Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 362 Berputar Kembali Untuk Menyelamatkan Orang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Faktanya, Bethany tidak pulang setelah makan malam. Dia juga mengendarai mobil keluar. Setelah minum sedikit anggur, dia tidak boleh menyetir, jadi dia memanggil supir.


Tetapi saat dia menunggu,supir sama sekali tidak datang, sepertinya terlambat.


Hello! Im an artic!


Tepat ketika dia akan mengambil ponselnya untuk memanggil supir yang lain, seorang pria memakai baju hitam dan topi baseball dengan perlahan jalan ke arahnya.


“Apakah kamu yang memanggil supir?”


“Um, ya.”


“Apakah kamu pemilik mobil plat nomor 1002?” Suara lelaki itu rendah dan sedikit dingin.


Hello! Im an artic!


“Benar.”


“Akulah supirmu, di mana mobilmu?” Pria itu bertanya padanya.


“Di sana, Porsche putih,” Bethany menunjuk ke tempat parkir.


“Oke, naiklah ke mobil.”


Bethany mengangguk dan mengikutinya sambil bertanya, “Mengapa kamu datang begitu lama? Aku baru saja melihatmu di peta. Kamu seharus berada di sini dalam tiga menit. Membuatku menunggu lama, hari yang sangat dingin……. ”

__ADS_1


Itu normal bagi gadis kecil untuk mengeluh, tetapi sebenarnya Bethany tidak bermaksud untuk menyampaikannya.


Pria itu berhenti dan merendahkan suaranya, “Sebelum saya keluar, ada masalah di rumah, maaf jika itu membuatmu terganggu.”


“Oh? Ngomong-ngomong, dimana sepeda listrikmu?” Bethany menyadari bahwa pria itu tidak membawa sepeda listrik. Supir seperti mereka biasanya selalu membawa sepeda listrik sendiri, dan setelah mengantar para tamu kembali, mereka pulang menggunakan sepeda listrik itu, tetapi lelaki itu malah berjalan.


“Sepeda listrik saya habis listrik. Setelah mengantar Anda kembali. Saya akan pulang naik taksi.”


“Tapi rumah saya berada di area villa, sangat susah untuk mencari taksi.” Bethany mulai curiga dan khawatir dengan pengemudi ini.


“Tidak apa-apa, aku bisa memanggil taksi untuk menjemputku.”


“Yah, yasudah antar aku, Aku akan memberimu tip. Aku tidak akan membiarkanmu bersusah payah.” Bethany tidak memikirkan apa-apa. Rasanya dingin. Tidak mudah untuk menemukan supir. Ketika sampai di tempat itu, selain membayar ongkos, juga memberikan beberapa tips tambahan sebagai ucapan terimakasih.


Pria itu tidak menjawab, lalu berjalan cepat dengan kepala tertunduk.


Bethany tidak melihat penampilannya dengan jelas, tapi dia terdengar seperti umur tiga puluhan.


“Halo?” Dia terlihat tidak mengenali nomor telepon itu.


“Bethany, kamu dimana?”


“Aku di pintu restoran. Sopirku baru saja tiba. Aku masih belum pergi.”


“Kalau begitu jangan kemana-mana. Tunggu aku. Aku akan segera kesana. Aku lupa memberimu sesuatu.” kata Lina menggunakan ponsel John.


“Oke, kalau begitu aku akan menunggumu.”

__ADS_1


Bethany menutup telepon dan tersenyum, “Pak, apakah kamu bisa menunggu saya? Teman saya datang untuk memberi saya barang. Setelah saya mengambilnya baru pergi. Saya bisa menambahkan tipnya beberapa kali lipat, tidak akan mengganggumu.”


“Terlalu banyak hal.” Pria itu jelas tidak senang.


Bethany juga tidak memdengarkannya, dia dengan bersemangat membuka pintu dan turun untuk menunggu Lina.


Dua menit kemudian, mobil John tiba, dan Lina dan John turun dan melihat Bethany berdiri di pintu.


“Kakak Peri.” Bethany tampak bersemangat dan melihat Lina menggigit bibir kecilnya, degan sangat imut.


Diam-diam Lina menghela nafas, jika seorang gadis secantik dia benar-benar mengalami masalah, keluarganya pasti sangat patah hati?


“Lina, aku ingin makan makanan penutup. Bisakah kamu menemaniku makan?” Lina mengajak Bethany.


“Ah? Sekarang?”


“Ya.”


“Aku sudah memanggil sopir, um, tidak apa-apa. Tunggu aku. Aku akan menyuruh sopir itu pergi.” Bethany berbicara dengan sangat baik. Meng-iyakan Lina, dia berlari kembali ke mobilnya dan memberinya 500 yuan sebagai ganti rugi, dia tidak menyangka bahwa ketika Bethany membuka pintu, orang itu telah menghilang.


“Brengsek, dia benar-benar melarikan diri, enar- benar tidak bisa di percaya.” Setelah Bethany mengeluh, dia bergegas kembali, dan dengan antusias membawa Lina dan John ke toko makanan penutup terdekat.


“Bethany, kapan kamu berulang tahun?” Lina bertanya padanya.


“Aku 8 Agustus, haha.”


“Yang aku tanya itu tanggal kalender lunar.”

__ADS_1


John memandang Lina berdampingan, dan tiba-tiba menebak, apakah isitrinya ingin diam-diam meramal?


“Oh, kalender lunar, aku pikir dulu, kata ibuku, sepertinya jam delapan tiga puluh pagi pada hari kelima di bulan Juli.” Bethany mengingatnya dengan jelas.


__ADS_2