
Hello! Im an artic!
Lina tanpa berpikir, menjawab, “Tidak mungkin John, dia tidak mungkin melakukan hal ini.”
Lili: Haha, saya juga rasa begitu, tapi di luar sudah tersebar, pokoknya kamu kasih tahu John hati-hati saja.
Hello! Im an artic!
Lina: Hm
Setelah selesai mengirim wechat ke Lili, Lina tidak bisa tidur, perusahaan Eric bermasalah, dia tidak ada perasaan apa-apa.
Tetapi kenapa menarik masuk John, apa maksudnya?
Lina tidak bisa tidur, berbaring di ranjang melihat hp, ternyata ada beberapa berita tentang dia dan John.
Hello! Im an artic!
Ada satu berita yang menyebarkan berita tentang perusahaan Eric, berkomentar, “marah karena wanita cantik.”
Perkataan yang begini tersembunyi menarik perhatian orang, Lina membuka comment orang ini, ternyata……
Teman a: Guru, anda tahu tidak masalah ini, tolong kasih tahu beritanya?
Teman b: Saya juga mendengar berita lain, dengar-dengar Eric saingan dengan John, dulu juga berselisih, kemudian karena rebutan perempuan jadi tambah bermusuhan.
Berpikir sampai sini, Lina berjalan ke sana, melihat ke pintu di sana ada……
Lelaki di dalamnya, memakai kemeja putih, menggulung lengan, sedang serius melihat kertas sketsa.
__ADS_1
Lina mengetuk pintu, berjalan masuk.
John mengangkat kepala, melihat dia, matanya langsung menjadi lembut.
“Kenapa kamu belum tidur?”
“Tidak bisa tidur, keluar hirup udara segar, kamu masih lembur?” Lina melihat sekilas kertas sketsa itu.
“Hm, akhir-akhir ini perusahaan mau membangun 1 industri, mencari orang untuk desain tampak luarnya, tetapi saya masih merasa kurang cocok, mau ubah.”
“Kamu pernah belajar desain interior?” Lina menolehkan kepala, berjalan ke sana sambil penasaran.
“Dulu pernah belajar dikit, bukan professional, hanya sebatas pikiranan sendiri.”
Lina melihat sekilas kertas sketsa, hal begini dia tidak mengerti, sekarang yang membuat dia penasaran adalah, muncul hal begini besar, John masih bisa dengan tenang melihat kertas sketsa, mentalnya sangat kuat.
“Iya? Tidak ada.”
“Saya khawatir, bisa menarikmu ke dalamnya juga.” Lina diam-diam melihatnya.
Bab selanjutnya Bab 217 Ada Sedikit Menyedihkan
Hello! Im an artic!
John melihat Lina dengan raut muka yang begitu serius, pun merasa sangat lucu sekali.
Dia mengulurkan tangan, mencengkram tangan kecilnya.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Jangan khawatir, tidak akan, orang lain mau ngomong apa terserah mereka, yang penting saya tidak melakukannya, saya tidak takut, kalau ada orang yang mau mencari masalah, akan saya bereskan.”
“Baiklah, kalau kamu tidak takut, saya takut apa.”
Lina merasa apa dirinya terlalu mencampuri urusannya?
Baik hati mengingatkan, orang tidak peduli, perasaannya kesal.
Hello! Im an artic!
Pas Lina sudah mau pergi, John mana bisa tidak melihat maksud kemarahan dia, maka segera menarik tangannya, tidak membiarkan dia pergi.
“Lepaskan.”
“Tidak.”
“John kamu jangan kayak anak-anak.”
“Linlin, saya mau minum kopi, bisa buatkan saya?”
Lina: …
“Baik, presiden Jiang, Harap tunggu.” Lina benar-benar dibuat kesal, tadi apa maksud John manja?
Tapi memang benar dia jarang membuatkan dia apa-apa, sekarang mau kopi, buatkan saja, toh bukan masalah yang merepotkan.
John melepaskan tangan, Lina pergi membuatkan dia kopi.
Sebenarnya setelah selesai mengantarkan kopi hendak pergi, tetapi tidak disangka, malah dipaksanya memebicarakan desain interior 1 jam.
__ADS_1