Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 163 Menjadi Boss Sekolah


__ADS_3

Orang-orang ini sepertinya tidak mempunyai niat baik, jadi ketika melihat gaya Lina yang sombong itu, mereka semakin marah.


“Yi, kita gak usah basa-basi lagi, langsung hajar saja, kita hancurkan muka rubahnya ini, harus balaskan dendam idola kita. Cewek yang di samping sudah tidak sabar, murid seperti ini, di sekolah sangat-sangat banyak.”


Cewek yang latar belakangnya biasa, malah ada yang jelek, bermuka jelek, tapi berhalusinasi gak jelas.


Berharap cowok yang mereka suka itu bisa menjadi suami mereka, kemudian mengidolakan mereka seperti artis.


Dan juga sering membentuk fans club gitu, kali ini Freddie terluka, yang mengujunginya ke rumah akit katanya sangat banyak.


Tanpa adudomba dari Lexie, tentunya akan ada yang mencari Lina untuk balas dendam.


“Freddie juga berani kamu pukul, hebat kali kau ini, hari ini aku akan mengajari kamu, kita lihat muka rubah kamu ini, lain kali gimana godaian pria lain.”


Setelah selesai berbicara, cewek rambut pendek tadi langsung mengulurkan tangan mau menarik rambutnya Lina.

__ADS_1


Dengan cepat Lina langsung menghindarinya, kemudian dengan cepat dia menarik sebatang bun dari rambut panjangnya.


Berwarna perak, dan juga sangat tajam.


Kemudian dengan cepat bergerak ke belakang wanita berambut perak itu, dan menggunakan 1 tangannya menahan lehernya.


1 tangan lagi, mengarahkan bun itu ke arah tenggorokannya.


Cewek lain pada bengong, ada yang bahkan gak percaya, mengira ini hanya khayalan.


“kamu……jangan mengacau ya, aku bilangin, kalau membunuh itu termasuk pelanggaran hukum, bisa dihukum mati juga.” Ada seorang cewek lain berkata dengan gugup.


Lina hanya tertawa, “kalian yang mulai duluan, aku hanya melindungi diriku saja, kalaupun dia mati, pengacara aku juga bisa membuktikan aku hanya melindungi diriku, kalian tahu aku punya pemodal di belakang kan? Pemodalku tentunya sangat rela menghamburkan uang untukku, setelah puluhan milliar dibayarkan, kalian kira aku perlu punya tanggung jawab apa lagi? Jadi kalau mati disini yah akan jadi mati sia-sia.”


“kamu……kamu jangan mengancam, aku juga gak takut.” Cewek rambut pendek itu sudah panik sampai gemeteran, tapi tetap berusaha melawan Lina.

__ADS_1


Lina juga malas basa-basi dengannya, dia langsung menambah tenaganya.


Bun yang tajam tadi dengan pelan menusuk ke kulitnya, muka cewek tadi langsung pucat.


“Jangan, aku mohon, aku masih gak mau mati, aku gak mau mati.” Cewek rambut pendek itu akhirnya jatuh mentalnya, sambil memohon sambil nangis, tentunya yang membuat dia terkejut adalah kata-kata Lina tadi, mereka beberapa cewek hanyalah masyarakat biasa, gak punya uang dan kekuasaan, tapi seluruh sekolah tahu di belakang wanita ini ada pemodal, mobil yang mengantar jemput dia semua milliaran, jadi kalau dia beneran melakukan sesuatu yang ekstrim, mungkin orang lain juga akan mati sia-sia, dia paling cuman ganti rugi saja, tapi yang mati itu yang dirugikan malah nyawanya, dipikir lagi, buat apa balas dendam? Freddie saja gak tahu dia siapa, ok?


“sudah mengerti sekarang?”Lina sudah tahu hasilnya mereka, jadi dia juga hanya menakutinya, tidak beneran mau menusuknya.


Dia hanyalah kasar, tapi……kalau sampai membunuh dia juga tidak mau.


“aku udah mengerti, tolong lepaskan aku, aku jamin gak akan menganggumu lagi.”cewek rambut panjang itu segera memberikan jaminan.


Lina akhirnya melepaskannya, kemudian kembali menusukan bun kembali ke rambut panjangnya.


“iya, jangan ganggu aku, kalau gak mau keluarga kamu bangkrut semua.” Setelah itu, Lina langung mendorong cewek yang di depannya, lalu berjalan keluar dari toilet.

__ADS_1


“wanita ini terlalu menyeramkan……” cewek-cewek tadi berkata.


__ADS_2