Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 716 Tidak Boleh Ikut Campur


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Walau dari awal sudah tahu akhirnya akan begini, tapi masih sedih sekali saat sungguh mendengarnya.


Windi Feng orang keluarga Feng, ada kekuatan batin sejak lahir, tidak akan salah melihat, dia juga tahu akhir ini tidak akan salah, hanya masih tidak bisa menerimanya.


Hello! Im an artic!


Lina Hua menundukkan kepala, suasana hatinya bergejolak.


Windi Feng juga ikut tertekan, “Lina Hua, kamu harus mengerti, langit yang memutuskan hidup mati, siapapun tidak bisa mengubah hal ini, ini adalah nasib.”


“Aku mengerti.” Nadanya sedikit bergetar.


“Tabahlah.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Windi Feng menepuk pundak Lina Hua sebentar, juga tidak tahu harus berkata apa lagi, siapa yang menemui hal ini akan serasa diserang mati.


Lina Hua awalnya tidak memiliki banyak teman, setelah hubungan dengan kakak ketiga dan keempat, Windi Feng dan Jessica Yu memburuk, ini baru dibangun kembali sedikit demi sedikit.


Lina Hua ini sangat setia, tidak perduli taman atau pasangan, asalkan sudah diakui, maka akan seumur hidup.


Tapi, Lika Hua malah tidak memberikan kesempatan menjadi keluarganya seumur hidup, muda begini sudah……


Suara tangis yang tidak terhenti terdengar dari dalam koridor, ada yang menangis sedih, ada yang menangis menyembunyikan wajah, ada yang meratap dengan suara rendah, masih ada yang menangis tersedu-sedu.


Lili Hua suaranya keras, menangis dengan hebat, dandanannya sudah berantakan.


Seluruh badan Benard Bai terpaku, terus mengenggam tangan Lika Hua dan tidak mau melepaskan, berbicara pada Lika Hua walau dia sudah tidak bisa mendengarnya lagi.


“Putriku yang kasihan, kamu ada dua nyawa dalam satu badan, kenapa nasibmu bisa begini?? Anakku, ibu tidak bisa tahan……Nanti ibu harus kemana baru bisa melihatmu?” Nyonya Hua menangis sedih, sambil menangis sambil mengatakan ucapan yang membuat orang sedih, sampai mata John Jiang memerah.


Tidak tahu darimana teman dan kolega Lika Hua mendapat berita ini dan datang melihat.

__ADS_1


Hati semua orang sangat sedih, sekarang Lika Hua sebenarnya sudah tidak bisa lagi, hanya otaknya masih belum mati, maka dalam ilmu kedokteran tidak memvonis mati.”


Bernard Bai menggengam tangannya yang sudah mulai mendingin sedikit, tidak sehangat di awal.


“Lika Hua, kamu jangan begini, Lika Hua bagaimana kamu bisa……Kamu pernah berkata mau menunggu anak kita berumur delapan belas tahun……Kamu pernah berkata kamu masih mau mengajarinya menulis pekerjaan rumah, belajar sangat banyak hoby extrakulikuler, akan belajar menari kalau anak perempuan, dan akan belajar seni kalau anak laki-laki, kenapa kamu tidak menepati janji?”


Benard Bai sudah kehilangan akal dan tidak berhenti bicara dengan Lika Hua, tidak berhenti bicara.


“Tuan Bai, anda segera berpamitanlah, dia sudah tidak bisa bertahan lagi, angka disetiap bagian sudah menurun cepat……Sepertinya juga tidak bisa terbangun lagi.”


“Aku tidak percaya, dia tidak mungkin mati, dia hanya menakuti aku saja dan berakting horror denganku, dulu dia juga begini……Selalu menakuti aku, mengetes apakah aku perduli padanya?”


Hati suster kecil sedih saat mendengarnya, masih membujuk, “Tuan Bai, keadaan penyakitnya sudah memburuk, walah hidup juga sebenarnya sangat kesakitan, pengobatan beberapa kali ini sungguh menyakitkan, istrimu sudah sangat tegar menahan sakit dan tidak pernah mengatakan apa-apa. Dia juga menyuntikkan banyak obat penjaga kandungan, walau bekas jarum sudah merapat masih perlu bertahan menggigit gigi, aku percaya dia sudah berusaha. Kamu tabahlah, biarkan dia pergi dengan tenang, kalau tidak……Bukankah dia akan lebih sedih?”


Tapi tidak perduli dibujuk, Benard Baik masih tidak ingin pergi dari kamar pasien.


Windi Feng melihat jam tangan, “Lina, masih ada tiga menit, ini waktunya dia pergi, tiga menit kemudian jiwanya akan meninggalkan badan, kemudian berhenti disana sebentar, sepuluh menit kemudian prajurit kegelapan akan datang, kamu harus mempersiapkan diri, aku lihat semua orang didalam keluargamu sudah menangis hebat, juga tidak berakal lagi, kamu diskusikan sebentar dengan John Jiang tentang bagaimana mengurus urusan Lika Hua selanjutnya? Dengan keadaan dia sekarang apakah mau dimakamkan di kampung halaman Benard Bai? Atau di tanah pemakaman keluarga Hua? Paling baik kamu harus mencari tahu dengan jelas, didalam keluarga harus ada yang memutuskan baru bisa.”

__ADS_1


Windi Feng sedang cerewet, tapi Lina Hua tidak mendengar sedikitpun, dia menggigit bibir dan seperti bingung sesuatu, kemudian memutarkan badan berlari kearah kamar pasien.


“Lina, kamu kembali, aku tidak izinkan kamu berbuat begitu.” Windi Feng terkejut sekali dan langsung mengejar kesana.


__ADS_2