
Hello! Im an artic!
Ferdy menghela nafas, “Tabiat Eric sangat keras, terjadi hal sebesar ini, dalam hati pasti sangat tidak enak.”
“Lalu bagaimana?”
Hello! Im an artic!
“Saya dan ayah sudah membicarakannya, membiarkan dia lepas tangan, jika sekarang membuang kekacauan ini, paling rugi beberapa ratus juta, kita masih bisa bantu, tapi kalau masih mau meneruskannya, takut seperti salju yang berguling semakin lama semakin besar, sampai waktu itu kerugian juga semakin besar, ayah tidak bisa membantu, kalau ayah membantunya, Eric semakin tidak bisa menarik mukanya, makanya biarkan saya bicara, cuman dia tidak menerima telepon, pesan juga tidak lihat, saya tidak yakin.”
“Kalau gitu begini saja dulu, lihat besok sikap dia.”
Fenny dan suaminya ingin membantu masalah adiknya ini, untuk Keluarga Xie, kerugian ini hanya sedikit.
Tetapi jika tidak mau lepas tangan, bila kerugian semakin besar, bayar hutang masalah kecil, tetapi mental Eric akan hancur.
Hello! Im an artic!
Maka yang dikhawatirkan oleh Ferdy dan Steve adalah hal ini, bukan masalah bayar hutang.
Melepaskannya, waktu ngomong mudah, waktu mengerjakannya susah.
Pengembagan obat baru ini adalah hasil jerih payah Eric, bagaimana bisa bilang tidak mau ya tidak mau.
__ADS_1
Lagi pula, obat tidak bermasalah, orang yang meninggal itu juga tidak ada hubungan dengan obatnya, dia yang jadi salah, kalau dia sekarang melepaskan bagian obat Eric.
Itu bukan menyatakan, obat dia bermasalah? Orangnya juga bermasalah?
Ini merupakan malan yang susah tidur, pagi-pagi.
Eric dengan berantakan pergi ke kantor, kantor langsung jadi sangat tenang.
Para keluarga juga sudah rada reda membuat masalah, media juga sudah tidak mengepungnya lagi, sekarang tinggal menunggu perusahaan bangkrut.
“Bos, gaji bulan ini masih ada?” Sampai security mengkhawatirkan masalah gaji.
Eric merasa geli, dari dompet, mengambil beberapa lembar uang langsung dilempar ke arahnya.
“Baiklah, terima kasih bos, anda jangan salahkan saya, sekarang ini banyak bos perusahaan yang kabur, mengundur gaji.” Orang tua itu berkata.
Eric juga tidak menyahutnya, menundukkan kepala masuk ke kantor.
Sekertaris masuk, mengambil tumpukan laporan.
“Bagaimana keadaan sekarang?” Tanya Eric.
“Pelanggan mau mengembalikan barang, penjualan obat sekarang tidak bagus, saham turun, menurut perkiraan sekarang, perusahaan kita masih bisa dijual 300juta, masih harus membayar hutang 5,7 miliar, kecuali anda menyatakan bangkrut, menyuruh bank menghitung semua ini, sisanya tidak perlu bayar, cuman…… anda orang Keluarga Xie, jika ada orang yang masih mau mempermasalahkannya, takutnya ayah anda harus menanggung sedikit.”
__ADS_1
“heh, apa saya ada pilihan lain?” Eric tertawa dingin.
Sekertaris dengan suara rendah, “Ada, bos, kalau mau pinjam uang menutup lubang ini, tetapi dengan kondisi keuangan kantor sekarang, sebenarnya menutupinya sama saja bohong, pilihan ini tidak saya sarankan.”
“Baiklah, kamu keluar dulu, saya pikir-pikir.”
“Baik, bos.”
Setelah sekertaris keluar, Eric bersandar di kursi, sementara tidak ada ide.
Sekarang mau dia menyerah, pasti tidak mungkin, membiarkan dia lanjut, juga sudah tidak yakin lagi, bagaimana bisa mengelola dengan baik.
Kalau mau pinjam uang, harus ke kantor pusat, ayahnya akan memegang kelemahannya, pasti akan memakannya hidup-hidup. Kemudian hari jika masuk kantor pusat, pasti akan jadi bawahan ayah dan kakaknya, tidak ada suara.
Tetapi jika tidak meminjam dari kantor pusat, siapa akan meminjamkannya 5,7 miliar?
Teman-teman yang cuman tahu waktu main saja, kalau sekarang perlu uang, pasti tidak bisa, juga tidak bisa mengeluarkan uang sebanyak itu.
Setelah berpikir, Eric memikirkan 1 orang, Lili.
Lili adalah artis besar, seharusnya ada uang.
Memikirkan sampai sini, Eric mengambil hp, menelpon ke nomor Lili.
__ADS_1