Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 219 Saya Percaya Padamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lili sedang berdandan di belakang, ingin mengikuti satu acara show, dia adalah juri.


Melihat Eric yang menelepon, tanpa ragu, langsung angkat.


Hello! Im an artic!


Eric: Lili, bisa berbicara?


Lili: Bisa, kamu ngomong.


Eric: Saya langsung ngomong y, perusahaan saya sekarang bermasalah, saya ingin meminjam uang untuk rolling.


Lili: Pinjam berapa?


Hello! Im an artic!


Eric: Paling sedikit juga 1 sampai 200 juta.


Lili: Kakak, kamu jangan becanda, kamu membuka mulut langsung mengangetkan orang, 1 sampai 200 juta?


Eric: Iya, kurang juga tidak bisa dipakai.


Lili: Kalau begitu kenapa kamu tidak mau pinjam kepada ayahmu?


Eric: Ada masalah pribadi, tidak bisa memberitahu, kenapa, kamu tidak bisa?

__ADS_1


Lili: Bisa sih bisa, Cuma saya di tangan tidak ada cash, saya perlu mencairkan saham dan dana, masih ada beberapa deposito, harus pergi ke bank sendiri, kamu buru-buru tidak?


Eric: Buru-buru.


Lili: Sebenarnya kamu bisa pinjam ke John, dia buka bank, haha, pasti akan langsung disetujui.


Eric: Jangan becanda.


Lili: Masih ada adik kelima saya, kamu tidak tahu dia itu wanita kaya? Setelah nenek meninggal, hampir semua harta diberikan kepadanya, adik kelima saya pasti punya banyak uang.


Eric tambah canggung, saya sampai mati miskin pun, tidak akan mau pinjam ke Lina.


Lili: Begini, saya perlu 3 hari untuk mengumpulkan uang, setelah 3 hari saya akan kasih kamu 100 juta, gimana?


Eric: Baik, terima kasih banyak.


Siang itu, omongan makin banyak, hampir semua bilang John yang mencelakakan Eric, hubungan 2 orang seperti air dan api.


Masih banyak omongan yang tidak enak, mulai tidak berhenti berdiskusi, masih ada yang bilang Eric yang membeli berita untuk mencelakakan John.


Ada yang bilang John yang beli, sekalian menjatuhkan, membuat mati Eric.


Pokoknya, hubungan dua orang ini sangat tegang.


Malam jam 6


Setelah John pulang kerja, langsung turun ke parkir mobil berencana pulang.

__ADS_1


Tidak terpikir di samping mobilnya, melihat Eric berdiri di sana.


Dia ada sedikit lusuh, memakai mantel warna abu-abu, tangan kanan memegang hp.


“Ngobrol?” Eric bertanya kepadanya.


John menganggukan kepala, “Naik ke mobil.”


John membuka pintu mobil, dan naik.


Eric juga ikut naik gunung, duduk di samping.


Dua orang ini selama beberapa tahun ini, pertama kali berbicara sedekat ini, Eric juga sendiri tidak akan terpikir keadaan ini.


“Mau menuntun pertanggung jawaban?” John kira, dia percaya omongan di luar, mencarinya untuk menanyakanya.


Eric menggelengkan kepala, “Saya tahu bukan kamu yang melakukannya.”


“Oh? Begitu yakin?” Perkataan ini malah membuat kaget John.


“Saya percaya, kepribadian kamu tidak mungkin akan melakukan perbuatan seperti ini, kalau kamu mau mengalahkanku, tidak perlu melakukan hal seperti ini, juga tidak mungkin menggunakan nyawa orang.”


John menyengir pelan-pelan, “Perkataan ini, sepertinya lebih mengerti dari istriku, tapi kamu bisa percaya saya, saya sangat terharu.”


Eric terdiam……


“Keadaanmu sekarang sedang tidak baik, mau dibantu?” John menoleh kepala melihatnya.

__ADS_1


Melihat Eric bukan untuk menyalahkannya, John merasa, mungkin dia mau pinjam uang.


__ADS_2