
Saat ini, Ella membawa cangkir teh kemari.
Memberi Cecil secangkir, Lina secangkir.
Lina mengambil cangkir teh, meminun teh dengan seteguk kecil.
Cecil juga tidak meminumnya, hanya satu wajah penuh penantian melihat Lina, sepertinya sedang menunggu jawaban apa.
“Permintaan maaf tidak perlu, aku dan Eric juga tidak menikah, diantara kita juga tidak termasuk ada dendam apa….tapi aku sangat ingin bertanya padamu, kenapa ingin berteman denganku?”
Cecil bergegas menjelaskan, “Karena dulu aku sudah terlalu menganggapmu remeh, terus mengira kamu sama dengan rumor yang beredar, akhirnya baru sadar pengetahuanku yang rendah, tidak bisa membedakan mana yang benar dan salah, nona kelima kamu bukan memiliki paras yang cantik, terlebih bakatmu yang mengagumkan, aku berharap bisa mendapatkan teman yang begitu hebat, lalu belajar keunggulan yang ada dalam dirimu, perilaku dan cara pikir yang baik.”
Kata-kata ini, takutnya Cecil sendiri juga tidak bisa mempercayaimya.
Tapi kata-kata harus diucapkan, kata yang bagus siapa yang tidak mau dengar?
Lina tersenyum, “Terima kasi kamu begitu mengakuiku, tapi aku, tidak kekurangan teman.”
“Begitu ya…..”
Setelah ditolak, Cecil merasa sedikit tidak rela.
Mulai menggunakan trik iba agar dia bisa mempercayainya, dia menundukkan kepala, wajah yang penuh penderitaan, “Aku tahu kalian nona dari keluarga kaya dan terhormat meremehkan artis rendah sepertiku, gimana pun kami lahir dari keluarga biasa, kalian tumbuh dewasa dengan harta berlimpah, saat kecil kalian memakai armani burberry, kami masih memakai barang murahan, sekarang akhirnya kami bisa memakai armani burberry, kalian sudah mulai mendesain pakaian sendiri, menentukan model pakaian sendiri, selamanya kita selalu dibatasi oleh jarak kaya dan miskin, meski pun sekarang aku sudah ada uang, tapi identitas diriku masih tetap. Nona kelima mennganggap remeh orang sepertiku, aku bisa memakluminya.”
Lina bersandar ke sofa, sudah melihat siasat buruk Cecil dengan jelas.
__ADS_1
Karena jika ganti orang lain, pasti akan merasa tidak enak hati.
Lalu terpaksa menerimanya sebagai teman.
Tapi Lina bukanlah orang yang seperti itu, dia dari dulu tidak pernah suka dengan wanita yang mempunyai akal licik.
Jadi hanya melihatnya berakting dengan tenang……
Bahkan sangat ingin mengatakan dengan suara keras, “Silahkan teruskan aktingmu.”
Tapi setelah dipikir-pikir, masih memberikannya sedikit harga dirilah.
Air mata Cecil tertahan di mata, setelah selesai mengatakan semua ini, menunggu Lina berubah, menunggu rasa iba Lina mengalir keluar.
Dia hanya mengatakan sepatah, “Jika nona Liang sudah melihat sampai begitu jelas, aku juga tidak banyak bicara lagi, kita tidak mempunyai jalan yang sama jadi tidak perlu bersama……Ella, antarkan tamu keluar.”
Lalu, Cecil terperangah.
Tidak seharusnya begini?
Apakah tadi aktingnya masih belum cukup maksimal?
Bagaimana bisa jadi begini?
Dia mengandalkan trik ini sudah membuat begitu banyak orang terharu?
__ADS_1
Bahkan dulu Eric juga karena kasihan, membelikannya rumah dan mobil, merasa dia seorang gadis kecil berjuang di industri hiburan juga tidak mudah.
Tapi…..nona kelima ini kenapa hatinya tidak tergerak sedikit pun?
Apakah, dia memang tidak ada rasa kasihan sedikit pun?
Cecil berinisiatif baik, tapi malah di tolak mentah-mentah.
Lina sama sekali tidak mengangapnya ada.
Malam hari saat makan sarang walet, Rika mengingatkannya, “Nona, bukankah kampus kalian akan membuat pesta penyambutan baru?”
“Seharusnya iya, aku tidak memperhatikannya.”
“Anda tidak mempersiapkan sebuah pertunjukan?” Rika sengaja bercanda dengan nona nya.
Lina memegang sendok, tersenyum nakal, “Aku melakukan pertunjukan apa? Menghancurkan batu di dada? Atau lompatan udara di lingkaran api?”
Selesai bicara, Rika dan Ella tertawa terbahak-bahak.
“Nona apakah anda adalah kulit buatan, sungguh nakal.”
Saat ini, kebetulan John pulang, begitu masuk sudah mendengar suara tertawa, dalam hati terasa hangat.
“Kenapa tertawa sampai seperti ini ada hal lucu apa? Ceritakan juga padaku.” John membuka mantel, langsung berjalan ke arah Lina.
__ADS_1