Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 779 Pertumpahan Darah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Windi berusaha menahan amarahnya, “Aku memang bisa membuatkanmu simbol mantera, tapi aku tidak akan membantumu.”


“Berapapun pasti akan kuberikan, Nona Feng.”


Hello! Im an artic!


Pria itu mengira Windi menolaknya hanya karena permasalahan uang saja, Windi pun tersenyum dingin, “Aku tidak sama denganmu, dapat uang tapi kehilangan nyawa, jasad pria ini bukan jasad biasa, ia sudah dibekukan selama ribuan tahun dan sama sekali tidak pernah mendapatkan kehangatan sinar matahari, tubuhnya penuh dengan kegelapan dan kedinginan, begitu jasad ini terbangun, pasti akan ada pertumpahan darah yang dahsyat. Jangan kira kau hanya ingin menggertakmu saja, sebaiknya kau mengingat semua perkataanku baik-baik, kalau tidak kau pasti akan menyesal, simbol mantera-mantera itu sudah dirusak, tali merah dan kalung rantai di tubuhnya juga sudah kalian buka, kurasa tempatnya dibekukan juga memiliki perlindungan, namun sayang…… pasti sudah dirusak oleh para penduduk desa sana, sekarang semuanya sudah terlambat, kalau kau tidak mau mati, segera bereskan mayat ini, benar-benar sial.”


“Nona Feng……”


“Bayar.” Windi mengeluarkan handphonenya, dan menyodorkan QR Code nya.


“Nona Feng, kalau kau mau membantuku, aku akan menambahkan dua ratus juta lagi.”


Hello! Im an artic!


Windi tertawa, “Membantumu? Bagaimana caranya? Membantumu memilih tempat pemakaman yang bagus untuk jasadmu?”

__ADS_1


Andre: ……


Melihat Windi yang ketus itu, sang pria pun tak berkata apa-apa, Windi adalah orang yang dikenalkan oleh Keluarga Zhong, pasti ia bukan seorang penipu.


Andre tetap membayar uangnya pada Windi, dan Windi pun akhirnya pergi, tapi ia tetap merasa sayang untuk membakar mayat itu, mayat itu adalah harta yang sangat berharga.


Namun ia juga percaya pada ucapan Windi akan kesialan yang terjadi karena mayat itu, oleh karena itu, Andre pun segera menghubungi pembelinya dan langsung menjualkan semua pakaian jasad itu beserta tubuh jasad itu.


Dengan baik hatinya ia memanggil tukang untuk mengirimkan jasad itu, namun siapa sangka, belum sampai jasad itu terkirim, suatu hal yang buruk sudah terjadi.


Windi sudah berkata panjang lebar, namun ada satu hal yang tidak ia katakan, yakni persyaratan yang harus dilakukan agar mayat itu bisa bangkit kembali, ia kira tak akan semudah itu……


Sebenarnya kebangkitan tubuh mayat menjadi zombie itu sungguh sangatlah mudah, pertama, malam bulan purnama, karena kegelapan sudah mencapai pada puncaknya, mayat pun pasti akan bangkit.


Yang ketiga adalah darah manusia, mayat-mayat seperti ini sangat sensitif dengan aroma-aroma darah segar, apalagi darah manusia, darah yang mengandung banyak kekuatan hidup bisa mengembalikan keahlian berburu mereka.


Dan Andre benar-benar sial, saat ia hendak mengirimkan semua benda itu, jarinya tak sengaja tergores paku dan robek.


Karena tak sempat mencari handsaplast, ia tidak berpikir panjang, sehingga darah yang mengalir semakin bertambah banyak, aroma darah yang sangat segar itu membangunkan sang zombie.

__ADS_1


Malam itu, saat Windi sedang mengenakan masker di wajahnya, ia melihat sebuah berita singkat……


Menurut laporan, sebuah kasus pembunuhan terjadi di sebuah toko koleksi barang antik di dekat Tianwei Road. Seorang bos muda telah dibunuh, pelakunya sudah lari, banyak darah dan jejak kaki tertinggal di tempat kejadian, para polisi telah menyelidiki kasus ini. Kejadian ini juga telah menarik perhatian para pemimpin Kota J, kami akan terus mengikuti berita kasus ini.


Windi pun mengerutkan keningnya, ternyata benar…… orang itu tetap saja tidak bisa merelakan uangnya, dan mati pada akhirnya.


Sebenarnya, saat Windi bertemu dengan orang itu, ia sudah merasakan sesuatu yang tidak baik, kening pria itu terlihat gelap dan hitam, aura kehidupan yang ada di dalam tubuhnya juga mulai berkurang.


Tapi Windi tidak sama dengan Lina Hua, ia tidak akan melanggar peraturan apapun demi orang lain.


Menurutnya, semua pasti akan mati bila waktunya sudah tiba.


Ia sudah berbaik hati memperingatkan pria itu dengan panjang lebar, tapi pada akhirnya orang itu tetap saja mati, salah siapa dong?


Lalu, Windi pun mengambil handphonenya, lalu menceritakan semua ini pada Lina Hua.


“Lina Hua, suami kakak keempatmu itu polisi kan, sebaiknya kau peringatkan dia, ini bukanlah suatu kasus pembunuhan biasa, zombie dari Dinasty Qing itu sudah kabur, di pagi hari seharusnya tidak akan ada apa-apa, tapi kalau hari sudah gelap, atau di tempat yang sangat angker, kejadian ini pasti akan terulang lagi, kau juga harus peringatkan orang-orang sekitarmu, jangan keluar malam-malam.”


“Kenapa kau tidak membereskannya?” Lina Hua merasa sedikit kaget.

__ADS_1


“Orang itu tidak setuju, katanya mau dijual lagi.”


Lina Hua: …


__ADS_2