
Hello! Im an artic!
Lina Hua: Aku tidak bisa tidur, lalu bangun untuk minum air.
Lili: Kalau begitu pas sekali, ayo mengobrol.
Hello! Im an artic!
Lina Hua: Cepat tidur saja, apa kau tidak takut tua? Windi, kita bicara pribadi, ada yang ingin kubicarakan.
Perkataan Lina Hua itu mengakhiri percakapan group chat yang ramai itu, Windi langsung mengirimkan pesan pribadi pada Lina Hua.
Windi: Ada apa?
Lina Hua: Aku punya firasat buruk.
Hello! Im an artic!
Windi: Apa?
Lina Hua: Begitu mayat ini bangkit, ia langsung membunuh orang sebanyak ini, kurasa mayat itu bukanlah zombie mayat biasa.
Windi: Soal itu, kau tidak perlu khawatir, aku sudah pernah melihatnya, ia hanya berasal dari zaman kuno saja, sama sekali tidak punya kekuatan apa-apa, lagipula dengarkan perkataanku, sudah ada orang dari Keluarga Ling yang disebut sebagai keluarga pengusir arwah setan yang beraksi malam ini, seharusnya permasalahan ini akan segera berakhir.
Lina Hua: Kuharap begitu.
Sebenarnya, apa yang dikatakan Windi memang benar, ia memang sudah memeriksa jasad itu dengan sangat teliti, memang betul-betul tidak ada titik yang mencurigakan.
__ADS_1
Ia bisa membunuh tiga orang dalam satu malam itu, semua karena planet Mars dan Bumi yang membentuk seratus delapan puluh derajat dan enam puluh derajat, oleh karena itu banyak memakan korban.
Di hari berikutnya, yang mati kurang lebih hanyalah satu orang saja dalam semalam, atau bahkan hanya mengagetkan orang saja.
Keluarga Ling memang juga lumayan hebat, tapi dari dulu tidak pernah akur dengan Keluarga Feng, demi keuntungan bersama, Windi pun tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka.
Malam ini, Keluarga Ling mengirimkan seorang anak muda pria yang umurnya kurang lebih dua puluhan tahun.
Sepertinya mereka hendak menggunakan zombie tua itu untuk melatih anak muda itu, biasanya, menempelkan simbol mantera, melemparkan beras-beras ketan, lalu mengikat dan membakar zombie itu sudah cukup.
Namun……
Tiba-tiba anak buah Sapphire ikut campur dalam aksi Keluarga Ling itu, arwah suruhan Sapphire itu melepaskan arwah seekor kelelawar yang aneh dan memasukkannya ke dalam tubuh zombie tua itu.
Sehingga zombie tua malam itu bukanlah zombie tua biasa yang disebut-sebut oleh Windi.
Begitu Lina Hua terbangun, Windi pun sudah berada di dalam rumahnya, saat itu baru pukul enam pagi.
“Kenapa datang sepagi ini?”
“Lina Hua, ada suatu hal buruk yang terjadi.” kata Windi dengan nafas terpenggal-penggal.
“Kenapa?” jantung Lina Hua pun berdebar kencang.
Windi berbisik ke telinganya, “Anak utusan Keluarga Ling meninggal kemarin malam.”
“Mana mungkin?” mata Lina Hua terbelalak.
__ADS_1
Dengan serius Windi berkata, “Aku tidak bohong, aku juga baru saja mendapatkan kabar itu, dengar-dengar katanya mereka mengutus seorang anak laki-laki berumur dua puluhan, ilmunya memang lumayan kuat, tapi kalaupun ia tidak bisa mengalahkan zombie itu, ia juga tak mungkin akan mati seperti ini, oleh karena itu aku ingin menemuimu, kurasa ada sesuatu yang ganjil terjadi di sini.”
“Sepertinya hal-hal yang kukhawatirkan benar-benar terjadi.”
Seketika, Lina Hua pun muram, sehebat apa zombie itu sampai ia bisa membunuh keluarga pengusir setan.
Dan yang lebih hebatnya lagi, setelah membunuh anak muda Keluarga Ling itu, ia juga menelan jiwa anak itu dan membuatnya bersatu dengan tubuhnya.
Sehingga di dalam tubuh zombie tua itu saat ini ada arwah kelelawar yang aneh dan arwah anak Keluarga Ling, kekuatannya pasti sangat dahsyat……
“Kulihat dulu.”
Lina Hua berjalan ke depan jendela, membuka gordennya, lalu melihat cuaca di luar.
Lalu mengerutkan keningnya, tak bersuara.
“Lina Hua, bagaimana?” Windi juga panik.
“Ternyata memang benar tidak sama, kemarin malam tidak seperti ini, sekarang Kota J benar-benar diselimuti oleh aura malapetaka yang sangat kelam, pasti akan banyak orang yang mati, zombie itu sudah berubah.”
“Berubah? Mana mungkin?” Windi sedikit bingung.
“Tak perlu curiga lagi, ia memang benar-benar sudah berubah, ia pasti sudah memakan sesuatu yang aneh dan sudah tak sama dengan yang kau lihat waktu itu, kalau tidak, bagaimana mungkin ia bisa membunuh anak Keluarga Ling? Windi, kita berdua harus menemukannya, kita harus membunuhnya sebelum ia menghabiskan banyak korban lagi.”
“Tapi…… ini bukan kewajiban kita kan.” Windi tetap merasa dirinya tak ingin melakukan hal baik seperti ini, toh dirinya juga bukan Bunda Maria?
“Kalau kita tak berbuat apa-apa, kekacauan ini pasti akan terus terjadi, apa kau ingin membuat semua orang di Kota J ini binasa?” tanya Lina Hua pada Windi.
__ADS_1