
Hello! Im an artic!
Sony: Kembali sama Eric?
Lili: Apa urusanmu.
Hello! Im an artic!
Sony: Bantuan 500juta?
Lili: Gimana? Saya suka, saya lihat Eric baik, ada uang pun tidak bisa membeli saya.。
Sony: Kamu yakin kamu ada 500juta?
Lili: Sony perkataan kamu ini memandang rendah siapa, saya Lili artis terkenal!
Hello! Im an artic!
Sony: vila Country Garden yang kamu tinggal 120juta, 2 mobil kamu ditambah tidak ada 5 juta, yang kamu kasih Eric 100juta itu juga kamu jual deposito dan jaminan, kamu di Australia masih ada rumah mewah, 80 juta, ditambah lagi sahammu di Keluarga Hua, paling 50 juta, itu semua kalau ditambah hanya sekitar 350juta, kamu punya 500juta dari mana?
__ADS_1
Lili: ……
Lili: Ternyata kamu berani memeriksa keadaan keuangan saya?
Kemarahan Lili, Sony ini, memang berhati hitam, ternyata keuangan dia dicek dengan seksama, sebenernya, Lili sendiripun tidak pernah menghitungnya detail.
Sony: Masih perlu cek? Kamu tokoh umum, di mana ada harta, bukankah berita setiap hari kabarin? Orang yang bisa matematika sekali tambah saja sudah tahu.
Lili: Saya punya uang berapa ada urusan apa sama kamu? Sony, jangan kira semua orang sama kayak kamu, seperti ayam jago, sekalipun kamu punya banyak uang tapi tidak bisa dipakai, mati juga tidak dibawa, kasih anak cucu untuk dipakai saja, paling bagus kalau anakmu itu penghambur uang, tidak hanya menghabiskan uangmu, masih banyak hutang, kemudian memalukan keluarga Wang-mu.
Sony: Jangan mengatakan perkataan yang begitu kasar, kalau kamu yang melahirkan anakku?
Lili: Sialan, kamu tenang saja, kalau saya tidak bisa mendapatkan lelaki juga bisa pinjam ******, tidak akan melahirkan untukmu, jangan sok bisa ga?
Sebenarnya Lili sendiri tidak memperhatikan, tidak tahu sejak kapan, sering wechat-an dengan Sony, apa itu saling balas membalas kata-kata, itu juga asik.
Villa Spring Mansion
Masuk bulan November daerah utara lebih dingin, tetapi karena tidak ada penghangat sentral, maka Lina membuat banyak tungku api dinding di dalam vila, seperti gaya di Eropa.
__ADS_1
Terlebih di ruang tamu, sebuah tungku api di sebelah dinding dalam sangat indah, Lina menggendong edo duduk di pinggir tungku api.
Rika dan Ella duduk di sofa melihat drama, ada drama yang namanya Lina juga kagum dengan selera mereka.
Waktu John pulang, melihat kondisi yang hangat ini, Lina memakai baju rumah kuning telur asin, rambut digeraisampai pinggang, mengelus badan edo, tatapan sangat lembut, sebenarnya, John sering iri dengan edo, karena dia bisa dimanja oleh Lina, bisa tidur di ranjangnya dengan bebas, masuk ke dalam pelukannya.
“Tungku dinding di rumah kita ok, ada perasaan hangatnya musim semi.” Setelah John masuk dan melepas sepatu, langsung berjalan ke arah Lina.
Rika dan Ella melihat tuan muda sudah pulang, langsung tahu diri berdiri.
Lina mengendong edo menoleh, “Di luar dingin tidak?”
“Dingin, kamu lihat kuping saya sudah merah, boleh menghangatkan saya?” John dengan manja memberikan kepalanya, maksud agar Lina menggunakan tangannya untuk menghangatkannya.
Tetapi……Lina mana enak melalukan hal itu.
Dia langsung membuang muka, “Kalau dingin mandi air panas, minum kopi panas lagi.”
John mengulurkan tangan, menyentil kepala edo, berkata sendiri, “edo, kamu lihat, tuanmu sangat pilih kasih, padahal kamu tidak dingin, dia masih memelukmu erat, saya yang sudah mati kedinginan, dia juga tidak mau memelukku, prinsip apa ini? Semua pun anggota keluarga, kenapa kamu mendapatkan pelayanan kelas tinggi? Apa karena kamu lebih lucu dibandingkanku?”
__ADS_1
Lina tiba-tiba dibuat tertawa, memiringkan kepala melihat dia, “Cemburu dengan kucing, Presiden Jiang, kamu memang keren.”