Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 736 Mengambil Buku Hidup Mati


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lina Hua segera menopang si gila ini berdiri, “Apakah kamu gila?”


“Benar, aku dikejutkan oleh kemampuanmu.” Windi Feng semangat sekali.


Hello! Im an artic!


Lina Hua:……


Bicara sungguhan, saat Windi Feng kecil juga sering ikut dengan kakek pergi kemana-mana menyelesaikan berbagai hal yang rumit.


Orang lain melihat kakek seperti melihat dewa, kalau bukan melihat rumah maka melihat kuburan, sampai ada yang langsung mau meramal peruntungan.


Pokoknya termasuk orang yang sudah melihat dunia, tapi dia tidak pernah mengidolakan kakek.


Hello! Im an artic!


Walau kakek sudah sungguh sangat hebat, dan orang besar yang berkedudukan di seluruh negeri, tidak ada yang tidak kenal Sudarjo Feng.


Tapi Windi Feng merasa kakek biasa saja, hari ini melihat Lina menghadapi dua belas prajurit neraka, hatinya langsung puas sekali.


Terlalu hebat, terutama api biru itu, hampir membuat dua belas prajurit neraka menjadi dua belas bebek panggang.


Orang-orang itu kemudian juga sudah jelas, takut saat melihat jari Lina Hua bergetar, mengira dia mau melepas api..


Windi Feng memperhatikan itu, pokoknya, terlalu banyak cara aneh di badan Lina Hua, asalkan belajar satu, maka akah hebat sekali.


Nanti juga tidak akan diganggu, terutama jurus perlindungan serigala itu, nanti tidak akan memanggilnya kalau tidak ada masalah, masalahnya saat kamu tidak enak memanggil orang kalau ada masalah.

__ADS_1


“Jangan ribut, kita adalah teman, berguru begini akan berjarak generasi.”


“Aku tidak memperdulikan ini.”Windi Feng tertawa.


“Aku perduli, nona, kamu jangan ribut.” Lina Hua kenapa bisa menjadi guru Windi Feng , bukankah akan mampus?


“Lina……Kamu ajarai aku dong, jurusmu itu sangat hebat.”


“Kamu ingin belajar yang mana?”


“Beritahukan padaku, pita satin pelangi itu namaya apa?”


“Itu ya……Aku juga tidak tahu, pokoknya juga tidak tahu bagaimana mengeluarkannya, sama seperti benang merah yang aku gunakan dulu, sampai aku tidak tahu namanya apa.”


“Kemarikan, pinjam aku bermain.”


Lengan Lina Hua bergerak, potongan sembilan warna langsung terbang keluar, melayang menjadi sebuah pelangi, bagus sekali.


“Cepat, ajari aku, bagaimana melakukannya?”


“Kumpulkan tenaga batin, dan hubungkan pikiran dengannya, maka hati akan tersambung, apa yang kamu pikirkan, dia akan melakukannya sesuai permintaanmu.”


“Wah, hebat sekali, aku coba.”


Windi Feng menutup mata mengumpulkan tenaga batin, kemudian meletakkannya didalam telapak tangan, menggoyangkkannya.


“Pergi, ikat Lina.”


Pita satin tidak bergerak……

__ADS_1


“Eh……Apakah karena tuan kalian dan kalian tidak berani, maka ikatlah aku.”


Pita satin masih tidak bergerak……


“Ah? Apakah masih terlalu sedikit menggunakan kekuatan batiknku, pergi, terbang kearah timur.”Windi Feng berusaha keras, tapi pita satin masih tidak bergerak sedikitpun.


“Ada apa? Lina apakah benda ini mengenal tuan?”Windi Feng tertekan.


Lina Hua juga merasa aneh, awalnya mengiraWindi Feng bisa memerintah pita satin ini, sayangnya, sama sekali tidak memberi muka.


“Berdiri……” Jari Lina Hua menunjuk pelan, potongan sembilan warna langsung melayang.


“Rupanya, benda ini hanya mendengarmu, tidak enak dimainkan, aku mau kamu mengajariku api biru.”BegituWindi Feng melihat benda jurus ini tidak patuh, juga tidak ingin bermain lagi.


Lina Hua juga baik, membuka kedua tangan, “Kumpulkan tenaga batin ditelapak tangan, buat pusaran Qi, dan memutarkan seluruh kekuatan batin didalam badan menjadi sebuah diagram Taiji, kamu tahu diagram Taiji kan? Taiji melahirkan Liangyi, Liangyi melahirkan empat symbol, empat symbol melahirkan Delapan diagram, Delapan diagram memutuskan beruntung atau celaka, beruntung atau celaka melahirkan hal besar.”


Selesai berkata, kedua api didalam telapak tangan Lina Hua perlahan menyala, dia menggunaka sedikit kekuatan batin, maka api itu tidak setinggi yang tadi.


“Aku coba……”Windi Feng mempelajari gaya Lina Hua dan mulai melakukan, sayang sekali.


Sekian lama masih tidak bisa, jujur saja, ini tidak ada hubungannya dengan kekuatan batin, sama sekali bukan dapat dipelajari siapapun.


Windi Feng kesal dan memalingkan kepala berlari, tidak bisa dihadang, Lina Hua melihat waktu dan juga pulang beristirahat didalam vila.


Saat ini, dunia neraka, kota Feng.


Seorang lelaki berjubah hitam yang berwajah dingin, mengambil teko arak memiringkan kapala bersandar diatas tempat duduk kaisar berwarna emas hitam.


“Raja neraka……”

__ADS_1


“Tidak perlu dikatakan, aku sudah tahu, pergi, ambil buku hidup mati milikku kemari.”


__ADS_2