
Hello! Im an artic!
Waktu yang pas, telpon bordering, John segera menyadarkan diri.
Segera menekan angkat telpon, “Halo?”
Hello! Im an artic!
“Presiden Jiang, perusahaan ada masalah urgent, harap anda segera datang membereskannya.”
John melihat jam, baru jam 5.50, langit baru terang, begini pagi sudah telpon, pasti sangat penting.
“Baik, saya akan segera ke sana.”
John menutup telepon, segera berangkat agar tidak tertunda.
Hello! Im an artic!
Setelah berpakaian dia segera turun, Lina sudah di bawah minum the, tetapi di rumah ada tungku api, sangat hangat.
Lina hanya memakai singlet hitam, di luar memakai mantel syal, warna pink.
Sebenarnya pake warna pink sangat riskan, sebagian orang pake mungkin akan gendut atau jelek, tetapi Lina bukan orang biasa, maka waktu memakainya seperti cewe muda.
“Pagi, Linlin.” John berusaha mengatur emosi.
__ADS_1
“Sudah mau langsung jalan?”
“Hm, mau ke kantor beresin beberapa urusan.”
“Tidak sarapan?” Lina tanya dia.
“Tidak sempat, tidak makan, hari ini kamu ke rumah sakit?”
“Masih belum pasti, lihat dulu.”
“Ok, ntar telpon aj.” John hanya asal menyapa, sendiri mengendarai mobil keluar.
Ella berlari lalu gosip, “Nona, raut muka tuan muda jelek, apa ada apa?”
“Apa bangkrut? Waduh, kalau Keluarga Jiang bangkrut, apa kita semua harus kabur?” tiba-tiba Ella berpikir yang aneh.
Lina menundukkan kepala menyengir, Rika lanjut ngomong, “Nona, jangan banyak pikir, Keluarga Jiang kaya, walaupun John setiap hari mengeluarkan 1 juta, mau pake 100 tahun juga tidak akan habis, maka tidak perlu takut bangkrut, lagipula, apa kamu pernah dengar ada yang buka bank bangkrut?”
Mulut Ella manyun, tidak bicara lagi, sebenarnya, keluarga John beberapa tahun ini, di dalam negara satu-satunya yang membuka bank pribadi.
Juga sudah tersebar di seluruh negara, masih banyak cabang di luar negri, investment sangat besar tidak perlu diragukan.
Bank buat apa, buat bunga tinggi cicilan rumah, maka tidak perlu kuatir akan bangkrut, kecuali uang yang mereka keluarkan tidak bisa kembali, tetapi hal ini tidak mungkin, apalagi kalau mau cicilan rumah harus ada jaminan, maka orang pasti akan membayar. Lina tidak tertarik terhadap Keluarga Jiang, juga tidak ada waktu ikut campur dan bertanya, maka tidak mau tahu.
Malah akhir-akhir ini Lili sedang sial banget, waktu itu setelah mengirim wechat ke Sony tidak ngomong apa-apa lagi.
__ADS_1
Tidak terpikir minum teh sore, juga bisa bertemu, masih bisa ketemu, bener-bener…… bisa ketemu musuh.
Tempat minum teh terkenal di Kota J, Hotel Bintang 7 MT lantai 101.
Di sini bisa melihat dengan sangat bagus, pemandangan sangat indah, maka menjadi pilihan bisnisman, Lili membawa managernya kakak Liu kemari, mereka berdua ingin membereskan kontrak yang baru didapat akhir-akhir ini.
Lalu Sony datang setelah 15 menit Lili masuk, dengan cewe muda, tampang cewe itu biasa saja, tetapi punya aura yang bagus.
Tempat duduk dua orang itu pas di seberang Lili, makanya kalau sekali melihat langsung tahu keberadaan masing-masing.
Setelah tersenyum sebenatar Sony, dengan tenang duduk di tempatnya.
Lili sekejap terkejut, memiringkan kepala, melihat ke wanita seberang Sony.
“Sialan…… apa itu nona Yang? Cepat juga?” Lili menebak, apa ini wanita yang mau dinikahinya?
Sambil pikir, sambil ingin ke sana.
“Halo, saying, kebetulan sekali?” Lili sengaja memanggil sayang, untuk merusak suasana.
Sony sama sekali tidak terkejut, malah wanita yang di sebrangnya setelah melihat Lili, sangat terkejut.
“Kamu…… kamu Lili?” Wanita ini kenal artis besar.
“Benar, tidak salah, tapi saya punya status lain, gosipnya saya adalah pacar tuan Wang.” dia menjawabnya dengan tersenyum.
__ADS_1