
Hello! Im an artic!
Lina menghentikan langkah kaki, untung saja jarak mereka dengan ayah Lina dan wanita itu tidak terlalu dekat, jika tidak langsung berhadapan, maka akan sangat canggung.
“Ayo pergi.”
Hello! Im an artic!
Lina sudah melihat, jadi seketika suasana hati untuk memetik juga sudah tidak ada lagi.
Membawa Rika dan Ella dari pintu samping langsung pergi, tidak bertatap muka dengan ayahnya.
Beberapa tahun ini Lina jarang tingggal di rumah lama, waktu untuk bersama dengan orang tuanya sangat sedikit, tapi dia juga sedikit banyak memahami ayahnya.
Hubungan Peter dan istrinya masih lumayan baik, walau tidak sampai tahap yang sangat mesra, tapi juga saling menghormati, tidak pernah ada ribut.
Hello! Im an artic!
Pandangan orang luar, mereka sudah termasuk pasangan baik di mata orang kaya, dan Peter beberapa tahun ini tidak ada gosip.
Kelima putrinya juga dari istri sah, kemudian badannya tidak sehat jadi pensiun lebih awal, tidak pergi ke perusahaan.
__ADS_1
Menyerahkan bisnisnya untuk di urus putri pertama dan putri keduanya, kebanyakan waktunya digunakan untuk kumpul bersama temannya minun teh dan main golf.
Lina belum pernah mendengar gosip tentang ayahnya sedikitpun, tapi tadi jelas-jelas……
“Nona, anda jangan sedih lagi, mungkin….hanya teman tuan besar,” Rika menghiburnya.
Ella memiringkan mulut, “Rika, kata-katamu ini tidak cukup menghibur, jika memang temannya tuan besar, apakah mungkin menggandeng tangan tuan besar, hubungan itu sudah jelas sekali tidak normal, dalam hati nona lebih mengerti dibandingkan kita, semakin dibicarakan semakin buruk.”
Lina duduk di jok belakang, membalikkan badan melihat keluar jendela, suasana hati malah tidak terlalu bagus.
Hubungan dengan orang tua walau biasa saja, tapi mengetahui ayah punya wanita lain, suasana hati itu….masih ada tekanan.
Bagaimanapun penampilan ayah di hadapan mereka selalu seorang pria yang bermoral baik, siapa yang menyangka dia di taman ekologi hijau, bisa menggandeng seorang wanita yang lebih muda 20tahun darinya, lalu bermesraan?
“Nona, kita harus bagaimana?” Ella bertanya.
“Bisa bagaimana lagi, rahasiakan dulu, ini adalah masalah yang menjelekkan nama baik keluarga, jika sampai tersebar, kita pasti akan kacau balau, apalagi orang luar akan menertawakannya.” Lina menghela nafas.
“Kalau begitu…..apakah kita tidak ikut campur? bagaimana kalau sampai wanita itu mendekati tuan besar ada niat jahat dan membohongi uangnya?”
“Itu juga dia yang rela menerimanya, sama-sama suka dan mau, dia menyukai uang papaku, dan papaku menyukai kecantikkannya, bukankah ini adalah pertukaran yang sangat adil?” Lina mengatakan kalimat ini dengan sangat dingin, sudut bibirnya membawa sindiran, pria, ternyata memang memiliki sifat dasar yang buruk.
__ADS_1
Kelihatannya tidak peduli umur setua apapun, akhirnya masih tetap istri di rumah tidak akan sebanding dengan wanita di luar.
Dalam masalah selingkuh, jangankan bicara soal moral, bagaimanapun sangat banyak pengusaha kaya raya yang bermoral baik, juga akan demi wanita selingkuhan berpisah dengan istri sah.
Masalah seperti ini dalam keluarga orang kaya sangatlah biasa……
“Rika.”
“.”
“Nanti kamu selidiki informasi wanita itu, lihat apakah ada sesuatu yang mencurigakan? jika hanya selingkuhan yang biasa saja masih gampang, jika ada orang yang menyusun rencana untuk mencelakai keluarga Hua kami, maka itu tidak bagus, nama baik perusahaan masih harus dipertahankan, kita bisa mengetahuinya, media cepat atau lambat juga akan mengetahuinya.”
“Benar, nanti aku akan menyelidikinya dengan teliti, anda tenang saja.”
Sebenanya Lina ingin menyelidiki ayahnya dengan wanita itu sudah berkembang sampai tahap apa, apakah baru saling mengenal, lagi kasmara, atau….sudah berselingkuh berapa tahun, apakah ada anak di luar nikah?
Bagaimanapun kedudukan dalam keluarga Hua, mengenai harta, jika bertambah seorang anak, nanti untuk pembagian harta, tidak bisa dihindari akan ada perebutan yang hebat.
Jangan lupa belum lama yang lalu nenek meninggal, mereka para saudari masih berantam sekali….jika bukan karena John yang mendukungnya, dengan sifat kakak keduanya sudah mau makan dirinya.
jam 4 sore, Rika kembali dari luar, di tangannya membawa sebuah paper bag yang tebal.
__ADS_1
“Nona, sudah dapat, anda lihat.”