Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 776 Cerita Alis


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Sapphire tersenyum dengan pelan, lalu tidak berkata dalam hatinya dia tidak suka berkata seperti itu.


Tetapi tidak ada orang yang tahu, ketika dia melihat kekuatan Lina Hua itu, dia mulai berpikir secara kacau.


Hello! Im an artic!


Seperti serigala yang telah kelaparan melihat seekor domba, seperti kucing yang berharap dari kucing.


Sapphire kepada John Jiang… hanya bisa seperti haha, kenapa dia bisa bermain dengan begitu lama diKota J, tetap saja karena ada dua wanita Lina Hua dan Windi yang menemani dia bermain?


Dia sepertinya telah tidak sebahagia ini, dia mulai tertarik dengan mainan baru ini.


Lina Hua sendiri tidak tahu jika dirinya sedang diawasi, walaupun dia tahu jika Sapphire tidaklah mudah, tetapi… dia tidak takut.


Hello! Im an artic!


Bahkan kedua belas malaikat maut itu telah dikalahkannya, setiap tempatnya Sapphire, dia merasa tidak dapat mengancamnya.


Hanya saja… dia tidak dapat memastikan semua temannya dapat hidup dengan tenang.


Maka itu John Jiang, Rika, Ella, bahkan Lili, Lika Hua, Jessica Yu dia telah memberikannya sebuah pelindung tubuh.

__ADS_1


Hanya takut kekuatan jahat itu dapat untuk menyakiti teman-temannya, Windi hanya memberikan kepada seseorang, yaitu Andy Qin karena dirinya pernah kerasukan.


Hanya saja perbuatan kedua wanita ini membuat orang lain tidak peduli.


Termasuk Rika dan Ella yang mengetahui nonanya bisa melindungi diri, ketika berkata lebih dalam membuat semuanya berbeda.


Lina Hua merasa lebih baik orang disekelilingnya mengetahui hal ini lebih sedikit, apalagi ini bukanlah hal yang baik.


Pagi ini.


Lina Hua bangun lebih pagi, lalu dia berada ditaman bunganya lalu memetik bunga, bunga yang dibeli akan terasa berbeda.


Dengan kerja kerasnya dia merapikan bunga-bunga ini lalu memasukkan kedalam pot bunga, terlihat sangat ini.


Kedua orang ini membuatkan sarapan, barulah John Jiang turun kebawah.


Lina Hua mengangkat kepalanya dan tersenyum dengan manis, “Apakah kamu tidur dengan nyenyak?”


“Tentu saja, karena setiap malam ada dirimu disampingku.”


“Sudah cukup…” Setiap saatnya dia mengombal, Lina Hua sudah tidak sanggup mendengar semua ini.


Lina Hua berjalan kesana, lalu memberikan sebuah kecupan dipipinya Lina Hua.

__ADS_1


Sambil melihat wajahnya dengan seksama.


“Kenapa? Apakah ada sesuatu diwajahku?” Lina Hua sedikit bingung dan mulai memegang wajahnya.


“Jangan bergerak… alismu terlihat berantakan…”


Setelah berkata, John Jiang mengambil kotak tas makeup, lalu mulai melukis alisnya Lina Hua.


“Astaga tuan muda bisa mendandani?” Ella terkejut.


“Kamu mengerti apa, ini dinamai mengambar alis.”


“Mengambat alis? Bukankah ini seekor burung?” Ella sekali lagi berpikir.


Rika : …


“Jika tidak bersekolah maka lihatlah berita lebih banyak agar tidak membuat diri sendiri menjadi tidak tahu apa-apa maka akan membuat malu diri sendiri.”


Rika meletakkan kesempatan ini di Ella, walaupun kedua orang ini masih bocah, tetapi dirinya merasa lebih baik daripada Ella.


Ella tidak berkata, tetapi Lina Hua malah berkata kepada John Jiang, “Zaman dulu ada seorang pelajar bernama Chandra, ketika masih kecil dia tinggal satu kampung dengan istrinya, lalu ada seketika dia tidak sengaja menggunakan batu lalu melukai alis istrinya, lalu meninggalkan bekas luka disana.”


John Jiang menyambungnya, “Ketika Chandra tumbuh dewasa dia menjadi seorang prajurit, kemudian dia dengar kabar jika ada seorang wanita yang tidak bisa menikah karena bekas luka di alisnya, pada saat itu dia segera menikahi gadis ini, demi membuat istrinya itu menjadi percaya diri, setiap pagi dia bangun untuk mengambarkan alis istrinya. Ini menjadi sebuah dongeng tetapi banyak pria yang melakukan hal itu dengan arti mencintai istrinya lebih dalam.”

__ADS_1


Lina Hua tersenyum, Ella akhirnya merasa mengerti.


“Tetapi nona tidak memiliki bekas luka disana, jadi tidak perlu digambarkan?” Ella memiringkan kepalanya, membuat dia berpikir.


__ADS_2