Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 147 Tidak Tahu Malu


__ADS_3

Sony langsung membalasnya.


“aku gak peduli kamu beneran mabuk atau gak, tapi kalau sudah berjanji yah harus ditepati, orang biasa saja harus menepati janji, apalagi kamu artis terkenal?”


“Pak Wang, hal ini aku yang salah, gini, kamu mau gimana?”


Lili merasa pria ini seperti susah disingkirkan, dia mau mengambil apa dari kesempitan ini?


“gampang, tepati janjimu, ikut aku pulang.”


Lili menarik nafas dalam-dalam……


Hampir saja dia mengetik kata-kata kotor, tapi dia menahannya, soalnya lawan bicaranya itu dari keluarga Wang, dan dia itu temannya John dan Lina


“Pak Wang, kamu jangan bercanda, ok? Aku tahu waktu itu aku yang salah, tapi aku beneran mabuk, kata-kata aku juga hanya bercanda doang, aku minta tolong jangan dilanjutkan lagi, lupakan saja, boleh? Gini saja, aku ganti rugi deh, biar kita bisa selesai di sini, gak usah lanjut gak jelas lagi, menurut kamu?” Lili sudah bersabar sampai batasnya, dia hanya berharap Sony akan melupakannya.


“Ganti rugi gak usah, hanya butuh kamu pulang denganku.”

__ADS_1


“kamu ini kenapa sih? Jangan gak tahu malu donk, aku sih gak mungkin tidur denganmu, kamu mengancam aku, ada gunanya?”


“Tidur? Tidak, sepertinya kamu salah paham, aku bilang pulang denganku, bukan tidur denganku.”


Melihat Lili yang salah paham, Sony menjelaskan dengan tenang.


Lili semakin marah, dia berteriak dengan audio wechat, “bullshit! Kita sudah dewasa semua, kamu gak usah basa-basi denganku, pulang denganmu, kalau gak tidur, emang ke rumahmu makan kue?”


Mendengar teriak Lili, Sony tetap tenang.


Dia beneran artis terkenal kah? Kenapa cara bicaranya begitu kasar? alasan juga banyak banget?


“pulang ke rumah utama ngapain?” Lili semakin panik.


Tapi dia tiba-tiba teringat, tadi dia ngomong apa, singa betina? Siapa? Dia? shit…….


“aku butuh seseorang untuk berpura-pura menjadi pacarku, bantu aku menipu nenek ku yang ribet itu, gak perlu waktu yang lama, sampai aku menyelesaikan proyek yang ditanganku ini saja, biar dia gak mengangguku tiap hari, dan pas aku menang taruhan denganmu, jadi aku berharap kamu menepati janjimu, ikut aku pulang.”

__ADS_1


Setelah mendengarkannya, akhirnya Lili mengerti.


Lalu dia bertanya, “kamu setajir itu kenapa gak cari wanita lain, kenapa mesti aku? Aku sudah bilang taruhan itu gak berlaku, gila yah.”


“cari kamu karena kamu dari keluarga Hua, nenek aku suka latar belakang keluarga kamu, sesimple itu.”


“kalau aku gak setuju?” Lili menjawabnya.


“kalau begitu aku hanya bisa upload videonya di media sosial ku, nantinya……”


Yang belakangnya Sony gak melanjutkan ucapannya, tapi resikonya, Lili pasti paling tahu, dia itu artis, kalau videonya tersebar, gak bisa dibayangkan.


“Sony, kalau gak boleh dinamain Sony, kamu harus dinamakan Brengsek, mengancam aku, gak tahu kena karma?” Lili beneran marah kali ini.


“kamu boleh marah, tapi aku membeli 5 menit untuk kamu pikirkan, setelah 5 menit aku akan memutuskan untuk mengupload video atau tidak.”


“kurang ajar sialan kau ini.” Lili benaran sangat marah, dia juga gak tahu berkata apa, pertama kali bertemu dengan pria yang gak tahu malu.

__ADS_1


Tapi ada kelemahan di tangan orang lain, dia juga tidak berani apa-apa.


Setelah 5 menit, Lili mengirimkan chat, “Brengsek, aku akan menepati janji, tapi videonya harus dihapus di depan aku, kalau gak kubunuh kamu.”


__ADS_2