
Hello! Im an artic!
Lina mendengar dia berkata demikian, membuatnya sedikit gelisah.
“Kamu bilang, saya dengar.”
Hello! Im an artic!
John ada sedikit tidak tega, sebelum bicara mengangkat tangan Lina, seperti memberikannya rasa aman yang besar, juga memberi dia waktu untuk bersiap, mengulur waktu sebentar.
“Saya sudah menanyakan ke profesor, walaupun hasil baru akan keluar 48 jam kemudian, tetapi profesor sudah banyak melakukan hal ini, juga banyak melihat pasien seperti ini, dia diam-diam memberitahukan kepadaku, 80% kanker, titik hitam dimana pun sangat sensitive, di sana tidak pernah ada yang kanker stadium rendah. Tetapi bukan berarti tidak ada kesempatan, tetapi lebih berpeluang kanker stadium tinggi.”
Ini perkataan professor melalui telepon waktu dia pulang kerja, setelah mendengarnya John ada sedikit sedih.
Walaupun tidak terlalu mengenal Lika, tetapi dia baru berumur 26 tahun, waktu terindah wanita, apalagi belum menikah, jika sekarang meninggal, pasti akan meninggalkan penyesalan.
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Lina malah keliatan tenang, dia terdiam sangat lama, baru berkata, “Saya sudah ada persiapan, semua liat nasib kakak keempat.”
Sejak dia bisa meramal mengerti 1 hal, hidup mati ditangan Tuhan, tidak ada yang bisa mengubahnya, walaupun dia bisa meramal, tetapi tetap tidak bisa mengubah nasib akhir.
Apalagi, mengubah nasib bisa mendapat ganjarannya, maka jika di tempat tukang ramal bialng ke kamu, kamu akan mendapat celaka, saya bisa bantu membereskannya, saya bisa menambah umurmu, itu pasti 100% mau membohongi uangmu, pasti benar.
Di lain pihak, Lili juga sedang gelisah, akhir-akhir ini merasa dirinya sangat sial.
Waktu akting, tidak sengaja jatuh ke dalam air, cuaca begini, pasti akan demam.
Sejak saat bertengkar hebat dengan Sony, sudah tidak mendengar beritanya lagi.
Lika terjadi masalah, orang Keluarga Hua juga ikut terpengaruh, walaupun hubungan Lili dan Lika biasa saja, tetapi dibandingkan kakak pertama dan keduanya dia masih baik hati.
Maka ikut panik, malah tidak sedikit menghubungi teman juga, menanyakan obat atau dokter yang bisa dipakai.
Kemudian setelah Lili makan obat, sesudah minum air panas, beristirahat di mobil van, mobil pulang ke rumah.
__ADS_1
Karena benar-benar bosan, dia mengeluarkan hpnya membuka weibo, melihat berita.
Lalu hatinya tertekan lagi……
Kemudian melihat berita Sony, benar memang nasib, dia sepertinya sering muncul di berita keuangan, keluarga Wang juga sepertinya ada pergerakan besar.
Sebagai cucu kandung yang terhormat, Sony memang lebih banyak berpengaruh, tidak hanya di media, juga sebagi anak besar di dunia bisnis, siapapun tidak berani memandang rendah anak muda ini.
Tiba-tiba perkataan aneh ini masuk ke mata Lili, dalam berita tertulis, “tahun ini keluarga Wang mau menginvestasi properti, orang dalam negeri punya keikatan dengan rumah dan keluarga, ini yang membuat kesempatan emas untuk properti, selama beberapa tahun ini keluarga Wang menjadi kepala di bidang property, dan setengah tahun ini berhasil membagun bagunan kecil di pusat danau, masih mau bekerjasama dengan perusahaan nomor 1 di kota Luo. Proyek ini juga terletak di danau alami antara Kota J dan Kota Luo. Disana di invest 2 perusahaan besar sebanyak puluhan miliar, ditengah danau akan di perlebar, untuk persiapan pembangunan vila mewah sekitar 6 komplek, masih ada berita kecil, direktur perusahaan nomor 1 di kota Luo ada maksud untuk menikahkan anak kecilnya Elodie Yang kepada Sony, berencana untuk pernikahan orang kaya.
Melihat sampai sini, Lili malah merasakan perasaan yang tidak enak, melotot, “Pernikahan? Hehe, ini benar-benar lelaki brengsek, beberapa hari yang lalu masih mau naik ke ranjangku, sekarang mau menikah dengan orang keluarga Yang, kenap brengsek begini?”
Kalau hanya marah tidak masuk akal, Lili lalu menangkap sepotong kata ini, dikirim ke Sony.
Sony: ?
Lili: Brengsek, dengar-dengar kamu mau menikah, selamat ya selamat.
__ADS_1