Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 122 Mengotori Kampus


__ADS_3

Menghadapi sederet masalah yang menghancurkannya, Lina tetap sangat tenang.


Dia hanya menghela nafas, kampus itu seharusnya tempat yang bersih dan suci.


Bagaimanapun tidak seperti masuk ke lingkungan masyarat yang rumit dan kacau.


Sayang sekali, tidak seperti itu.


Kampus sekarang tetap saja sebuah lingkungan masyarakat versi kecil, di dalamnya campur aduk, orang seperti apa pun ada.


Tidak peduli pria atau wanita, asalkan kamu sudah terkenal, maka akan mendatangkan gosip.


Awalnya Lina hanya ingin menyembunyikan identitasnya sebagai menantu dari keluarga Jiang, bagaimana pun terlalu menyilaukan mata.


Tak terpikirkan malah dibilang orang jadi simpanan, cukup memusingkan.


Dia tidak ingin menggubris dalang di balik semua ini, tidak peduli apakah itu adalah Lexie, atau dulu yang pernah dilamarnya Saniyah.


Jika terus berseteru dengan para wanita itu, akan membuat diri sendiri terlihat tidak bermoral, sangat rendahan.


Bagaimanapun dia adalah….master penilaian terkenal di dunia yang misterius.


Saat perjalanan pulang selesai makan, Lika mengiriminya sebuah pesan.


Lika: adik kelima ada apa dengan forum postingan ?


Lina: ada orang sengaja menjatuhkanku.

__ADS_1


Lika: sungguh keji, aku coba periksa.


Lina: sudahlah, masalah kecil ini, dihilangkan juga akan ada lagi, tidak akan ada habisnya, tidak usah di hiraukan.


Lika: mana bisa begitu, akan merusak nama baikmu.


Lina: aku tidak peduli dengan semua ini.


Lika: kalau begitu aku bantu kamu menjelaskannya, begitu identitasmu dikeluarkan, maka mereka akan merasa terkejut.


Lina: tidak usah, benar tetap saja benar.


Lika: adik kelima, sifatmu sungguh membuatku salut.


Lika berbaik hati ingin membantunya menjelaskan semua ini, tapi Lina merasa tidak perlu terjerat dengan para mahasiswa ini.


Sore hari, saat Freddie bermain basket di lapangan basket, beberapa pria masih membicarakan masalah ini.


Freddie memegang handuk menyeka keringat, “Aku rasa tidak terlalu mirip, dia tidak terlalu mirip orang yang akan membuat diri sendiri menderita demi jadi simpanan orang.”


Benar, walau tidak banyak berinteraksi, tapi Freddie menilai orang selalu tepat.


Merasa gadis ini yang memiliki sifat agak aneh, malah tidak terlalu mirip akan jadi simpanan.


Di Universitas Nasional, sebenarnya juga ada gadis muda yang jadi simpanan orang kaya.


Tapi mereka setiap hari sangat pamer kekayaan, yang dipakai adalah merek terkenal, tas yang dibawa lebih dari ratusan juta.

__ADS_1


Sungguh takut orang lain tidak tahu mereka kaya?


Tapi Lina tidak sama, Freddie juga bertemu dengannya beberapa kali.


Bahkan saat pesta penyambutan tahun ajaran baru, yang dia pakai juga sangat biasa saja, bukan barang bermerek.


Tas kanvas yang dibawanya juga jenis yang sangat biasa.


Dia tidak merasa gadis yang terlihat begitu rendah hati, akan seperti kata-kata orang menjadi wanita simpanan orang kaya.


“Kakak Yuan, kalau soal ini kamu sudah tidak mengerti, mengenal seseorang sangat mudah tapi mau memahami hati seseorang tidaklah mudah, ada beberapa orang….di depan kelihatan seperti itu, sebenarnya sifat aslinya berbeda lagi, mungkin dia menjadi simpanan pejabat, takut diselidiki, jadi baru menyuruhnya tidak terlalu menonjolkan diri?”


“Itu tidak mungkin, orang yang bisa lancar memainkan lagu Liszt, saat masih kecil pasti mendapat didikan yang sangat baik, hanya berdasarkan ini sudah bisa dipastikan, dia sendiri mempunyai latar belakang keluarga yang lumayan, tidak sampai harus jadi simpanan, apalagi dengan kepribadiannya, seharusnya tidak akan menganggap para orang kaya itu berarti.”


Freddie tetap mempertahankan pemikirannya….


Saat akan pulang kuliah, Lina mendapat wechat dari John.


“Aku sudah menelpon Rika, menyuruhnya jangan pergi ke kampus, hari ini aku yang pergi menjemputmu.”


Lina hanya membalas satu kata.


Kemudian mengira di pintu samping akan melihat Rolls-Royce edisi terbatas John, sayang sekali….hanya melihat satu taksi.


Di dalam taksi, John melambai-lambaikan tangan, Lina naik ke mobil.


“Tidak berani membawa Rolls-Royce, takut membuatmu bertambah buruk.” Dia berkata.

__ADS_1


“Kamu sudah mengetahuinya?” Lina mengerti, John pasti melihat postingan yang menjatuhkannya.


“Eng, tahu, kamu bagaimana? Apakah di hati sedih?” Dia sedikit khawatir, bertanya padanya.


__ADS_2