
Hello! Im an artic!
Selesai mendengar Lina Hua tersenyum, tahu tidak bisa bersembunyi lagi, juga tidak dapat sembunyi lagi.
Dia perlahan melangkah turun, sampai di hadapan Rika, sepertinya Rika agak merasa bersalah, tidak terlalu berani mengangkat kepala untuk bertatapan dengan Lina Hua.
Hello! Im an artic!
“Rika, kamu lihat aku.”
“Nona….maaf.” Seketika saat Rika mengangkat kepala, matanya sudah sembab.
“Kenapa harus mengatakan kata maaf?” Lina Hua mengulurkan satu tangan, mengelus wajah Rika dengan lembut.
Selama bertahun-tahun ini, diantara dia Rika dan Ella, sudah bukan hubungan tuan dan pelayan lagi, sebenarnya tidak ada beda lagi dengan saudarinya.
Hello! Im an artic!
Hari itu jika bukan Lika Hua, jika adalah Rika, Lina Hua juga tidak akan peduli dengan keselamatannya, rela melawan dunia kematian, juga harus menyelamatkannya kembali.
“Nona, selama bertahun-tahun ini aku tahu anda sangat baik padaku, nyonya besar juga sangat baik padaku….bahkan ada sudah menikah, tetap masih membawa kami, tuan juga sangat baik pada kami, tidak seharusnya aku begitu tidak berperasaan, namun aku sungguh sangat mencintainya, aku tidak bisa melepaskannya, aku ingin menikah dengannya, aku ingin pergi ke Kota W untuk mencarinya.”
__ADS_1
Pandangan mata Lina Hua agak sedih, “Gadis bodoh, lalu kamu tahu, dia bukanlah pasangan yang cocok untukmu? Apakah kamu lupa bagaimana dia menyakitimu dulu?”
“Dia sudah menjelaskannya padaku, juga sudah minta maaf, nantinya tidak akan begitu lagi, dalam cinta siapapun tidak bisa menjamin tidak akan melakukan kesalahan, bukankah begitu? Kamu dan tuan juga ada saatnya akan bertengkar.”
“Tidak sama, orangmu itu, tidak sama, dia akan menyakitimu.”
Memikirkan masalah mutiara buddha, Lina Hua merasa dalam hati mendingin.
“Namun jika tidak bisa bersamanya, tidak bisa setiap hari menemaninya, sekarang aku hidup juga tidak berarti bagaikan sudah mati, lebih baik langsung disakiti sampai mati.”
“Rika, Lina Hua demi kebaikanmu, kamu harus pikirkan baik-baik. Lina Hua bukan tidak mengizinkanmu menikah, dia bahkan secara pribadi sudah meminta bantuanku beberapa kali, menyuruhku membantu kamu dan Ella Yan memilih pria baik untuk menikah, dibanding siapapun dia lebih berharap kalian bisa hidup bahagia…..”
Selesai bicara, Rika langsung berlutut, di hadapan Lina Hua.
Sekali berlutut, hati Lina Hua juga hampir hancur, yang dia inginkan, bukanlah dia berlutut? Yang dia inginkan, hanya kebahagiaannya saja.
“Kamu berdiri.” Mata Lina Hua juga sudha memerah.
John Jiang merasa sayang pada istrinya, namun sebagai tuan pria, dia juga tidak baik berbicara terlalu banyak, hanya bisa berbalik naik lantai atas dan masuk ke ruang baca.
__ADS_1
“Nona tidak menyetujuinya, maka aku tidak akan berdiri.”
“Dalam pandanganmu, apakah aku orang yang begitu tidak berperasaan, bisa sengaja menundamu, tidak membiarkanmu bebas? Kamu tidak ada kontrak jual diri di tanganku, Rika….kamu bukan memohon padaku, kamu sedang mendesakku, kamu sedang menggunakan perasaan selama bertahun-tahun ini untuk mendesakku.”
“Nona, aku tahu anda baik padaku, aku juga sangat setia padamu…namun aku sungguh ingin bersama dengannya, mohon nona merestui.”
Lina Hua mendongak, menatap langit-langit rumah, berusaha menahan air mata sendiri.
“Bukannya aku tidak merestui, semua pria boleh, hanya dia yang tidak boleh, Rika….dia tidak boleh, kamu tidak boleh ikut dengannya, jangan.”
Lina Hua sangat jarang mengatakan orang lain dengan nada yang begitu keras dan tegas, namun kali ini, sungguh sangat sulit menghadapi Rika.
Pada akhirnya, Rika dan Lina Hua diam-diam mengalirkan air mata……
Setelah berlalu sepuluh menit kemudian, Lina Hua menghapus air mata, memapah Rika berdiri, juga mengambil saputangan kecil bersulam membantu Rika menyeka sudut mata.
“Nona…..” Dalam hati Rika sangat sedih.
__ADS_1
“Kamu pergi saja, karena kamu sudah begitu tegas, apa yang bisa aku katakan lagi, tapi kamu harus mengingatnya…..jika mendapat perlakuan tidak adil, atau kesedihan, maka kembalilah setiap saat, kembali ke sisiku, selamanya di sini adalah rumahmu.” Suara Lina Hua sangat pelan, sangat manis, sangat lembut, sama persis seperti dulu, tidak menyalahkan dan tidak mengkritiknya sedikitpun.