahu kuat lemahnya kemampuan lawan.
__ADS_1
“Jangan, aku saja, aku saja, aku harus berperang baik-baik, lebih dulu memperlihatkan kewibawaan di dunia neraka, menghindari akan diganggu mereka kalau mati nanti.”
“Kamu jangan mengatakan hal yang sial itu.” Lina Hua berkeringat.
Selesai berkata, Windi Feng mendorong Lina Hua, dan kedua tangannya bergabung, bergumam, “Leluhur keluarga Feng diatas, keluarga Feng generasi 85 sekarang Windi Feng kepala keluarga Feng meminta bantuan, para leluhur bantulah aku kali ini, untuk melindungi diri, menghadapi iblis.”
Lina Hua melihat ini dan langsung mengerti, Windi Feng ini mau meminta perlindungan keluarga Feng, setiap generasi kepala keluarga Feng ada jurus perlindungan, kebanyakan adalah jiwa binatang.
Dulu saat Windi Feng meminta, Lina Hua juga ada ditempat, dan ada sebuah serigala es berwarna putih yang sangat galak, kemampuan berperang serigala sangat hebat, langsung menghancurkan jiwa itu, sungguh memuaskan.
Kalau tidak salah ingat, semenjak kedua orang berkenalan, ini kedua kalinya Windi Feng meminta perlindungan.
SetelahWindi Feng membaca mantra, sebuah cahaya emas muncul……Sama seperti kali itu, tidak membuat orang kecewa.
Jiwa seekor serigala putih setinggi manusia kembali muncul, dia sangat ganas, ada merasakan aura membunuh dalam pandangannya.
Ada sebuah huruf emas Feng didalam keningnya, artinya melayani keluarga Feng, Lina Hua pernah mendengar Windi Feng berkata, kalau suatu saat Windi Feng mati.
Maka jurus perlindungan serigala juga akan menyelesaikan kontrak dan kembali bebas, tidak lagi terus melayani dia, termasuk jodoh yang sudah berakhir.
__ADS_1
Setelah jiwa serigala datang, melihat Windi Feng sekilas, “Sangat jarang kamu masih mengingatku, aku mengira kamu sudah melupakan aku.”
“Hei hei, bagaimana mungkin? Kamu adalah senjata rahasiaku, cepat maju……Habisi orang-orang didepan ini.”
Jiwa serigala pelindungan melihat sekilas dua belas prajurit neraka diseberang yang ditunjuk dan langsung terkejur, “Dua belas prajurit neraka?”
“Dunia Xuan?” Kedua belas prajurit neraka juga mengenalnya.
“Kalian……Saling kenal?” Windi Feng ada sedikit canggung.
“Bukankah kamu bilang ada jiwa iblis dan memanggilku keluar?” Serigala perlindungan jelas sangat marah.
“Benar, bukankah mereka jiwa iblis, mau membunuhku, kamu masih tidak membantuku.”
“Sembarangan, prajurit neraka adalah orang kepercayaan disamping raja neraka, tidak akan sembarangan membunuh orang kecuali kalian sudah melakukan kesalahan apa, aku tidak bisa mengurusi hal ini, perjanjian aku dan keluarga Feng adalah membantumu menghadapi iblis dan siluman dan bukan mencari musuh sendiri, badan ada di tiga dunia alam dan enak jalan, aku tidak ingin membuat kerepotan untuk diri sendiri, aku pergi, jangan memanggilku kalau ada hal seperti ini lagi, kalau tidak nanti aku tidak akan membantumu sekalipun.”
Jiwa serigala ini tidak hanya tidak membantu, malah masih memarahai Windi Feng , dia jelas-jelas tidak menyangka akan ada perubahan situasi ini.
Kondisi menjadi canggung……Awalnya mau memamerkan kehebatan, akhirnya bukan hanya tidak ada kehebatan, masih dimarahi.
__ADS_1