Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 702 Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sony Wang bukan tidak berbakti, hanya saja dia juga pusing kalau keluarganya terlalu banyak ikut campur.


Lili Hua sangat baik padanya, dari dulu tidak pernah menggangunya, demi dia, Lili Hua bersedia memasak, mengepel dan mencuci piring.


Hello! Im an artic!


Sampai demi berhubungan dengan baik, dia menolak undangan dari lima buah film dan rugi sampai lebih dari ratusan juta.


Hati orang tumbuh dari daging, siapapun juga bukan berhati batu, maka Sony Wang tidak setia buta, dia pasti tidak akan membuat pacarnya sedih.


Memanjakan yang harus dimanjakan, melindungi yang harus dilindungi.


Walaupun tidak seperti John Jiang yang begitu berhati-hati melindungi Lina Hua, tapi dia juga penuh dengan ketulusan.


Hello! Im an artic!


Dia merasa semuanya pantas terutama saat melihat suasana hati Lili Hua sedang baik dan tertawa ceria tanpa beban.


Disisi lain, duluWindi Feng dan Andy Qin bertengkar, lalu walaupun sekarang masih belum berbaikan, tapi Andy Qin sudah tidak tinggal disana lagi.


Dan karena Windi Feng dijodohkan dan membuatnya marah, dia ingin bersikap dingin padanya beberapa hari.

__ADS_1


Tapi Windi Feng masih tidak berbuat apa-apa, dia sendiri sudah tidak tahan dan ingin pindah kembali, tapi dia juga tidak bisa kehilangan muka, sungguh sedih sekali.


Sepanjang hari ini Windi Feng didalam rumah memakai masker muka, mendengarkan lagu, lalu mendengar suara ketukan pintu.


Dia membuka pintu sambil mengomel, “Andy Qin bisakah kamu dewasa sedikit……?”


Ucapan terputus sebelum selesai dikatakan, karena orang didepan pintu bukanlah Andy Qin, melainkan sepasang suami istri setengah baya.


Kelihatan seperti berumur lima puluh tahun lebih, pakaiannya mewah, ada uban diatas rambut lelaki, berpakaian tunik China, auranya tidak biasa.


Wanita anggun disampingnya memakai cheongsam panjang berwarna merah tua, memakai kulit rubah putih dipundaknya, tangannya menenteng tas hitam bulat.


“Apakah kamu Windi Feng ?” Wanita tersenyum dan bertanya lebih dulu.


“Ya, aku Windi Feng .”


“Apakah kita kenal?” Windi Feng tidak pernah melihat kedua orang ini, maka bersikap terkejut.


Lelaki melihat Windi Feng sekilas, ekspresinya tenang, “Kami adalah orang tua Andy Qin.”


Ah? Windi Feng hampir pingsan, sungguh terlalu tiba-tiba, kenapa bisa ada orang tua Andy Qin? Kenapa mereka bisa mencari dirinya?


Astaga, bukankah katanya orang tua Andy Qin ada di kota J, mereka selalu ada di kota lain dan sangat jarang berhubungan dengannya?

__ADS_1


Ada suatu kali saat makan dan mendengar John Jiang berkata kalau beberapa tahun ini setelah Andy Qin datang ke kota J, orang tuanya pernah datang sekali, John Jiang juga hanya bertemu sekali itu saja.


Sony Wang dan Rony Gao tidak pernah bertemu sekalipun, keluarga Qin yang begitu misterius, rupanya hari ini bisa datang ke rumahnya? Ada apa?


Windi Feng tiba-tiba sedikit takut……


Dari dulu dia tidak takut hantu, tapi takut pada orang, terutama orang yang mengacaukan hubungan tanpa alasan.


“Apakah kami bisa masuk dulu baru bicara?” Nyonya Qin bertanya.


“Ah, cepat masuklah, maaf, aku sedikit terkejut.” Windi Feng baru tersadar, dan mempersilahkan keduanya masuk kedalam rumah.


TempatWindi Feng ini rumah tua, walau kebersihannya lumayan, tapi bukan tempat yang bisa dapat dibanggakan.


Windi Feng segera menuangkan dua gelas air untuk keduanya, kemudian duduk diatas sofa dengan tegang, melepaskan masker muka, wajahnya masih berminyak karena serum perawatan muka.


“Kamu tidak perlu tegang, kita tidak ada maksud jahat.”


Nyonya Qin melihat nona kecil sangat tegang dan tertawa menenangkan.


“Ya, ya, namaku tidak tegang, bukan, namaku Windi Feng .” Windi Feng sebenarnya sangat tegang.


“Kami tahu namamu Windi Feng , juga tahu keluargamu tinggal di Wyan, Sudarjo Fengadalah kakekmu, benarkan?”

__ADS_1


“Ya……Benar, kelihatannya kalian sudah mengenalku dengan jelas.” Windi Feng tahu, orang kaya ini, paling suka memeriksa asal usul orang, mendengar maksud ini, mungkin mereka sudah memeriksa keluarga sendiri sampai tiga generasi, dirinya juga tidak perlu mengatakannya lagi.


Nyonya Qin melihat sekilas suami disampingnya, “Suamiku, lebih baik kamu yang mengatakan hal ini saja.”


__ADS_2