
Hello! Im an artic!
John Jiang terburu-buru memeluk Lina Hua menghiburnya, “Tidak apa-apa, tidak apa-apa, tidak perlu panik.
“Ada apa, kamu belajar baik-baik denganku, jangan berbohong padaku.” Lina Hua jelas tidak ingin dibohongi oleh beberapa perkataan John Jiang.
Hello! Im an artic!
John Jiang menarik tangannya duduk di atas sofa dengan pelan-pelan menceritakannya padanya.
Sebenarnya juga tidak ada apa-apa, hanya supir mobil truk lelah mengemudi menerobos lampu merah, John Jiang mengemudi seperti biasa lalu menabraknya.
Di dengar kecelakaan lalu lintas yang biasa saja tapi Lina Hua terus merasa hatinya tidak bisa tenang.
“Jangan mengkerutkan kening lagi, patuh.”
Hello! Im an artic!
“Kamu kelak harus berhati-hati.”
“Pasti.”
“Nyonya Jiang bukankah menyuruhku mengambil cuti tiga hari, jalanlah, kita pergi kemana?”
“Kita di rumah.”
__ADS_1
“Di rumah?” John Jiang terkejut, Ella juga terkejut.
“Benar, tidur di rumah, kamu belakangan setiap hari waktu tidur tidak sampai enam jam, begitu terus tidak bisa, termasuk mengganggu kesehatanmu, jadi……aku dengan memaksa meminta kamu segera pergi tidur.”
John Jiang tersenyum, “Baiklah, perkataan nyonya Jiang, aku pasti mendengarnya, tapi kamu harus menemaniku tidur.”
“Kamu jangan sembarangan bicara.”
Lina Hua segera menumbuknya sekali, dalam hatinya masih berpikir Ella masih di sebelah dia sembarang bicara apa.
“Kamu sudah berpikir miring, aku tidak memiliki maksud lain hanya tidur biasa, benar sangat ngantuk, terus merasa seperti tidak benar-benar terbangun, ayahku mengatakan belakangan ini ujung mataku sudah keriput.”
“Kalau begitu cepat tidur, setelah bangun aku buatkan untuk kue makanan laut kesukaanmu.”
“Baik baik baik.”
Pada akhirnya masih demi kebaikannya, John Jiang sangat merasa puas.
Benar-benar dengan patuh pergi tidur, selanjutnya Lina Hua dan Ella keluar membeli sayur dan buah-buahan.
Lina Hua telah membuat kue makanan laut yang sangat indah, masih ada mie rumput laut, semuanya adalah kesukaan John Jiang.
Di dalam mie rumput laut masih diletakkan semangka yang dingin dan enak, daging sapi kecap dan juga sayur dan tomat kecil.
Ditambah dengan rempahan wijen dan minyak wijen, benar-benar kelezatan duniawi.
__ADS_1
Saat sibuk di dalam dapur, Ella tiba-tiba berbicara, “Nona.”
“En?”
“Aku ingin mengatakan satu hal.”
“Kamu tidak mungkin juga ingin pergikan?” Lina Hua tersenyum.
“Bukan.”
“Kamu katakanlah.” Lina Hua sambil memasak sambil berbicara santai dengan Ella.
Ella ragu-ragu beberapa saat baru perlahan berbicara, “Nona, aku ingin berpisah dengan Rony Gao.”
“Ah? Kenapa? Bertengkarkah?”
Lina Hua sangat terkejut karena dapat dilihat, dua anak ini belakangan menjalankan hubungan dengan cukup baik.
Rony Gao juga sering datang kemari makan juga mendengar perkataan Ella, dua orang bahagia kenapa masih tiba-tiba ingin berpisah?
Ella mengikuti nada bicara Lina Hua biasanya menjabarkan masalah, berkata, “Pertama, aku merasa latar belakang keluarga terlalu berbeda, waktu itu aku keluar bersamanya tidak mengetahui dia ulang tahun, juga tidak mempersiapkan hadiah sangat canggung, walaupun terakhir dia tidak menyalahkanku, tapi dalam hati sangat sedih. Orang-orang itu memberikan mobil memberikan perhiasaan jam tangan, sekalipun aku telah mempersiapkannya juga palingan adalah sebotol parfum, sebuah baju seperti itu, akan ditertawakan orang-orang, aku seorang pembantu kecil, mana bisa berteman dengan orang yang memiliki latar belakang setinggi itu?”
“Lalu kedua?” Lina Hua tersenyum bertanya kepada bocah ini.
“Kedua, adalah yang paling penting, Rika sudah pergi, orang di dalam rumah sudah sedikit, kalau aku berpacaran, kehidupan sehari-hari nona siapa yang akan mengurusnya?”
__ADS_1
“Aku sendiri memiliki tangan dan kaki, aku juga bukan cacat, di tambah lagi pembantu pasti masih harus mencari yang baru, juga tidak bisa menahan kalian seumur hidup.”
“Tidak, tubuh nona tidak baik, makan minum setiap hari selalu kami yang melayani, kalau mengganti orang baru pasti tidak akan terbiasa, Rika yang tidak berperasaan itu, bilang pergi lalu pergi membuat hati nona sedih, aku tidak bisa, aku telah berpikir beberapa hari. Telah memutuskan, kelak seumur hidup tidak menikah lalu seumur hidup melayani nona, setia kepada nona.” Ella bernafas dalam-dalam seperti telah bertekad bulat, mengatakan pikiran ini keluar, bicara benar, selesai Lina Hua mendengarnya dalam hatinya sangat tersentuh.