
Lina bergegas mengurus prosedur untuk rawat inap, kemudian menelpon Ella, mengatakan akan pulang lebih malam.
Hello! Im an artic!
Dalam kamar pasien VIP
Lika yang demam sampai tidak terlalu sadarkan diri, sudah mulai sadar, raut wajahnya sangat pucat.
Hello! Im an artic!
“Adik kelima, terima kasih.”
“Di antara kita jangan berkata seperti itu, kamu kenapa, demam sampai 40 derajat juga tidak minum obat, juga tidak pergi ke dokter? Lina mengerutkan alis.
“Lebih baik lagi kalau bisa mati, bisa terlepas dari semuanya.” Lika terdiam dan wajahnya pucat, pandangan matanya kosong, bisa dilihat, dia masih sangat sedih.
Mendengar Lika berkata begini, Lina sudah tahu, pasti ada hubungannya dengan polisi itu.
Hello! Im an artic!
Tapi dia tidak mengungkitnya, takutnya jika sekarang mengungkitnya akan bertambah sedih.
“Kakak keempat, kamu baru umur berapa, kamu baru berumur 20an, kehidupan baru dilewati 25persen, pasti akan berlalu walau dulu terjadi apapun, hari-hari ke depannya masih panjang.”
Lika diam tidak berkata….
“Apakah ada yang ingin di makan, aku menyuruh Rika pergi membelikan bubur untukmu.”
“Tidak ingin makan.”
“Apakah perlu memberitahu pada papa dan mama? suruh mama datang menjagamu?”
__ADS_1
“Tidak mau, aku tidak ingin bertemu dengan mereka.”
Sebenarnya, Lika sudah sangat lama tidak pulang ke rumah, sejak terakhir kali makan bersama Benard dibuat jadi canggung, Lika ada rasa kesal pada orang tuanya.
“Boleh juga, beberapa hari ini aku akan menyuruh Rika dan Ella menjagamu, kamu baik-baik pulihkan badan, masalah lainnya jangan dipikirkan lagi.”
“Adik kelima, sudah merepotkanmu.”
Lika juga tidak menyangka, di saat diri sendiri begitu menyedihkan, di samping tetap hanya ada adik kelima yang terlihat sangat dingin itu, tidak bisa diungkapkan rasa di hati terharu atau apa.
Lina mengibur Lika sebentar, lalu menyuapinya beberapa suap bubur.
Kemudian melihat Lika tertidur, Rika menyuruh Lina untuk pulang saja, dia yang menjaganya.
Hati Lina tidak tenang, masih terus menemani sampai jam 22.00, baru pergi meninggalkan rumah sakit.
Lili akhir-akhir ini sangat terkenal, karena menjadi juru bicara produk obat populer dari Eric, jadi di mana-mana penuh dengan poster Lili.
Sepanjang jalan pulang ke apartemen pribadi wajahnya sangat cemberut.
Dan saat ini Lili sedang bersama sekelompok rekan kerjanya merayakan pemutaran film barunya yang mencapai miliaran, membuat pesta perayaan.
Tangan Lili memegang sampanye,memakai gaun bewrwarna hitam yang terbuka di bagian punggung, rambut panjang ditata bergelombang besar, sangat seksi.
Dia mencari sebuah sudut, dan mengupload sebuah foto selfie ke wechat.
Tertulis—tayang perdana film baru mencapai ratusan juta, aku sangat senang, akan bekerja lebih keras lagi.
Kemudian di bawah sekelompok fans memberi meninggalkan pesan ucapan selamat, baru beberapa menit sudah ada sepuluh ribu komentar.
Yang benar-benar membuat wechat ini heboh adalah Eric membagikannya.
__ADS_1
Sebenarnya Eric dulu tidak menggunakan wechat, tiga hari yang lalu baru mulai, satu wechat pun belum pernah dibagikan.
Sekarang wechat pertama adalah membagikan wechat Lili.
Dan berkomentar mengatakan, “Semangat, wanita cantik.”
Walau cuma ada beberapa kata, tapi menimbulkan kehebohan, lebih membuat fans kedua orang menjadi bersemangat dan senang sampai menggila, terus menggeser topik pembicaraan.
Mengakibatkan setengah jam kemudian, masuk ke pencarian teratas.
Para fans terus berkomentar: jadian, jadian, harap kalian bisa langsung menikah.”
Ada yang lebih hebat, langsung ke wechat Eric meninggalkan pesan, “Mohon memperlakukan dewi kami Lili dengan baik, seumur hidup menjaganya dengan baik, kalau tidak kami para fans akan mengejarmu sampai ke ujung dunia sekali pun.”
Di pesta perayaaan, bahkan sutradara juga tidak tahan dan menanyakannya, “Lili, sebenarnya kamu dan Eric benaran apa bohongan?”
Lili tertawa terbahak, “Sudah dikatakan kalau bukan benaran, harus dijelaskan sampai berapa kali.”
Saat ini, ponselnya berbunyi, ada pesan wechat masuk, dikirim oleh Sony.
Sebenarnya Sony jarang sekali mengirim wechat duluan buat Lili, jadi Lili juga sangat berbangga diri.
Sony: kamu akhir-akhir ini sangat terkenal.
Lili: biasa saja, peringkat tiga internasioanal.
Sony: jadi aku ada satu usulan.
Lili: ha ha, jangan-jangan mau mengundangku jadi juru bicara, bayaranku sangatlah mahal, kamu begitu pelit apakah uang juru bicara yang mencapai puluhan juta kamu tega mengeluarkannya?
Sony: tidak, tidak perlu kamu jadi juru bicara, usulan ku adalah…..ingin menidurimu.
__ADS_1
Setelah Lili melihat kalimat ini, ekspresinya tidak bisa digambarkan, dia sama sekali tidak menyangka kalau brengsek ini begitu mudah dan kasar, lebih kejam lagi dibandingkannya.