Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 299 Wedding Yang Simple


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Walaupun Lili langsung mentransfer angpau 880 ribu ke rekening Lika, membuat Lika jadi tidak enak hati.


Lina meluangkan waktu pergi, waktu pulang, memberi sendiri hadiah, memilih dari kotak perhiasan sendiri.


Hello! Im an artic!


Sepasang giok yang berkualitas bagus, warnanya putih muda, terlihat sangat berharga.


“Adik kelima, saya tidak bisa terima, ini sangat mahal dan berharga.” Lika menolak.


“Ambillah, barang seperti ini tidak seharga dengan nyawa, kamu dan saya bisa jadi kakak dan adik, ini susah didapat, barang ini tidak berarti.” Lina menjawab datar.


“Adik kelima, setelah saya sakit, baru tahu bahagia bukan apa yang kamu dapat, tetapi kalau bisa ketemu orang yang tidak mencampakkanmu, harap kamu bisa menemuinya, jaga kebahagiaan itu, John orang baik, semoga kamu bisa membuka hatimu, menghabiskan hidupmu dengannya.”


Hello! Im an artic!


Setelah Lina mendengar, menganggukan kepala, sebenarnya dia sudah berencana begitu.


Waktu ini, Benard masuk, tangan nya memegang bahan-bahan hotpot yang dipesannya.


“Lika, denger-denger setelah catatan sipil harus makan hotpot, kehidupan baru akan berapi-api, badanmu tidak baik, kita di rumah sakit biasa saja, tunggu kamu sembuh, baru bawa kamu makan yang enak ya, adik kelima, kamu jadi saksi kebahagiaan kita ya, tahu kamu vegetarian, beliin kamu banyak sayur dan bihun.”

__ADS_1


“Baiklah.”


Lina langsung setuju, percintaan Lika dan Benard, membuat kagum Lina.


Tidak merasa mereka biasa, tetapi merasa mereka sangat bahagia, sangat hangat.


Yang Benard pentingkan bukan uang Lika, tetapi Lika malah membohongin apa yang dibilang Benard, ini orang Keluarga Hua tidak tahu.


Waktu siang, John juga datang, Lili juga datang.


Kayak begini, beberapa orang dengan sederhana makan hotpot.


Benard mengeluarkan hp, kirim stories, menulis——akhir-akhir ini ada gosip saya sudah menikah, saya mau membenarkan, ini emang benar.


“Kakak ketiga, mukamu pucat, apa kemarin malam tidak tidur?” Lina sadar Lili sering menguap.


“Eh…… iya, akhir-akhir ini insomnia.” Lili tidak pede.


Dia sangat takut orang lain tahu dia tidur di rumah Sony, sebenarnya pagi hari, dia dan Sony diam-diam membuat persetujuan.


Tidak memberitahu siapapun hubungan mereka, tidak mau terlalu keliatan.


“Kalau begitu kamu harus banyak istirahat, badan itu yang paling utama buat cari duit.” Pesan Lina.

__ADS_1


“Hm, saya tidak apa-apa, badan sangat ok.” Lili segera menutupinya.


Setelah makan siang, Lina tanya Lika, “Kakak keempat, sekolah sana kamu ada rencana apa?”


Lika melihat Benard sekilas, tersenyum menyandar ke dadanya.


“Dia sudah bantu kasih tahu pihak sekolah, sebenarnya saya mau resign, hanya sekolah tidak tega, kasih saya gaji pensiun, mau ke sana kapan saja bisa.”


“itu juga ok, kamu bisa tenang istirahat.” Lina menghiburnya.


“Kalau besok tidak demam, saya rencana keluar rumah sakit, langsung pindah ke rumah dia, ntar tolong kasih tahu orang rumah, kakak pertama dan kedua, biarin saja, saya pikir…… setelah hari itu, saya juga tidak ada kedua kakak lagi.” Lika berkata.


Lili dan Lina saling melihat, tidak banyak bicara, mereka mengerti maksud Lika.


“Adik kelima, waktu kesini kamu menjaga saya, kamu sudah cape…… lain kali kalau ada kesempatan, pasti akan membalasmu.”


Lika menggenggam tangan Lina, ada sedikit terharu.


“Satu keluarga tidak ngomong yang lain.” Lina bergerak pelan-pelan.


Lika juga melihat John, berkata dengan pelan-pelan, “John, adik kelima saya…… adalah seorang yang baik, walaupun sifatnya dingin, tetapi sangat baik hati, kamu pasti harus baik kepada nya, jangan mengecewakan dia.”


Setelah mendengarnya Lina, dengan tidak enak melihat John, berharap dia mengatakan apa.

__ADS_1


__ADS_2