Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 37 Selamat Kerjasama


__ADS_3

Melihat reaksi pedagang itu, Lina hanya bisa tersenyum.


“Aku kasitahu ya, gadis kecil, jangan kira karena kamu ini seorang perempuan aku gak berani menghajarmu, kamu ini sedang mencemarkan nama baikku tahu gak?” Teriak pedagang itu.


Lina menghiraukannya dan hendak pergi, tidak mau lagi mendengar omong kosong dari orang ini.


“Diam ditempat, kamu mau pergi begitu aja?”


“Jadi?” Lina menoleh kebelakang, dan melirik wajah pedagang itu dengan dingin.


“Kamu sengaja merusak nama baikku, mencemarkan bisnisku, kamu harus beli dulu barangku… atau nggak kamu harus menggantiku dengan uang.”


“Kamu gak tahu malu ya?” Rika sudah emosi dan hendak maju menghajarnya.


Tapi ia ditahan oleh Lina, “Yang aku katakan itu semuanya adalah fakta, dan barangmu itu, aku gak akan pernah beli, karena aku gak pernah mau beli barang palsu.”


Lina dari dulu tidak pernah salah membedakan mana yang asli dan palsu, jadi tentang barang-barang dari pedagang ini sudah jelas adalah barang palsu, bahkan palsunya bukanlah palsu yang bagus.


“Kalau gak beli, kamu gak boleh pergi.” Pedagang itu berdiri didepannya tanpa rasa malu sedikitpun.

__ADS_1


Rika sudah hampir memukulnya, tapi Lina bukanlah orang yang suka dengan kekerasan.


Dia langsung mengeluarkan HPnya, berpura-pura menelpon seseorang, “Hei, ini nomor pelindungan konsumen kan, aku mau lapor…”


Belum sempat selesai mengatakan, pedagang itu langsung berlari kembali ke tokonya.


Dia masih sempat tersenyum, “Nona, nona, tolong maafkan, ini adalah kesalah pahaman, aku cuman bercanda saja tadi.”


Lina tersenyum, dan lanjut jalan-jalan bersama Rika dan Ella.


“Nona, kenapa tadi kamu gak biarin aku memberi pria itu pelajaran?” Rika merasa tidak puas.


Lina hanya tersenyum, “Orang seperti itu, memang perlu? Lagipula ini kan pertama kalinya kita datang kesini, nanti mungkin masih akan sering datang kesini, jadi jangan terlalu menarik perhatian orang.”


“Rika, nona kita ini kamu masih belum tahu juga ya, dia tidak pernah suka dengan kekerasan. Orang seperti dia ini, beda tingkatnya dengan kita.” Ella lebih paham tentang sifat Lina.


Satu tuan dan dua pelayannya sedang berjalan-jalan.


Disisi lain, John mewakili keluarganya pergi ke kantor pusat Grup Hua.

__ADS_1


Dikenal juga sebagai ketua dewan, saudara perempuan tertua Lina, yaitu Linda, dengan hangat menerima John.


Dan dengan senang hati dia menepati janjinya dulu, untuk memberi keluarga Jiang tanah yang sudah dijanjikannya itu.


Linda adalah pebisnis yang pintar, “Nantinya kita akan menjadi satu keluarga, sebenarnya tanah ini tidak ada harganya. Kita juga gak rela menjualnya, kita hanya berharap kamu memperlakukan adikku dengan sebaik-baiknya.”


John mengerti, keluarga Hua se loyal ini karena, tanah ini seharusnya adalah imbalan untuk keluarga Xie.


Keluarga Xie sudah membantu mereka dan mengeluarkan begitu banyak biaya untuk mereka, dan keluarga Hua membalas kebaikan mereka dengan memberikan tanah ini.


Tapi transaksi ini tidak begitu enak didengar orang, jadi mereka menggunakan alasan nikah untuk memberikan tanah ini.


Tapi ini semua juga demi wajah keluarga mereka masing-masing. Sebenarnya beberapa tahun ini, apa status Lina didalam keluarganya, apa anggapan orangtuanya terhadap Lina, John tahu dengan jelas.


Tapi, fakta adalah fakta, dia perlu mengatakan apa yang seharusnya dia katakan.


John mengambil akte tanah itu dan berdiri, “Nyonya tenang saja, aku pasti akan melakukannya dengan baik.”


“Baiklah tuan Jiang, kalau begitu, selamat kerjasama… bukan, bukan tuan Jiang, tapi Direktur Jiang.” Linda tersenyum.

__ADS_1


John hanya tersenyum tak berkata-kata…


“Oh iya, minggu depan adalah perjamuan ulang tahun ibu, apa kamu dan lima saudaramu akan pulang?”


__ADS_2