Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 188 Sebuah Undangan


__ADS_3

Mood Lina sepertinya sedang bagus, dia tersenyum sambil berkata, “Coba tebak”


“Aku tebak ya, dengan sikap anda, pasti enggak akan setuju, siapa yang mau jadi ambassador tempat operasi plastik begitu? anda juga bukan hasil operasi plastik, sepertinya kakak anda punya maksud lain, menurut aku, dia sepertinya iri dengan kecantikanmu, di antara kakak beradik, hanya dia yang paling jelek, paling mirip pria.” Rika menjelekannya, Lisa memang jelek, di antar mereka berlima, hanya Lina dan Lili yang lebih cantik.


Hello! Im an artic!


Lina tersenyum dan diam saja. Untuk keluarga, dia hanya perlu menghadapinya, dan dia tidak perlu tulus dengan mereka.


Tapi secara pribadi, hubungan Lina dan Lili beda lagi.


Ketika mau pulang, Lina dan Rika bermaksud untuk pergi membeli beberapa bunga segar.


Tetapi tiba-tiba di telepon oleh Lili, dia meminta Lina untuk pergi mencarinya dan sekalian membawa kacang goreng.


Hello! Im an artic!


Dia gak tahu apa yang dipikirkan oleh Lili, banyak sekalian permintaan yang aneh darinya. Lina lalu langsung pergi membeli kacang goreng, kemudian pergi ke tempat yang diberitahu oleh Lili. Mereka akan bertemu di studio city di utara kota J, tempatnya tidak terlalu besar, hanya ada beberapa staff yang bertugas juga.


Lili mendapatkan sebuah kontrak film baru tentang masa kekaisaran, ketika Lina sampai, Lili masih berakting.

__ADS_1


Adegannya ada di sebuah hujan deras, dari atas ada yang menyiramkan air dengan selang, kemudian Lili melempar payungnya, dan mulai menangis, dia memakai baju congsam, dan pahanya terlihat sangat sexy, dia terkena hujan yang sangat deras, riasan di wajahnya pun rusak semua.


“Nona Lili benaran hebat banget, di cuaca yang dingin, dia harus diguyur hujan dan harus menangis”


Rika melihat dari dekat, baru menyadari bahwa menjadi artis juga tidak gampang.


Lina dengan muka tenang berkata, “Dunia orang dewasa, mana ada kata gampang?”


Setelah 5 menit, sutradara berteriak stop, asistent Lili dengan cepat memberikan handuk ke Lili, dan membawanya ke kursi.


“Kamu sudah datang?” ketika melihat Lina, Lili tersenyum


Lili makan dengan nikmat, “Gak tahu kenapa, tiba-tiba ingin makan ini, dan juga sedikit rindu dengan mu, jadi sekalian menyuruh datang dan membeli ini.”


Sikap Lili yang begitu terbuka, sungguh membuat orang lain nyaman, kata-kata seperti aku rindu kamu, dia juga ngomong dengan gampang.


LIna yang mendengarnya juga sangat nyaman.


“Oiya, kejadian kemarin sudah kamu bicarakan ke John?” Lili tiba-tiba terpikir.

__ADS_1


Lina juga tahu, kakaknya pasti akan bertanya tentang hal itu.


“Sudah”


“John bilang apa?”


“John bilang, dia sudah kenal denganSony sangat lama, dia bukan orang seperti itu, kamu ada salah paham apa gak.”


Setelah mendenganrnya, Lili langsung kesal memuntahkan kacang goreng di mulutnya.


“Phui, aku gak mungkin salah paham, brengsek itu sangat palsu, dia memalsukan dirinya di depan John, tapi di depan Lili, dia menampilkan sifat aslinya.” Ketika membicarakan orang itu membuat Lili sangat marah, detak jantungnya pun lebih cepat dari biasanya.


Lina belum sempat menjawab, dia sudah melihat seorang pria berumur 50an, rambutnya sedikit memutih, berkacamata, di leharnya ada sebuah kartu tanda pengenal.


“Nona kecil, kamu adalah artis kah?” Orang itu langsung bertanya ke Lina, Lina sedikit terkejut.


“Aku bukan.”


“bukan pun tidak masalah, bisa dipelajari, kamu tertarik untuk berakting gak? Kamu sangat cantik, aku kira cocok untuk bermain jadi seorang artis film dinasti, aku pas ada sebuah film kekaisaran, dan butuh pemeran permaisuri, sampai sekarang belum ketemu orang yang cocok, kamu ingin mencobanya?” Orang itu melihat ke LIna, dia sedikit bersemangat.

__ADS_1


Lina: ….


__ADS_2