Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 706 Dua Orang Bodoh


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Andy Qin ditanya Windi Feng seperti ini, menghela nafas pelan, menundukkan kepala dan berpikir lama.


Kemudian baru menjawab, “Jujur saja, aku tidak tahu, aku sudah lama tidak bertemu dengannya, dia masih seorang gadis kecil didalam ingatanku, aku juga tidak tahu akan ada perasaan apa kalau sekarang berhadapan dengannya, apakah rindu? Atau cinta yang dalam? Atau lupa? Ataukah rasa asing yang familiar? Aku sungguh tidak tahu, lagipula ini hanyalah pertanyaan yang tidak berdasar, maka aku juga tidak tahu mau bagaimana menjawabnya.”


Hello! Im an artic!


Andy Qin sedikit mabuk, sebenarnya dia tidak minum banyak, hanya hari ini suasana hatinya sedikit rumit.


Dan juga arak putih Windi Feng ini dibawa dari kampung halaman, dibuat oleh paman sendiri, alcohol 60 persen dan sangat kuat.


Maka Andy Qin sedikit sempoyongan, sangat tidak sama dengan keadaan biasanya.


TapiWindi Feng malah menyadari, Andy Qin yang begini sangat menarik, dia melihatnya dengan serius.


Hello! Im an artic!


“Sudahlah, tidak perlu menjawabnya lagi, mari, toast.”


Kedua orang minum segelas demi segelas, akhirnya arak putih sebanyak 500 ml habis diminum.


Masih merasa tidak puas dan mengambil lagi sebotol anggur merah dari dalam kulkas.


Setelah habis meminum sebotol anggur merah ini, kedua orang mulai mabuk.


Sepulangnya dari tahun baru, sebenarnya kedua orang tidak melakukan hal intim apapun walau tinggal bersama dibawah satu atap.

__ADS_1


Menilai dengan menggunakan ucapan John Jiang, Andy Qin berteman terlalu akrab dengannya dan tidak enak hati bertindak.


Maka urusan setelah mabuk kali ini termasuk harmonis, kemudian kedua orang tertidur lelap.


Sampai pagi hari berikutnya, jam sepuluh.


Windi Feng terbangun melihat jam dengan bingung, baru terduduk.


Menarik rambut dan berusaha tersadar dari kantuknya sendiri, lalu pipinya langsung memerah setelah melihat lagi pakaian dia dan Andy Qin.


Andy Qin terkejut bangun karena gerakannya, juga ikut berdiri, langsung mengerti semalam rupanya terjadi apa, sesaat, kedua orang sangat canggung.


“Uhuk uhuk, semalam itu……” Andy Qin tidak tahu harus bicara apa.


“Andy Qin, sial, semalam kita……Tidak ada perlindungan apapun.” Windi Feng tiba-tiba mengingat sebuah masalah yang menakutkan.


“Tapi beberapa hari ini periode yang berbahaya bagiku.”


Windi Feng panik sampai mau menangis, dia sungguh tidak suka menjadi ibu, sungguh tidak ada persiapan apapun.


“Kamu jangan panik, aku ada cara, aku pergi beli obat, akan ada efek kalau masih belum 72 jam.”


Andy Qin sambil bicara sambil segera berdiri dan berpakaian, Windi Feng juga ikut berpakaian, “Aku pergi denganmu, sekalian sarapan.”


Kedua orang bersama turun kebawah, masuk bersama saat melewati toko obat.


“Beli obat apa?”

__ADS_1


“Uhuk uhuk, obat itu.” Andy Qin canggung.


“Obat yang mana?” Nona kecil penjual obat ada sedikit tidak sabar.


“Obat yang boleh dimakan oleh kami orang dewasa.” Andy Qin berusaha mengartikan.


Nona kecil mengerutkan alis, mengeluarkan sebuah kotak dan meletakkan diatas meja, “Apakah ini?”


Windi Feng menundukkan kepala melihat, astaga, hampir tertawa, rupanya sekotak pil Liuwei Dihuang, ini……Apakah ini maksudnya menambah tenaga?


Andy Qin tidak ada cara lagi, merendahkan suara di telinga Windi Feng , “Kamu yang bilang saja, sungguh canggung.”


Windi Feng mendengus berat, “Ambilkan satu kotak obat tidak bisa hamil.”


Penjual obat:……


“Cepat, ambilkan.”


“Kakak, disini kita tidak menjual obat tidak bisa hamil itu, kamu tanyalah ke tempat lain.”


Windi Feng :……


Andy Qin tertawa dibelakang, sungguh tidak bisa menahannya lagi, sampai tertawa keras, Windi Feng lebih bodoh darinya, bodoh yang imut.


“Kamu masih tertawa?” Windi Feng memalingkan kepala dan memelototi dengan kejam.


“Menurutku, paman dan tante apakah kalian berdua mau membeli kontrasepsi?” Nona kecil sedikit mengerti.

__ADS_1


Windi Feng menganggukan kepala keras dengan gembira, tapi merasa ada yang tidak benar, apa? Paman dan tante?


__ADS_2