Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 146 Taruhan Apa


__ADS_3

Akhirnya, Lili berusaha menghilangkan semua pikiran negatif tentang kejadian itu.


Tapi dia gak ingat sama sekali, hari ultah dia, harusnya senang.


Semua orang datang merayakan dan juga mengasihkan kado.


Eric saja juga kasih hadiah gelang yang limited edition gitu.


Lalu kemudian, dia kemudian menerima 1 kartu ucapan, di dalamnya ada 1 burung lipat berwarna hijau.


Di atasnya tertulis — Devil kecil, selamat ulang tahun.


Nama pengirimnya tidak ada, tapi waktu itu Lili langsung menangis.


Devil kecil ini, sudah lama banget gak ada yang memanggilnya nama itu, tapi semua orang juga tidak tahu, hanya orang itu yang tahu.


Tapi orang itu sudah meninggalkannya, dari awal.


Lili tidak ingin mengingat kesedihannya, tapi dia tidak bisa mengontrol hatinya.


Melihat tulisan yang dia kenal itu, dan kartu ucapan yang warna warni itu, terakhir burung lipat itu, dia sudah tahu pasti orang itu.


Sudah berapa tahun, dia masih ingat ulang tahunnya.


Hijau menandakan kedamaian, dan juga burung liat itu pernah jadi barang kesukaan Lili.


Dia demi menjaga kedamaian dunia, menjadi tentara, sejak hari itu, mereka tidak pernah berhubungan lagi.

__ADS_1


Dan ketika Lili menyanyikan lagi Mayday yang berjudul , langsung bercucuran air mata.


Karena itulah dia merasa begitu sedih.


Setiap orang punya ceritanya masing-masing, tapi itu rahasia di hatinya sendiri.


Kenangan tentang pernah mencintai seseorang itu, ketika terbuka, akan sangat menyakitkan.


Lili malam itu sangat sedih, tapi dia tidak menyangka, ketika dia mabuk dia malah mendekati Sony.


Dia dan Sony, beneran gak akrab, ok?


Lili bangun dari ranjang, makan sesuatu, setelah mikir panjang, akhirnya dia memutuskan untuk meneleponnya.


Sekarang, waktu menunjukkan pukul 10.30 malam


“kamu……sudah tidur?” Lili bertanya.


“Oh, aku Lili.”dia sedikit merasa bersalah.


“Iya.”


“ini……malam itu aku minum terlalu banyak, maaaf yah…… aku dengar dari asisten aku kamu yang membawaku pulang, aku juga muntah di badan kamu, beneran maaf banget.”


“Gapapa.” Sony menjawab dengan tenang.


“kalau begitu…… baju yang kamu aku muntahin itu berapa, aku bayarkan ke kamu.”

__ADS_1


Sony di ruangannya, meletakkan pena di tangannya, kemudian bersandar ke kursinya.


“Nona Lili, ganti rugi gak perlu, tapi taruhan kamu kalah dari ku, boleh aku minta sekarang?”


Sony berkata dengan tenang, detak jantung tidak berubah muka tidak memerah.


“Taruhan apa?” Lili binggung.


Ternyata asistennya melupakan cerita itu, atau saat taruhan, hanya ada Lina dan John di sana, asistennya tidak tahu.


“kalau kamu lupa, biar aku yang cerita sekali lagi, hari itu kamu taruhan denganku dengan bertanding minum, siapa yang gak mabuk, dia yang menang.”


“kalau begitu……yang kalah harus gimana?” Lili punya firasat buruk


“Begini saja, kamu add wechat aku, aku ada video, aku kirimkan biar kamu mengerti.”


“Ok, wechat aku ada nomor telepon aku, kamu langsung add saja.”


Lili mematikan teleponnya, membuka wechat, hatinya merasa tidak enak.


Pria itu enak diajak ngobrol, tapi sepertinya ada sesuatu yang aneh dari suaranya.


Lili menerima undangan teman Sony, kemudian lalu dikirimkan 1 video kecil.


Setelah selesai lihat, Lili hampir melempar hpnya.


Dia tidak pernah menyangka, yang kalah harus ikut yang menang? ini beneran parah sih mainnya.

__ADS_1


Setelah tenang, dia kemudian mengambil hpnya, dan mengirimkan chat ke Sony.


“Pak Wang, itu kata-kata ketika aku mabuk, jangan dianggap serius ya.”


__ADS_2