
Hello! Im an artic!
Andy menunjuk-nunjuk John, “Hanya kamu yang lebih mengerti aku.”
“Cahaya rembulan hanya simpan di hati untuk dikenang saja, dalam kehidupan nyata harus mencari mawar merah agar bisa lebih nyata menikmatinya, kak Andy, aku beritahu kamu, ada satu temanku pacarnya, mereka adalah adik kembar, yang paling utama banyak bakat, panggilannya wanita seksi memikat, apakah kamu tertarik?” Rony paling pintar menggoda orang di antara mereka.
Hello! Im an artic!
“Aku tidak tertarik, kamu kenalkan pada kakak Wang saja.” Andy langsung menunjuk ke arah Sony.
“Aku juga tidak perlu, terima kasih, tidak sanggup.” Sony wang juga menolaknya.
“Kalian ya, sungguh tidak mengerti arti kesenangan, bahkan tidak keluar untuk menggoda gadis kecil, sungguh menyia-nyiakan uang dan paras yang kalian miliki.” Rony mengeluh.
John mengambil kesempatan untuk bercanda dengan Sony, “Akhir-akhir ini suasana hatimu tidak bagus, kenapa? cemburu?”
Hello! Im an artic!
“Cemburu? cemburu dari mana.” Sony masih tidak mau mengakuinya.
“Jangan mengelak lagi, apakah karena gosip Lili……hatimu terasa tidak enak?” John mempunyai sebuah perasaan, jika Sony tidak suka dengan Lili, tidak akan menyuruhnya menyamar jadi pacarnya, apalagi nyamar sekali saja sudah cukup, sekarang proyek itu sudah selesai, tapi dia masih membawa Lili kembali ke kediaman Wang, ini menandakan, pasi ada sesuatu.
__ADS_1
Tentu saja, Lili tidak tahu kalau proyek itu sudah berakhir, jika dia mengetahuinya, mungkin dari awal sudah kabur, tidak akan melangkah ke kediaman Wang selangkah pun.
“Masalah Lili, apakah ada hubungannya denganku?” jelas sekali Sony terus berpura-pura tenang.
“Bukankah Lili sudah bersama Eric?” Rony menyela sepatah, lebih membuat hati Sony mendingin.
“Sudahlah, sebenarnya kita datang untuk minum atau untuk bergosip?” satu kata dari Sony mengakhiri topik pembicaraan tentang Lili, empat orang lanjut minum.
Sangat cepat seminggu berlalu.
John dan ayahnya melakukan perjalanan bisnis ke kota tetangga memeriksa sebuah proyek, Lina membawa Rika dan Ella pergi ke toko kecil, duduk sejam lebih di sana.
Setelah tidak adaorang yang bertanya lagi, Lina mengajak untuk jalan-jalan ke pinggiran kota.
Rika melihat nonanya sangat berminat, juga mencoba memeriksa objek wisata.
Menemukan taman ekologi hijau yang berjarak 30 kilometer dari pinggiran barat.
Taman ekologi hijau dalam beberapa tahun ini sangat populer, tidak peduli satu tahun empat bulan, di dalam rumah kaca ada, anggur, tomat dan buah persik.
Unggas dan sejenisnya harusnya juga ada, orag-orang di kota sangat menyukainya.
__ADS_1
Lina berpikir memetik sesuatu juga bagus, turun tangan sendiri akan ada kesenangan tersendiri.
Hanya saja tak menyangka, dia baru turun dari mobil, sudah melihat sebuah plat mobil yang tidak asing lagi.
Mobil bentley warna hitam, nomor plat a1199, ini adalah mobil saat neneknya masih hidup, lalu nenek meninggal dan memberikan mobil ini padanya, dia lalu memberikan pada ayah ibunya.
Mobil berada di sini, apakah…orang tuanya juga ada di sini? Lina sedikit mengernyit.
“Rika, kamu bawa mobil kita, parkir agak jauh.” Lina memerintahkan.
“Baiklah, nona.” Rika mengikuti perintah, akhirnya memarkirkan mobil di pintu samping yang agak jauh di taman ekologi hijau.
Lina membawa Rika dan Ella turun mobil lalu berjalan masuk ke dalam, benar saja, tidak jauh di sana, sebuah sosok badan yang akrab, itu adalah papanya?
Peter memakai mantel wol panjang berwarna hitam, satu tangan membawa tas, satu tangan lagi menggandeng seorang wanita.
Dan wanita itu, ternyata bukan ibunya Lina.
Wanita itu kelihatannya baru berumur sekitar 30an, parasnya sangat lembut, postur tubuhnya bagus.
Dia memakai mantel wol berwarna kopi, memakai topi kecil, satu tangan membawa keranjang, sedang yersenyum ke arah Peter, tidak tahu mengatakan apa.
__ADS_1
“Hmm Hmm…nona, apakah itu Tuan besar dan selingkuhannya?” Ella batuk sebentar, dengan suara pelan bertanya.
Sejujurnya, saat ini, Lina juga merasa canggung, bertemu ayah kandung dan selingkuhannya di luar sedang mesra berpacaran, semuanya pasti akan merasa canggung.