
“Sony, aku benci kamu, sialan brengsek kamu.”
Kata-kata belakang Sony juga gak mendengarnya lagi, dia langsung memutuskan teleponnya.
Tapi dia malah tidak marah dengan caci-maki dari Lili, malah merasa bisa membuatnya marah, dia merasa sangat senang.
Lili seumur hidupnya tidak pernah dibulli oleh orang lain, hanya dia yang membulli orang.
Tapi kali ini ketemu dengan brengsek ini, beda cerita lagi.
Tapi apa gak terlalu pas, hari itu ulang tahun Lili, dan pria yang dia sukai dari kecil.
Gak tahu darimana mengirimkan kartu ucapan, sehingga membuatnya sedih dan akhirnya mabuk.
Siapa sangka Sony akan membohonginya dan menjebaknya.
Setelah teleponnya terputus, Lili masih saja mencaci maki gak jelas hampir setengah jam, kemudian baru bisa tertidur.
Keesokan harinya, Subuh.
Karena hari ini sabtu, Eric pagi-pagi sudah pergi ke perusahaan bobrok itu, setelah melihat-lihat, lalu dia melihat jamnya, ternyata baru jam 8 pagi.
Dia berpikir untuk pulang ke rumah, untuk ikut sarapan.
__ADS_1
Kemudian membawa mobilnya dan balik ke rumah dia.
Dan, pas 5 orang di rumah lagi sarapan.
Sebenarnya Ferdy dan Istrinya tinggal berdua, tapi karena orang tua mereka sangat merindukan cucunya.
Jadi Ferdy dan istrinya memutuskan untuk pulang tinggal bersama mereka.
Kelihatan lima orang ini makan dengan senangnya.
Eric lalu mengambil kursi dan duduk di depan keponakannya.
“Paman, kamu bangun pagi sekali.” Keponakannya menyapa dengan senyum yang manis.
“Paman kamu akan selalu serajin ini nantinya.”
“Aku pergi ke perusahaan farmasi sana, melihat situasinya.”
Steve yang daritadi mendengarnya tidak bersuara.
“Pa, tenggat waktu yang diberikan oleh bank masih berapa lama lagi?” Eric bertanya ke papanya.
Steve juga tidak tersenyum, dia hanya menjawab, “harusnya tanggal 20 bulan depan, kalau kamu gak sanggup, cepat bilang, gak usah menghabiskan waktu, daripada nanti mengeluh lagi.”
__ADS_1
“Emang aku orang yang begitu cepat menyerah kah?” Eric menjawabnya.
“Kamu gak boleh mengambil uang dari kantor, juga gak boleh meminta dari abangmu, kalau yang lain, kamu boleh lah pinjam sama teman-teman mu itu, lihat mereka mau bantu kamu bayar hutang bank yang berjumlah 3,5 miliar itu gak?”
Steve dari awal tidak pernah mengakui teman-temanya itu.
Malahan di empat keluarga besar, ada beberapa anak muda yang sukses, seperti John, ada juga Sony, tapi Eric juga gak mau berteman dengan mereka.
“Pa, kamu jangan khawatir, aku gak datang untuk meminta uang kepada kalian, aku hanya datang sarapan saja.”
Lalu Eric melanjutkan makannya.
“Paman, nanti aku ada kelas piano, kamu boleh mengantarku?”
Keponakan ini manja dengan paman, kenapa?
Karena papa mamanya terlalu keras dengannya, dan juga gak suka dia bermain terlalu banyak, tapi pamannya membiarkan dia dan mengiyakan semuanya.
Jadi keponakan dia ini paling suka Eric, sering membelikan dia sesuatu dan juga tidak pernah memarahinya.
“Sayang, pamanmu mana ada waktu, nanti mama yang anter saja.” Fenny merasa anaknya ini terlalu manja.
“Jangan, kakak ipar, hari ini pas aku juga gak ada urusan besar, dan juga sudah lama tidak menemani keponakanku ini, hari ini biar aku yang anter dia, lalu setelah dia selesai nanti, aku bisa sekalian membawanya pergi main ke pasra malam, dan beli mainan juga.”
__ADS_1
“Kamu ini hanya bisa memanjakan anak kecil.” Ferdy berkata kepadanya.
“Fenny, di sampingmu kalau ada yang cocok harus kenalkan ke dia, semakin gak menikah, semakin tidak dewasa, aku berharap dia cepat punya keluarga sendiri, biar gak main-main.” Nyonya Xie merasa sedih ketika melihat anak keduanya ini.