Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 775 Wabah Yang Bagus


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Rika tersenyum dengan dingin dan tidak membalasnya, dia segera memblokir Jeskry dari telepon genggamnya.


Ketika Jeskry melihat pesannya yang terkirim tidak bisa, dirinya tahu jika telah diblokir.


Hello! Im an artic!


“Sialan, beraninya memblokir aku?”


“Kak Jeskry apakah perlu memberikan dia sebuah pelajaran…?”


“Pergi kamu ngerti apa?”


Jeskry dengan tidak nyaman melihat saudaranya itu lalu memarahinya.


Hello! Im an artic!


Memang beberapa hari ini dia sangatlah sibuk, bukan karena dia sempat atau tidak membawa telepon genggamnya itu.


Ayah angkatyang itu, mencari sebuah toko dibagian selatan, lalu melakukan transaksi jual beli, dari lawan pembeli nya sangatlah berhati-hati, ketika mereka sedang melakukan transaksi, mereka memeriksa seluruh tubuhnya, ketika mereka menemukan sebuah telepon genggam, mereka akan segeram membunuh mereka, tentu saja Jeskry tidak berani mengambil resiko ini.


Siapa sangka ketika dia kembali, Rika malah memblokirnya.


Dia mengira Rika marah karena dia tidak mengangkat telepongnya, tetapi dia tidak tahu jika Rika mengetahui segalanya.


Malam hari


Rika kembali ke Villa Spring Mansion.

__ADS_1


“Rika.”


“Nona.”


“Wajahmu terlihat buruk.”


“Ah mungkin saja masuk angin?”


“Apakah kamu keluar dengan aman?”


“Tidak apa-apa, aku menuju jalanan 4, aku pergi untuk membeli cream mata, tetapi barangnya tidak ada.”


Tentu saja, Rika yidak ingin berkata dengan jujur kepada Lina Hua, walaupun Jeskry pria yang brengsek tetapi dia adalah pria yang dia cintai.


Dia tidak ingin menfitnahnya juga tidak ingin ada yang mengetahui ini, nona telah mengingatkan dia beberapa kali, tetapi tetap saja dia tidak mendengarkan.


Jika hari ini dia mengatakan hal ini, bukankah seperti sedang memukul wajahnya sendiri?


“Baiklah, kamu beristirahatlah, hari ini tidak perlu bekerja lagi, tidurlah dengan baik.”


“Baik terimakasih nona.”


Rika melihat nona yang tidak bertanya menghelakan nafasnya.


Sebenarnya, Lina Hua tidak perlu bertanya lagi, karena pada saat itu dia telah membuka matanya dan dapat merasakan hal ini.


Barusan ini dia melihat Rika dia merasakan sebuah amarah, tidak bisa apa-apa, kecewa juga sedih.


Apakah kedua orang ini berantem? Ataukah Rika menemukan sebuah hal?

__ADS_1


Lina Hua dapat menebaknya pasti, apalagi karena sikapnya Rika ini pasti terjadi suatu hal yang buruk.


Tengah malam,


Disisi lain, didalam hotel mewah.


Sapphire duduk disamping jendela sambil meminum anggur merahnya dan juga sambil melihat pemandangan diluar.


Dia keluar dari rumah sakit tidak lagi menjadi pembicaraan media, karena tidak membutuhkan orang-orang itu menghabisi Lina Hua.


Malam itu ketika kedua belas malaikat maut itu menyerang Lina Hua, Sapphire telah melihatnya.


Tentu, dia menggunakan sihir jahat untuk melihatnya, dengan kekuatan raja nereka hampir tidak jauh berbeda.


Apalagi melihat fire of the nine heavens dari Lina Hua, dia semakin terkejut.


“Nyonya Sapphire, mendapatkan pesan dari yang kuasa.” Roh berwarna putih itu berlutuh dibawah.


“Katakan.”


“Yang kuasa meminta nyonya Sapphire kembali untuk membicarakan sebuah hal.”


“Tidak bisa, aku tidak bisa pergi ada hal yang lebih penting yang harus aku kerjakan.”


Sapphire berdiri, sambil membawa gelas diatas meja, keluarkan tangannmu lalu dengan rambut hitammu itu bagaimana? Rambut panjangnya itu terlihat berbeda.


“Tetapi maha kuasa…”


“Kamu katakan kepadanya, jika aku telah menemukan sebuah wabah, aku akan menggunakan tubuh yang cantik itu, membuat diri sendiri… jika berhasil, maka kita tidak perlu takut lagi kepada kekuatan jahat ini, katakan saja pada guru agar tidak perlu takut.”

__ADS_1


“Wabah? Maksud dari nyonya… tubuhnya Lina Hua?” Roh berwarna putih itu merasa terkejut.


__ADS_2