Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Baby 345


__ADS_3

Queenie sangat bertekad bahwa dia akan mati bersama Keluarga Hua. Bahkan jika dia akhirnya melahirkan putrinya, dia tidak berencana untuk melarikan diri, setidaknya dia akan mengambil sepuluh juta uang.


Hello! Im an artic!


Kalau tidak, hanya tidur dengan orang tua itu, tidak mungkin bisa mengambil sepuluh juta. Queenie telah makan makanan yang asam sejak dia hamil agar bisa melahirkan anak laki-laki. Dia juga memberikan Peter ilusi kalau dia kemungkinan besar hamil dengan anak laki-laki, agar Peter lebih menyukainya.


Menghentikan kartu bank ayahnya hanyalah langkah pertama, Lisa belum menyentuh Queenie untuk saat ini.


Hello! Im an artic!


Di Spring Mansion


Lina menggambar seorang wanita di depan papan gambar. Dia menggambar wanita yang dia temui pada jamuan amal hari itu. Rambut merah pendeknya sangat istimewa.


Dia mencoba berpikir, tetapi dia tidak dapat mengingat di mana dia bertemu dengan wanita itu sebelumnya.


Ella memasuki studio dengan secangkir teh hitam dan makanan ringan.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Lisa sudah mengetahui hal ini untuk beberapa hari. Kenapa dia masih tidak melakukan apapun? Atau dia tidak mau mengurusi hal ini?”


“Biarkan lah masalah ini berlalu untuk sementara,” kata Lina ringan.


“Menurutku hal itu sangat menarik. Aku tidak menyangka Lisa bisa menjadi orang yang sangat sabar. Kupikir dia akan menemukan Queenie untuk mmemarahinya ketika dia mengetahui berita itu.” Ella sudah sering diejek oleh Lisa, dia tahu Lisa adalah wanita terburuk yang ada di Keluarga Hua, jadi dia sangat tidak nyaman dengannya.


“Semakin tidak melakukan apapun, nanti apa yang akan dilakukan akan menjadi masalah yang semakin besar, lihat saja……sesuatu yang besar akan terjadi.”


Lina menghela nafas sedikit dan menurunkan kuasnya tanpa menyelesaikan lukisannya.


Dia sedang tidak dalam mood yang bagus, karena dia sebenarnya sedikit khawatir tentang bagaimana Lisa akan berurusan dengan Queenie.


Bagaimanapun, meskipun Queenie bersalah, anaknya tidak bersalah, dan memang benar dia hamil.


Lisa dari dulu tidaklah berhati lembut. Jika dia tidak melakukan apapun terlalu lama, pasti akan ada hal buruk yang akan terjadi.


Takutnya Queenie tidak tahu apa yang akan dia hadapi.


Faktanya, Queenie hanya duduk dan rileks. Dia sudah lama bersama Peter, dan dia sangat berhati-hati. Dia merasa yang dia lakukan sudah sangat sempurna.

__ADS_1


Siapa tahu semuanya sudah diketahui orang.


Pada sore hari, Lina pergi ke klinik operasi plastik untuk menjemput Jessica.


Setelah dia menjalani operasi plastic wajah penuh, wajahnya sangat menakutkan karaena wajahnya dibungkus dengan kain kasa putih, mukanya seperti mumi.


“Tidak apa-apa. Saya sudah mengetes kulitnya dan kulitnya akan sembuh dengan cepat. Setelah satu bulan pemulihan sudah akan bisa dibuka dan bisa dilihat orang lain, tetapi jika mau kembali normal, diperkirakan akan membutuhkan waktu setengah tahun,” kata dokter itu kepada Lina.


“Baiklah, tolong.” Lina menyerahkan sebuah amplop merah.


“Aku tidak perlu uang tambahan.”


“Kamu simpan saja. Lili mengatakan kalau kamu memiliki keterampilan medis yang hebat. Beberapa temannya telah melakukannya di sini, dan kita semua puas.” Lina mempercayai Lili.


Jessica dibantu oleh Rika dan Ella naik ke Audi a8 Lina.


“Linlin, aku baik-baik saja, jangan khawatir.” Wajah Jessica membengkak seperti kepala babi saat itu, dan dia tidak berani melihat ke cermin.


“Ini masih masa pemulihan. Kamu tidak harus pergi ke kelas dalam waktu dekat ini. Nilaimu selalu sangat bagus. Aku akan mengambilkan cuti sebulan untukmu. Kamu bisa beristirahat dengan tenang dan langsung menuju ujian akhir. Dan kamu jangan tinggal di asrama sekolah juga. Ada terlalu banyak orang di dalam kamar. Saya khawatir kamu akan mendapatkan infeksi luka, jadi saya menyewa satu apartemen di dekat sekolah dan merapihkannya. Aku akan membawamu untuk tinggal disana, ada segalanya di sana, dan kamu juga bisa masak sendiri disana. ”

__ADS_1


“Linlin, kamu memperlakukan aku seperti ini, bagaimana aku bisa membalasmu?” Jessica merasa sangat bersalah, karena Lina terlalu baik padanya, dia selalu merasa bahwa dia tidak bisa membalas Lina.


__ADS_2