
Hello! Im an artic!
Akhirnya bolak-balik tidak bisa tidur, Lina merasa lebih baik berdiri, bersama Rika membuat makanan bawa ke rumah sakit.
Keadaan Lika sudah baikkan banyak, radang paru-parunya sudah lebih baik, hanya saja kadang batuk beberapa kali.
Hello! Im an artic!
“Adik kelima, saat keluar rumah sakit berikan tagihannya padaku, aku akan transfer ke kamu, termasuk beberapa hari ini makanan minuman dan kebutuhan sehari-hari yang kalian berikan padaku.”
Lika ternyata memang gaya seorang guru, melakukan sesuatu juga sangat teliti.
“Kakak keempat, kami adalah saudara kandung, uang segini, kamu jangan perhitungan denganku lagi.” Lina juga tidak berencana mau mengambilnya.
“Tidak bisa, kamu tidak mau, maka nantinya kita tidak usah bertemu lagi.”
Hello! Im an artic!
Lina: ………
__ADS_1
Lina juga tidak berdaya, sifat Lika ini memang….kalau emosinya naik, dibandingkan Lili masih lebih susah dihadapi.
Saat suasana hati Lika membaik, secara tidak sengaja membicarakan masalah Benard, membicarakan guru Chai yang mengejarnya itu.
Lina yang tidak pernah pacaran mendengarnya juga kebingungan dan tidak mengerti, juga bukan orang yang bersangkutan, sungguh tidak bisa merasakan kepedihan dan penderitaan seperti itu.
Dulu saat menonton berita sering melihat ada yang bunuh diri karena putus cinta, minum obat, gantung diri, melompat ke laut, sangat menakutkan.
Saat itu Lina masih berpikir, sebenarnya apa itu cinta?
Kenapa bisa sama dengan racun, membuat orang rela mengorbankan diri sendiri?
Sekarang melihat tampang Lika, juga sudah mengerti sedikit.
“Adik kelima, sifatmu yang datar sebenarnya sangat bagus, hatimu tidak tergerak oleh pria mana pun, maka tidak akan ada kelemahan, tidak ada kelemahan, maka tidak akan ada bahaya yang mengancam hidup. Apakah kamu tahu? Ada saatnya aku merasa dalam cinta, kamu sangat mencintai seseorang, sudah berarti kamu memberikannya sebuah pistol, dia setiap saat bisa menembakmu, dan kamu masih dengan bodohnya mengira, hanya saja dia tidak sengaja melakukannya, he.”
Lina antara mengerti dan tidak, “Mungkin saja, cuma aku belum pernah mengalaminya jadi tidak bisa memberi lebih banyak komentar, aku hanya tahu tubuh diberikan oleh orang tua, tidak boleh dengan mudah karena masalah apapun atau karena siapapun, merusak tubuh sendiri, tidak pantas.
“Yang kamu katakan benar juga, teorinya aku mengerti, hanya perasaan susah untuk dikendalikan.” Lika tersenyum pahit.
__ADS_1
Jam 21.00 malam itu
Kota J tempat hiburan malam Ginza
Sekelomook anak muda sedang berparty senang, karena ada sepasang kekasih pewaris yang keduanya masuk ke Universitas Stanford, mau kuliah keluar negeri, jadi mengundang sekelompok teman untuk berpesta pora.
Freddie yang lama tidak terlihat juga berada ditengah mereka, setelah terakhir kali terjadi masalah, Freddie sudah cuti untuk beristirahat di rumah, sudah lumayan lama tidak pergi ke kampus.
Jika dikatakan sungguh tidak enak hati, dan kebetulan adalah adik sepupu dari keluarga bibinya Eric, Kiki juga ada.
Dia sudah minum banyak bir, mulai merayu Freddie yang tampan, ingin melakukan malam yang sulit dilupakan.
“Wanita cantik, ayo kita main kocok dadu, orang yang kalah mencium yang lainnya sekali.” Sebenarnya Kiki juga bermain cukup gila, suka dengan John ada hal yang lain, tapi diri sendiri keluar bermain sembarangan juga hal yang lain lagi, sama sekali tidak saling mempengaruhi, jadi sangat terbuka menyarankan permainan yang lebih berani.
Respon Freddie sangat dingin, “Tidak main,.”
“Tampan, kesenangan itu waktunya terasa pendek…..sudah datang, buat apa tidak terbuka….teknikku sangat bagus, mau tidak…mencobanya?” Kata-kata ini dia dekatkan di samping telinga Freddie untuk mengatakannya, Freddiemengejek tersenyum dan mengatakan, “Aku tidak tertarik dengan wanita yang selalu menempel pria yang berbeda-beda.”
Membuat Kiki kesal dan sikapnya berubah tidak baik, langsung marah mengatakan, “Kamu buat apa berpura-pura, pria ganteng memang kenapa? Masih juga harus sampai kehilangan nama baik? Apakah pukulan yang diberikan oleh istri John enak? Berharap dapat menyanjungnya, apakah dia sudah melihatmu? Kamu juga tidak tahu kemampuan sendiri, kamu dan John apakah memiliki kedudukan yang sama. Apakah istrinya akan tertarik dengan beberapa uang yang kamu miliki?”
__ADS_1
“John….istri?” Freddie terkejut dan melotot pada Kiki.
“Apa, jangan-jangan kamu masih belum tahu? Peri yang ada di kampus kalian itu….itu adalah istri dari tuan muda Jiang keluarga terkaya no satu di Kota J, nyonya muda terkaya!” Kiki sengaja mau mempermalukannya, jadi berteriak dengan suara keras.