Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 92 Permintaan Maaf Lika Hua


__ADS_3

Mendengar ada panggilan, Lina Hua segera menghentikan kegiatannya lalu mengangkat telepon.


“Halo?”


“Lina, kamu sedang sibuk tidak? Ada waktu untuk bertemu?”


“Sekarang?” Lina Hua sedikit terkaget.


“Ya.”


“Aku jemput kamu ke rumahku ya?”


“Jangan, mari kita ke tempat minum teh.” Lika Hua orang yang konservatif. Ia tak suka mampir ke rumah seseorang, apalagi mampir ke rumah Lina Hua.


Lina Hua berpikir sejenak, “Tak masalah, tunggu sebentar. Sekarang juga aku pergi.”


Kemudian, Lika Hua mengirim lokasinya, dekat sentra bisnis di sekitar universitas Lika Hua bernama The Peacock.


Rika mengantar Lina Hua pergi kesana.


Dia hanya memakai dress pendek simpel berwarna hitam.

__ADS_1


Saat keluar, ternyata diluar sedang hujan, ia meminta Ella untuk mengambilkan sweater berwarna kuning apricot.


Setengah jam kemudian, Lina Hua dan Lika Hua tiba di rumah teh.


“Kakak keempat, kau mencariku, ada apa?”


Lika Hua menggenggam tangan adiknya sambil menyerahkan sesuatu padanya, “Ini ada beberapa buku sejarah di sekolahku. Semua buku itu menceritakan tentang sejarah. Bukankah kamu selalu tertarik pada topik itu?”


“Terima kasih.”


Lina Hua menerima buku itu dengan senang hati.


Sebelumnya ia minta tolong pada Lika Hua, namun saat itu suasana hatinya sedang tidak baik, lalu menolaknya.


“Lina, untuk kejadian hari itu…… aku minta maaf.”


“Tak apa.”


“Aku sudah berpisah dengan Benard Bai. Waktu itu aku merasa amat kecewa. Aku mengabaikan keluarga juga kalian…… Namun kemudian kupikir-pikir, tak ada gunanya aku bertindak seperti itu. Aku juga tak mungkin kembali padanya.” Lika Hua memegang cangkir teh sambil melihat ke jendela memandang hujan yang turun dengan derasnya.


Di tempat minum teh diputar lagu Qing Hua Ci yang dinyanyikan Jay Chou.

__ADS_1


Liriknya adalah – Langit biru sedangkan aku menunggumu. Asap dari cerobong dapur membumbung tinggi membentuk pusaran.


Liriknya penuh arti. Lina Hua amat menyukai situasi seperti ini.


Ia bertanya pada Lika Hua, “Apakah kau sangat mencintainya?”


“Cinta? Bisa dibilang begitu…… Kami berdua sudah menjalin hubungan selama beberapa bulan, biasanya berjalan baik-baik saja. Awalnya saat dipertemukan dengan keluarganya aku pikir ia akan melamarku. Aku tak menyangka setelah bertemu dengan kelurganya, ia malah putus denganku.”


Bibir Lika Hua tersenyum pahit.


“Jika kau sangat mencintainya dan merasa ia adalah orang yang layak diperjuangkan, kurasa kau harus pergi mencarinya.” pikir Lina Hua.


Lika Hua menggelengkan kepala, “Tak ada gunanya. Ia orang yang keras kepala. Aku tak bisa merubah situasi jika aku tak bisa mengubah latar belakang keluargaku. Ia tak bisa menerima cap keluarga orang kaya. Ia adalah seorang pria dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Ia tak mau menjadi menantu keluarga kaya. Aku marah padanya. Mungkin karena hal itu juga aku mencintainya. Jika ia sama seperti kakak ipar kita Samuel Zhang hanya menjilat kakak dan ayah ibu untuk kepentingan dirinya sendiri, aku tentu akan memandang rendah dirinya. Makanya, waktu itu pikiranku amat bergejolak.”


Lika Hua tak tahu harus bagaimana. Mungkin karena ia merasa tenang saat bersama dengan Lina Hua.


Makanya ia bisa mengutarakan isi hatinya.


“Kakak keempat, bukan salahmu kamu terlahir kaya. Kamu tak bisa memilih asal usulmu, tapi kamu punya hak untuk memilih pasanganmu. Suami istri yang miskin dan serba tidak cukup sangat tidak menyenangkan. Tanpa uang, melewati hari-hari akan terasa lebih sulit. Kau punya tabunganmu sendiri. Hidupmu akan sangat baik jika kau bersama dengan Benard Bai. Perihal ayah dan ibu, aku yakin mereka juga tidak masalah menikahkanmu dengannya. Kuncinya adalah sifat Benard Bai. Ia peduli padamu atau ia takut untuk mengutarakan pikirannya. Jika ia mencintaimu, ia pasti akan mencoba keluar dari pemikiran semacam itu. Tak peduli apa yang orang lain katakan, ia akan terus ada disampingmu. Jika ia hanya memikirkan pandangan orang lain terhadap dirinya, bisa dibilang ia tak cukup mencintaimu. Karena ia tak cukup mencintaimu, sepertinya ia tidak perlu diperjuangkan lagi. Iya kan? ”


Lika Hua terkaget mendengar perkataan Lina Hua.

__ADS_1


Perkataan Lina Hua hari ini sudah jauh berbeda dengan dirinya yang dulu, terlebih lagi perkataannya sepertinya amat masuk akal?


__ADS_2