Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 740 Budi Seumur Hidup


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Lina mengira, Rika lupa membawa sesuatu dan pulang mengambil, siapa sangka rupanya adalah Benard Bai dan orangtuanya.


Dia masih belum bicara, ketiga orang langsung berlutut menghadapnya.


Hello! Im an artic!


“Adik kelima, keluarga Bai kami tidak melupakan budi besar, aku bodoh tidak pandai bicara, tapi kalau memerlukan aku, aku pasti akan membantumu walau sesulit apapun. Kalau dikehidupan sekarang tidak ada kesempatan membalas budi, aku Benard Bai akan menjadi lembu dan kuda untukmu.”


“Benard Bai, kamu cepat bangun, kamu ini sedang apa?”


“Nona kelima, terima kasih untuk masalah menantu kami, kami orang biasa, juga tidak ada berpendidikan. Tapi kami tahu, kalau bukan karena kamu, Lika Hua dan anak tidak akan lewat rintangan ini, kami tidak bisa membalas apa yang kamu lakukan demi keluarga Bai kami.”

__ADS_1


Orang tua Benard Bai juga berlutut diatas lantai, ini membuat Lina Hua tidak tahan.


Hello! Im an artic!


Segera bersama Ella menarik ketiga orang berdiri, masuk keruang tamu.


Ketiga orang membawa banyak barang, Benard Bai menunjuk kotak hadiah diatas lantai, “Adik kelima, kamu jangan tidak suka pada ini semua, kamu terlalu kaya, keluarga Jiang lebih kaya, keluarga kami tidak ada apa yang bisa diberikan, hanya bisa memberikan mainan kecil ini.”


“Ucapan dari mana, niat adalah yang paling penting, aku sangat suka.”


Lagipula penghasilan keluarga mereka juga tidak banyak, juga bukan keluarga kaya, dia tidak berani melakukan hal yang membuat orang bangkrut.


“Ini telur ayam hitam, ibuku meminta tante dikampungku untuk menyimpannya. Masih ada dua ekor ayam hitam, sudah dibersihkan, kamu makanlah selagi segar. Disini masih ada kue ketan yang dibuat ibuku sendiri, isinya pasta kacang, diluarnya ada selapis biji perilla, enak sekali.”

__ADS_1


“Aku suka ini, saat kecil, nenekku juga sering membuatnya.” Lina Hua tertawa.


“Baguslah kalau suka, nona kelima, kamu sungguh orang yang baik, kamu aka nada balasan yang baik.” Ibu Benard Bai menarik tangan Lina Hua.


Lina Hua ada sedikit malu.


“Anda terlalu sungkan, aku melakukan ini semua juga demi kakak keempatku, Lika Hua itu kakak kandungku, sudah satu keluarga, jangan sungkan.”


“Adik kelima, ada pepatah……Aku tidak tahu mengatakannya, benarkan. Walau aku atheis, tapi juga tahu tidak ada hal yang gratis, aku tidak percaya kamu berdoa langsung dapat membuat Lika Hua hidup kembali dari mati, jelas-jelas dokter bilang sudah mau mati. Walau dia termasuk beruntung dan sadar kembali, maka……Kenapa tumor ganas didalam perutnya menghilang?”


“Mungkin……Rumah sakit salah mendiagnosa, mungkin dulu kakak keempat bukan tumor ganas.”


“Bagaimana mungkin? Kami sudah pergi ke semua rumah sakit di kota J, dan profesor di universitas kedokteran yang dicarikan John Jiang pada kami juga sudah periksa, itu penyakit ganas. Tapi benda itu sekarang malah tidak ada lagi, dokter juga tidak percaya, karena Lika Hua sekarang sudah kembali normal, bagiku ini tentu hal baik, tapi……Aku juga tahu, semuanya karena jasa kamu. Aku tidak tahu kamu menggunakan cara apa, aku juga tidak ingin bertanya, tapi aku harus beritahu padamu, semua yang kamu lakukan hari ini demi Lika Hua dan anak, kami sekeluarga akan mengingatnya dalam hati.”

__ADS_1


“Benar, nona kelima, keluarga Bai kami akan mengingat budi baikmu seumur hidup.” Ayah Benard Bai juga bicara.


“Nona kelima, kehidupan kembali yang kamu berikan pada Lika Hua kami dan anaknya……Tidak ada kamu, maka tidak ada mereka, sekarang hatiku masih sangat takut……Berpikir kalau Lika Hua pergi seperti ini, bagaimana putra kami melewati hidup nanti?” Perasaan ibu Benard Bai sangat dalam, mengangkat tangan mengusap air mata, orang tua sangat tidak gampang.


__ADS_2