Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 751 Kerjasama Suami Istri


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Namun Lina Hua memiliki pendapat yang berbeda, dengan tenang ia berkata, “Jika ini uang yang ia dapatkan dengan kerja keras, aku pasti akan merelakannya. Namun ini adalah uang yang ia dapatkan dengan cara diam-diam berkomplot dengan orang lain untuk memakan uang perusahaan selama bertahun-tahun, menipu ayah dan saudari-saudariku. Juga saat ini, saat kakak keempatku masuk rumah sakit dan membutuhkan uang, tak hanya ia tidak membantu, malah mempertengkarkan pembagian warisan, dari situ, aku tahu, ia sejak dulu tak pernah menganggap kami keluarga, sekarang masih ingin membawa kabur uang ini, bagaimana aku bisa membiarkannya.”


Melihat Lina Hua seperti ini, hati John Jiang terasa pedih, rupanya ia begitu menghargai hubungan kekeluargaannya.


Hello! Im an artic!


“Ya, Tuan, kau juga tahu seperti apa Lisa Hua menyiksa nona dulu?” Ella memotong.


Rika juga tak bisa menahan diri, “Tuan, ingatkah anda, Lisa Hua memaksa nona berbicara mewakili rumah sakit bedah plastik, iri dengan penampilan nona, ia menyebarkan rumor bahwa nona melakukan operasi plastik. Juga beberapa kali meributkan warisan Nyonya Besar yang diwariskan pada nona. Dan saat nona terkena serangan dingin, ia datang membawa es batu, sungguh sangat kejam. Jika bukan karena Nona Windi Feng menemukannya dengan cepat, nona pasti sudah…”


Mendengar perkataan ini, John Jiang tiba-tiba merasa Lisa Hua tak layak dikasihani.


Ia bukannya takut pada Lisa Hua, namun orang dengan tujuan tak benar seperti itu, jika putus asa, akan melakukan sesuatu yang berbahaya.


Hello! Im an artic!


Ia juga tak bisa melindungi Lina setiap saat, maka ia takut Lina akan mendapat masalah.


Sekarang melihatnya, tanpa kejadian hari ini pun, Lisa Hua sudah menganggap Lina sebagai duri dalam daging, masih bisakah jadi lebih buruk lagi?


“Baik, kalau begitu akan kulakukan sekarang, aku bisa membekukan akunnya sampai sebulan, akun lokalnya juga, maka ia takkan bisa memindahkan satu sen pun.”

__ADS_1


“Sebulan sudah cukup, sisanya serahkan padaku.”


 


Lina Hua merasa, dalam kurang dari sebulan, ia bisa membuat Lisa Hua menyerah dan tak berani berkata-kata lagi.


“Lina, tapi kau harus berjanji padaku, jaga dirimu, berhati-hatilah.”


John Jiang belum tahu, bahwa Lina Hua sudah membuka segelnya.


Ia masih mengira ia adalah seorang gadis yang lemah…


Mana mungkin ia terpikir, Lina Hua yang sekarang adalah musuh terbesar bagi Dunia Kematian, bahkan 12 dewa kematian bukanlah tandingannya, dengan brutal dikalahkannya.


Bahkan Windi Feng ingin bersujud dan memanggilnya master, namun Lina Hua tak ingin John Jiang melihatnya seperti ini.


Menjadi orang biasa, dan menemaninya menjalani hidup ini.


“Tenang, Tuan Jiang, aku akan berhati-hati.”


“Kait.” John Jiang mengeluarkan jari kelingkingnya.


Lina Hua tiba-tiba tertawa…

__ADS_1


“Tidak perlu, kita bukan anak kecil lagi.”


“Tak bisa, harus kau kaitkan.” John Jiang memaksa.


“Baik, aku menurutimu.”


Lina Hua juga mengeluarkan jari kelingkingnya dan keduanya mengaitkannya.


John Jiang bergumam, “Kaitkan, dan dalam 100 tahun tak boleh dilepas, barangsiapa yang berani melepasnya, adalah orang jahat.”


“Tuan Jiang, seharusnya kita bilang, seorang terhormat menepati janjinya.”


“Tak apa, artinya sama saja.”


Lalu mereka berdua tertawa.


 


“Maka, apakah Nyonya Jiang akan kembali ke kamar bersamaku sekarang? Aku sangat mengantuk…” John Jiang menguap.


Lina Hua mengecek waktu, sudah hampir pukul 5, ia segera bangkit.


“Kalian berdua juga segeralah tidur, hari sudah sangat larut.”

__ADS_1


Setelah Lina Hua dan John Jiang pergi, Rika dan Ella juga beristirahat. Sebelum tidur, John Jiang menelepon 2 kali. Sejam kemudian, akun domestik dan internasional Lisa Hua telah dibekukan.


“Will? Kau harus jelaskan padaku, bagaimana bank kalian melakukannya? Bagaimana ini bisa terjadi?” ketika Lisa Hua mengetahuinya, ia menjadi murka.


__ADS_2