
Ella berada di samping, bergegas menggantikan nona me jawab,”Nyonya, nona tahun ini baru berumur 22tahun, tidak buru-buru, nyonya besar juga baru pergi tidak lama, tubuh nona juga tidak terlalu baik, berpikir mau memulihkan kesehatan tubuhnya baru hamil, maksud dari suami nona juga begitu.”
“Eng, Ella kamu harus baik-baik menjaga Lina, banyak bikin makanan bergizi untuknya.”
“Baik, nyonya.”
Setelah itu Lina berada di ruang tamu, ngobrol sebentar bersama ayah ibunya.
Dia merasa agak ngantuk, melihat dia mengantuk, Ella langsung bilang kalau nona mau tidur siang.
Kedua orang lalu naik ke lantai atas dan beristirahat di kamar tamu.
Makan siang berada di rumah tua Keluarga Hua.
Tahu kalau Lina tidak makan daging, jadi semua makanan adalah sayur vegetarian.
Sangat jarang hatinya segundah ini, samar-samar dalam hati Lina sudah menebaknya.
Acara orang tuanya yang begitu besar, menyuruhnya pulang, membeli buah juga memasakkan sayur vegetarian.
Berpura-pura baik agar di kasihani, pasti ada permintaannya.
Benar saja…..
__ADS_1
Selesai makan saat sedang mengobrol santai, nyonya Hua angkat bicara, “Lina, sebenarnya mama hari ini masih ada satu hal, ingin memintamu membantu.”
“Ma ada masalah apa anda langsung katakan saja, tidak perlu begitu segan.”
Kelihatannya Lina tenang, tapi sebenarnya dalam hatinya sudah sangat tidak puas.
Dari kecil sampai dewasa, kasih sayang dari ayah dan ibu yang dia dapatkan terlalu sedikit.
Pada saat itu karena putra yang dilahirkan bersamanya tidak bisa dipertahankan, maka lebih dipastikan lagi kalau dia lah yang menyebabkan kematian adiknya, satu-satunya Pria dalam Keluarga Hua.
Jadi saat dia masih sangat kecil sudah di antarkan ke atas gunung.
Beberapa tahun ini, hari-hari yang dilewatinya bersama orang tuanya bisa di hitung pakai jari.
Jadi jika dibilang ada perasaan apa, tidak perlu dibicarakan.
Dalam hal ini, dari awal Lina sudah melihatnya dengan jelas.
Jujur saja, walau nyonya Hua adalah ibu kandung.
Tapi perasaan yang diberikan padanya, masih tidak ada mama John, mertuanya itu yang terlihat lebih nyaman.
Setidaknya Nyonya Jiang tidak munafik, tidak penuh kekerasan. Di mata bukan hanya ada harta dan kekuasaan.
__ADS_1
Nyonya Hua memegang tangan Lina, taruh di telapak tangan menepuknya.
Membuatnya terlihat seperti putri dekat yang sangat dimanja dan disayang.
“Lina, sebenarnya masalah ini tidak patut dikatakan, tapi aku juga sudah kehabisan cara….. Paman sepupu dari pihak ibu, Joshua Xu apakah kamu masih mengingat ya?”
“Tidak terlalu ingat.”
“Aduh, orang yang datang saat pesta ulang tahun nenekmu itu, yang tinggi dan kurus, suka minum bir, begitu minum bir wajahnya langsung memerah itu.”
“Tidak ingat lagi.” Lina datar saja.
“Sudahlah, tidak ingat juga tak apa-apa, dulu dia membuka bengkel mobil, berkembang sampai beberapa rantai, awalnya masih lumayan bagus, akhirnya pengelolahannya yang tidak bagus dan bangkrut, sekarang sekeluarga hidupnya agak susah, bagaimana pun adalah adik dari keluarga paman Qin, aku berpikir juga tidak mungkin tidak mengurusnya. Sekarang dia berpikir ingin membangun kembali usahanya, masih profesi yang lama, tapi karena barang yang bisa digadaikan tidak banyak, jadi melakukan pinjaman ke bank lain juga agak susah, aku berpikir kebetulan di Keluarga John ada bank swasta, berikan sedikit pinjaman pada paman sepupumu, tolonglah dia, tetap saja masih kerabat, juga tidak bisa melihatnya kesulitan tapi tidak membantu.”
Sambil berbicara Nyonya Hua, sambil memperhatikan raut wajah putrinya.
Sayang sekali, dia tidak bisa melihat mimik wajah apapun dari Lina baik itu senang marah sedih atau bahagia.
Dia selalu begitu datar dan tenang, walau mendengarkan masalah yang sangat parah, juga tidak ada respon yang sangat berlebihan.
Selesai mendengar kata-kata ini Lina, dalam hati cuma ada senyuman dingin.
Dia sengaja tidak mengerti, bertanya pada Nyonya Hua, “Ma, sebuah bengkel juga tidak butuh berapa banyak uang, pergi meminjam ke bank butuh bayar bunga, tidak hemat biaya juga, bukan kah anda masih ada uang? Langsung pinjam padanya, tidak bisakah? Karena adalah adik sepupumu, juga harus dibantu, jika tidak orang dari nenek pihak ibu dalam hati pasti akan timbul jarak dengan anda.”
__ADS_1
Nyonya Hua sepertinya dari awal sudah ada persiapan, tersenyum berkata, “Kamu ini anak lugu, uangku tentu saja tidak boleh dikeluarkan, dia tahu keluarga kita ada uang, jika sudah mengambilnya tentun saja tidak akan bayar lagi, tapi jika pergi meminjam ke bank, maka tidak ada alasan untuk tidak membayarnya, tidak membayar akan menyebabkan penyelidikan kredit, ini juga bukanlah masalah yang besar, aku berpikir, kamu bicarakan sebentar dengan John, seharusnya sudah bisa.”
Ternyata memang rencana ini sudah dipikirkan secara matang, Lina lebih membenci ibunya yang begini, perilakunya yang terus menyusun rencana pada dirinya.