Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 144 Tidak Dianggap


__ADS_3

“Jarang-jarang bisa mempersulit kamu, kamu boleh gak kerjain juga, jadi kamu balik ke perusahaan jelek kamu saja.”


Bisa dilihat, Steve sangat kesal dengan anak keduanya ini yang terus bermain saja kerjaannya.


Apalagi pernikahan yang sudah disiapin untuknya malah hancur, dan akhirnya tanah di danau peri itu diambil oleh keluarga Jiang.


Karena hal ini, membuat Steve sangat kesal dengan anaknya ini.


“Pak, perusahaan farmasi itu sudah tidak bisa diselaamatkan, kenapa kamu mesti mempersulit Eric?” Ferdy akhirnya juga tidak tega adiknya pergi mengurus perusahaan jelek itu.


“kalau gak begini, gimana cara buktikan dirinya?” Steve bertanya dengan serius.


Nyonya Xie lebih tenang, dia hanya menyuapi cucu kecilnya, dari awal sampai sekraang tidak mau mengikuit percakapan ini.


Urusan perusahaan, dia seorang ibu rumah tangga tidak peduli, juga tidak mau menanyakan.


“Pa, kalau enggak biarkan adik kembali kerja dulu, kita kasih dia kesempatan lagi?” Fenny juga ikut memohon.


Keluarga Xie lebih damai dari keluarga Hua, anggota keluarganya juga tidak saling bertengkar, mereka juga tidak mungkin karena masalah uang saling bertengkar.

__ADS_1


Ferdy termasuk orang yang loyal, Fenny juga wanita yang sangat pengertian, di keluarga Xie, mereka sangat dihargai.


Gak menunggu papanya menjawba, Eric lalu memukul meja.


“Pa, kita deal, kalau dalam 1 bulan ini aku bisa menyelamatkan perusahaan farmasi itu, kamu harus masukan aku ke direksi seperti kakak, jadi CEO.”


“Gak masalah.” Steve menjawab dengan santai.


Karena menurut dia, itu juga hal yang tidak mungkin.


Eric dengan cepat menghabiskan makanannya, lalu segera membawa mobilnya pergi ke perusahaan farmasi itu.


Ketika selesai pengecekan, dia hampir gila.


“astaga.” Eric memegang pinggangnya, dia memarahi dirinya kenapa mau ngomong besar.


“Boss kecil, hehe, kondisi ya begini sekarang, anda ada rencana seperti apa?” General manager dari perusahaan ini bernama Ableson Han, seorang gendut yang cuman bisa ngomong saja,karena dia direkrut dari luar, setiap tahun mendapatkan gaji, yang lain dia tidak peduli, perusahaan bangkrut, dia tinggal cabut.


“Biar aku pikir dulu.” Eric cemberut.

__ADS_1


Di kampus Universitas Nasional


Lina ijin sakit selama seminggu, pas datang ke kampus, tentunya sempat mengemparkan seluruh isi kampus.


Selain kampus sendiri, murid dari luar saja datang untuk melihatnya.


Ketika istirahat siang, dia seperti biasa melalui pintu samping, mau pergi cari makan.


Freddie sudah menunggunya lama di sana, ketika dia lewat, langsung dipanggilnya.


“Linlin.” Dia gak tahu nama aslinya, hanya tahu seluruh sekolah memangiilnya begitu, kalau gak yah dewi kecil, atau semacamnya.


Tapi panggilan itu berlebihan, Freddie tidak suka.


“Ada apa?” Lina meliriknya, tatapanya tetap dingin.


Freddie sedikit tidak tahan digituin, dia mendekati Lina beberapa langkah.


“lama tidak ketemu, kok kamu bolos 1 minggu, di rumah ada urusan yah?” dia bertanya.

__ADS_1


Lina melihatnya dengan tatapan dingin, “menurut aku kita sepertinya tidak begitu akrab sampai boleh tahu urusan privasi orang, dan juga aku tidak ada kewajiban memberitahumu, bukan?”


“kamu dengan siapapun dingin beginikah?” Freddie bertanya kepadanya dengan sedikit tidak sabar.


__ADS_2