
Lina Hua tak menyangka John Jiang akan membalasnya seperti itu. Ia terdiam untuk beberapa saat.
Setelah menyampaikannya, John Jiang lalu pergi meninggalkannya, tidak mendiskusikan topik ini lagi dengannya.
“Menurut kalian, apa maksud perkataannya tadi?”
Lina Hua benar-benar tak bisa menebak. Ia pikir dengan memperbolehkannya pergi mencari wanita lain, ia bisa membuatnya senang.
Namun sebaliknya, ia malah menjadi cemberut.
Ella menutupi mulutnya lalu tersenyum.
“Mengapa kalian tertawa?” Lina Hua merasa bingung.
Rika dengan cepat menjelaskan, “Nona, kau tak mengerti, kalau tuan hanya menyukai nona…… Ia tak ingin bersama wanita lain.”
Pipi Lina Hua memerah, “Jangan bicara sembarangan, masalah apa yang tak kami ketahui.”
“Tapi saat resepsi pernikahan, ribuan orang menghadiri pernikahanmu.” kata Ella.
Lina Hua sejenak merasa malu……
Saat ini pertunjukkan ini sudah tak jelas? Apalagi sejak Eric Xie tidak jadi menikah dengannya, ia menjadi ambigu.
Ia sudah diberi 10 juta yuan, mana mungkin berani menghadapi John Jiang.
“Terlepas dari perkataan nona barusan, kurasa Tuan orang yang amat baik. Kalau ia sampai hati mencari wanita lain, kami berdua pasti tak akan tunduk padanya.” Kata Rika.
Ella mengangguk.”Benar, kami berdua pasti tak akan memedulikannya.”
“Sudahlah, kalian berdua jangan bergosip lagi.”
__ADS_1
Lina Hua tak mau melanjutkan topik memalukan ini. Untuk apa peduli pada John Jiang?
Lagipula perihal ia ingin mencari wanita lain atau tidak, itu juga bukan urusannya.
Selama ia bisa menikmati hidup, itu bukan masalah besar.
Sementara itu, Eric Xie belakangan ini merasa amat kecewa.
Pasar saham sedang melambung tinggi, namun ia sedang tak ingin berinvestasi. Ia tak berniat untuk mengejar uang.
Bisa dibilang, Harta keluarga Xie yang dimiliki olehnya, kakaknya dan juga Bethany, selamanya juga tak akan pernah habis.
Uang yang mereka dapatkan hanya digunakan untuk bersenang-senang, seperti pecundang yang hanya ingin memuaskan diri.
Eric Xie mengambil ponselnya, lalu memainkan beberapa ronde game PUBG sambil merasa sedikit kesal.
Lalu ia meletakkan ponselnya disamping.
Sesekali ia mengecek ponselnya, ingin sekali ia mengirim pesan pada Lina Hua, namun biasanya langsung di blok.
Satu jam kemudian, seorang temannya datang mengantar seekor kucing.
Kucing itu terlihat seperti Garfield, tidak sama dengan kucing yang dipunyai Lina Hua.
Konon katanya kucing itu mahal, harganya lebih dari 300,000 yuan.
Eric Xie membeli seekor kucing, namun ia tak bisa mengurusnya, jadi ia memberikannya pada pembantunya.
Lagi ia berpikir, saat ia bertemu Lina Hua, mungkin dia bisa membicarakan suatu topik yang menarik.
Lagipula, wanita itu amat menyukai kucing……
__ADS_1
Sebenarnya itu salah, Lina Hua tidak suka memelihara kucing. Ia hanya menyukai apapun yang bisa membawa hoki untuknya.
Nyonya Xie membawa seorang wanita untuk dijodohkan dengan anaknya. Setelah semuanya berakhir kacau, ia marah dan menolak untuk pulang ke rumah.
Jadi belakangan ini ia tidak begitu sibuk……
Oleh karena ia tak bisa mendapatkan Lina Hua, ia ingin mengontak Lili Hua terlebih dahulu.
Jadi Eric Xie menambah Lili Hua menjadi teman Wechatnya. Lili Hua langsung menerima permintaan pertemanannya.
“Hey artis terkenal, sudah makan belum, kutraktir makan yuk?” Ia menaruh perhatian.
“Kau pikir aku ingin ditraktir makan?” Lili Hua membalas singkat.
“Lili Hua, bukannya kau dan Lina Hua bersaudara, mengapa sifat kalian berbeda?” Eric Xie merasa tertekan.
Lina Hua terlihat amat lembut, tak disangka Lili Hua ternyata segalak itu?
“Ia memang berbeda. Mengapa kau menambah Wechatku?”
“Aku ingin bertemu dengan Lina Hua……”
“Pergi saja. Apa urusannya denganku?”
“Aku tak bisa menemuinya…… Mohon bantuanmu.”
“Tak bisa. Aku jarang menemuinya, pikirkan masalahmu sendiri.” Jawab Lili Hua menolak.
Sementara itu, di Villa Spring Mansion.
Lina Hua sedang menyiapkan keperluan sekolahnya, karena sekolah baru saja menelpon, memintanya pergi esok hari untuk memberi laporan.
__ADS_1
Sepulang kerja John Jiang membantunya berberes.
Lalu ia memberitahu, ” Lina, besok aku akan mengantarmu ke sekolah.”