
Lagu Liszt sebenarnya sangat susah dimainkan, lagu Feux Follets ini tidak usah dibicarakan lagi.
Jadi dari awal, Lexie sudah kelabakan, tidak bisa mengikuti ketukannya.
Dan Lina sangat stabil dan teratur, sedikitpun tidak kacau, tidak dibawa pergi oleh Lexie.
Lexie pada bagian pertama terpaksa masih bisa mengikuti mendapat sedikit nilai…..
Tapi di tahap kedua, saat bertambah kecepatan, jari-jarinya tidak bisa mendengarkan perintahnya.
Dia panik sampai air mata juga berputar di dalam mata……
Lalu berdiri dan meminta maaf pada semuanya, tidak mengatakan apapun, hanya diam berdiri di samping Lina melihatnya bermain.
Dia melihat Lina bermain dalam jarak yang sangat dekat, lalu merasa sangat terkejut.
Mengira gadis kecil ini tidak pintar memainkan piano, tak terpikirkan sekali memainkannya, bahkan satu tingkatan dengan para master.
Melihat kecepatan tangannya, sudah tahu pasti telah berlatih selama beberapa tahun.
Lexie awalnya ingin mempermalukan Lina, malah sebaliknya dia dipermalukan orang lebih keras lagi.
Rasa di hati yang tak bisa diungkapkan, ingin menangis juga tidak berani……
Hanya merasa sangat menyesal…..
Eric terlalu bersemangat, melihat Lina memainkan lagu Liszt sungguh menakjubkan
Dia memang sedang makan di restoran, bahkan sumpit juga belum di letakkan.
Penuh semangat berkata, “Aduh gila, Linaku sungguh hebat, orang yang kejam, aku memang tidak salah menilai orang.”
__ADS_1
Mengenai Lina bisa memainkan piano, John sama sekali tidak terkejut.
Karena dulu laporan hasil penyelidikan data, gadis ini walau tidak pernah bersekolah, tapi lebih hebat dibandingkan dengan para mahasiswa di Universitas utama.
Piano catur buku lukisan, pantun tulisan lagu semuanya sangat mengerti.
Untung saja sekarang zaman modern, jika adalah zaman kuno.
Dia juga mau curiga, nyonya besar Hua, mengikuti aturan dari istri putra mahkota, untuk mendidik Lina.
Sungguh seorang talent seba bisa.
Rika dan Ella menonton siaran langsung di rumah, sangat bersemangat.
“Nona sangat luar biasa, sudah seharusnya membalasnya, wanita sialan itu nona sudah mengalah dia bertambah sengaja.”
“Nona kita tidak suka melakukannya, begitu dilakukan, bisa membuat mereka semua terkejut, ha ha ha.” Ella sambil makan kuaci, sambil mengagumi nona sepihak menyerang wanita tercantik di Universitas Nasional.
Tepuk tangan satu ruangan kembali pecah, sangat lama masih terus mendengarnya.
Lexie cepat-cepat sudah minta maaf, bilang badannya tidak enak, tadi mempengaruhinya bermain, dan turun panggung.
Sebenarnya babak ini juga sudah bisa dilihat, Lexiesama sekali bukan karena badan tidak enak.
Karena kehilangan muka, ditekan sampai tidak membalas.
Kali ini gadis kecil berparas cantik lebih terkenal lagi……
Malam itu juga banyak media terkenal yang sudah menyebar ulang video ini.
Untung saja rambut panjang Lina menutupi wajahnya, membuat semua orang tidak melihat penampilannya dengan jelas, tidak ingin identitas dirinya bocor.
__ADS_1
Karena setelah indentitas diri bocor, lebih merepotkan.
Setelah Lina turun panggung, kembali ke tempat duduknya, melanjutkan menonton pertunjukan dengan datar.
Freddie duduk di belakangnya, sebenarnya jaraknya sangat dekat.
Freddie seketika muncul minat, mengambil selembar tisu restoran, diremas-remas.
Lalu melemparnya kesana….
Lina membalikkan kepala, sedikit mengernyit.
“Lagu Liszt dimainkan sangat bagus, memberimu sebuah jempol.” Kata ini bukan pujian, tapi tulus.
Saat masih SD Freddie pernah belajar piano beberapa tahun, setelah dewasa, kecanduan main basket.
Tapi dia mengerti tenik jari Lina tadi, sungguh luar biasa.
Lina mengangguk pelan, menandakan sudah mengerti, tidak membicarakan apapun.
Tampangnya itu, sungguh sangat luar biasa.
Sama sekali tidak menganggap pria terganteng di kampus itu berarti apa-apa.
Sejujurnya, dalam hati Freddie lumayan kecewa.
“Haha, kakak Yuan kita selama ini sudah terampil berhubungan dengan wanita, panggilannya penakluk wanita, sekarang sudah bertemu dengan lawan…aku lihat si cantik tidak terlalu peduli denganmu, gadis ini lebih keras lagi dibandingkan Lexie……”
Freddie ingin berbicara, wechat diponselnya berdering.
Begitu buka melihatnya, dikirim oleh Lexie.
__ADS_1
“Tadi penampilanku tidak bagus, hati terasa sedih, terus menangis tanpa bisa menahannya, aku sekarang ada di paviliun, bisakah kamu datang menemaniku?”