Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 12 Aku Yang Dinikahimu


__ADS_3

“Ini bukan yang seharusnya aku terima.”


Lina sangat sadar diri. Karena ini adalah pernikahan perjanjian, jadi tidak bisa menerima uang dari orang lain.


Melihat kartu emas hitam ini sudah tahu bahwa jumlahnya tidak mungkin sedikit.


John melihat kartu itu, dan meletakannya kembali ke tangan Lina.


“Ambillah. Ini hadiah pernikahan. Kau juga tidak boleh menyia-nyiakan hadiah mertuamu……tapi mereka juga sangat murah hati. Seharusnya ada sejuta yuan di dalamnya.”


Lina benar-benar terkejut, satu juta, jumlahnya besar.


“Ini terlalu banyak. Sebagai simbolis harusnya beri aku sedikit saja sudah bisa. Kalau tidak, ambil kartu ini dan beri aku beberapa ribu saja.”


“Kau pikir Keluarga Jiang kekurangan uang?” Dia kembali bertanya.


Lina terdiam……


Keluarga Jiang memiliki uang paling banyak. Seluruh dunia tahu bahwa Keluarga Jiang memiliki uang yang banyak.


Dia tidak ingin terus berdebat dengannya. Dia berbalik dan duduk di depan meja rias untuk melepas antingnya.


Kamar tidur ini adalah milik John, karena pernikahan mereka begitu mendadak sehingga mereka bahkan tidak memiliki kesempatan untuk menyiapkan rumah baru.


Jadi mereka hanya bisa sekamar tinggal disini.


“Aku akan melepas riasanku dan beristirahat. Kenapa kau masih tidak pergi?” Lina melihat ke bayangan pria itu di dalam cermin.

__ADS_1


“Pergi? Aku suamimu. Ke mana aku harus pergi?” John tertawa.


“Tapi ini hanya berpura-pura.”


“Tapi bagaimanapun juga, kita akan bersama selama tiga tahun. Jika kita pisah kamar di hari pertama, bagaimana perasaan orang tuaku kalau mereka tahu? Ini adalah rumah kami.”


Hanya sepatah kata, membuat Lina tidak dapat mengatakan apapun lagi.


Ini sebenarnya adalah kurangnya pertimbangan darinya, tetapi dia tidak bisa disalahkan.


Selama 20 tahun terakhir, dia telah tinggal bersama neneknya di sebuah halaman di Gunung Congcui.


Dan jarang turun gunung, dia belum bertemu terlalu banyak pria di sekitar sana, ketika memikirkan dua orang harus tidur di kamar yang sama dia menjadi sangat panik.


“Bagaimana dengan Rika dan Ella?” Untuk menghindari rasa malu, dia mengubah topik pembicaraan.


Ke mana pun Lina pergi, dia selalu membawa dua orang wanita yang berusia yang sebaya.


Mereka selalu dekat dengan Lina dan tampaknya sangat hebat.


“Satu orang sedang memasak sup di lantai atas untukmu, dan yang satunya lagi akan kembali ke rumah Keluarga Hua untuk memberikan laporan dan sedang di antar kembali oleh supir ku.”


Lalu suasana menajadi hening kembali……


Lina diam-diam menghilangkan riasan. John merasa tertarik dan melihatnya dari samping.


Awalnya dia mengira, kalau riasannya dihilangkan, maka penampilannya juga akan menjadi tidak semenarik sebelumnya.

__ADS_1


Namun, tidak disangka, ketika riasannya dihilangkan, kulitnya terlihat lebih bagus, putih dan bersinar, dan sesuai dengan usia yang dia miliki.


Sepasang mata, hitam dan cerah, seolah-olah ada bintang didalam matanya.


Setelah menghapus riasannya, Lina bangkit dan mengambil baju tidur yang dia siapkan sebelumnya.


Dia melirik John dengan mata dingin. “kau tidur di kasir atau di lantai?”


“Tentu saja di kasur.” kata John dengan sengaja.


Lina penasaran, terlihat dia terkejut.


Pria mana yang begitu tidak dewasa, membiarkan gadis tidur di lantai, dia benar-benar bukan pria sejati.


Di dalam hatinya dia marah, tetapi tetap bertahan tidak melampiaskannya.


Dia mengangguk. “kalau begitu aku akan membentang karpet dilantai.”


Setelah selesai berbicara, dia mengambil baju tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk menggantinya.


John bersandar di kursi malas kamar tidur, menyentuh dagunya dengan satu tangan, dia merasa pemandangan barusan sangat menarik.


Setelah mengganti baju tidurnya, Lina keluar dan kalimat pertama yang dia ucapkan: “besok saya akan pindah ke Water Pavilion, nenekku meninggalkan sebuah villa bergaya Cina disana.”


“Jadi, haruskah aku ikut pindah bersamamu?” John bertanya padanya.


“Terserah.” Dia menjawab dengan samar.

__ADS_1


“Setelah dibicarakan kesana kemari, bukannya kau yang dinikahiku, tapi aku yang dinikahimu?” Dia terus menggodanya.


__ADS_2