Pernikahan Sementara

Pernikahan Sementara
Bab 274 Tanggung Jawab Cinta


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Setelah Benard mendengarkan perkataan ini merasa sedih, dia menjadi sedikit gugup.


“Lika, saya tidak akan menyesal, benar, kamu kasih saya satu kali kesempatan, tidak peduli bagaimana akhirnya, kita hadapi bersama.”


Hello! Im an artic!


Dalam hati Lika sangat bingung, dia sangat suka Benard, juga ingin menikah dengan dia.


Makanya dua orang sangat cemas, berantem pun, juga pasti mau saling bertemu, daripada menjadi orang asing.


Tetapi sekarang, sesudah tahu penyakit sendiri, Lika tiba-tiba menjadi kecil hati.


Mungkin waktu orang ketemu keadaan ini menjadi pesimis, walaupun hasil masih belum keluar, tetapi dia sudah berpikir ke arah yang buruk.


Hello! Im an artic!


Maka karena suka Benard, baru tidak boleh menyusahkannya, dia benar tidak ingin waktu ntar dia pergi, Benard masih mendapatkan nama buruk.


Lalu setelah bergelut sejenak, dia melepaskan cincin.

__ADS_1


“Maaf, sekarang saya tidak ingin menikah denganmu lagi, cincin terlalu kecil, tidak cocok dengan status nona besar saya.”


Setelah selesai bicara, Lika menolehkan mukanya tidak melihat muka Benard.


Benard malah tidak melakukan apa-apa, dia juga tahu Lika sengaja berkata apapun untuk membuatnya marah, membuat dia mundur.


Lalu mengambil cincin, memasangkan kembali ke dia, “Ini masalah kecil, tapi tidak apa-apa, saya akan berusaha mengumpulkan uang lebih banyak. Saya dulu tidak suka mencari uang, hanya memikirkan jadi polisi tidak ada hati yang mau maju, begini saja, lain kali saya pulag kerja lihat, cari pekerjaan yang menghasilkan uang, pasti akan berusaha menunjangmu.”


Lika terakhir tidak tahan, menetaskan airmata……


Dia ada sedikit sedih, juga ada sedikit tenang.


Sedih karena, mendapatkan kebahagian saat ini, malah waktu keadaan seperti begini, masih tidak tahu kemudian gimana?


“Jangan menangis, sekarang hasil belum keluar, kamu begitu baik hati, tidak harus diperlakukan demikian, saya harus bisa menemanimu selamanya, hanya kalau kamu tidak jijik dengan orang biasa sepertiku.”


Nada bicara Benard tidak pernah lembut, waktu membeli cincin berlian, dia sudah benar-benar memutuskannya.


Dia juga percaya dirinya bisa membujuk orang tua, apabila Lika benar kanker paru-paru, hanya bisa hidup sepuluh sampai setengh bulan, dia juga tidak menyesali keputusannya.


Lika meneteskan airmatanya di depan lelaki yang dicintainya, sangat khawatir.

__ADS_1


“Benard, saya tidak perlu rasa kasihanmu, kamu benar tidak perlu melakukan hal ini.”


“Tidak, ini bukan rasa kasihan, ini tanggung jawabku, tanggung jawab cinta, mungkin kamu rasa, beban yang indah. Lika, saya tidak pintar bicara, tidak bisa bicara yang manis, tetapi saya percaya kamu tahu, dan juga bisa merasakan, saya mencintaimu, cinta sejati, ternyata dulu saya pecundang, saya dulu…… tidak akan lari lagi…… tidak akan lari lagi.”


Benard masih menyesal kejadian yang lalu karena harga diri yang kasihan itu, melepaskan Lika.


Hampir saja dia kehilangan kesempatannya yang terakhir untuk memilikinya.


Lika menghela nafas panjang, terakhir tidak berkata apapun, tidak memberikan jawaban ke Benard, juga tidak menolaknya.


Waktu Benard keluar, Lika sudah makan obat dan tidur nyenyak.


Sudah jam 1.30 pagi, ternyata Lina masih ada, dia duduk di bangku panjang depan pintu, Rika di sebelahnya.


“Lina, terima kasih, lamaranku sukses.”


Lina sedikit terkejut……


“Saya sudah membelikan dia cincin berlian, saya sudah melamarnya, tidak peduli bagaimana hasilnya, juga tidak peduli berapa orang yang tidak setuju, saya tetap mau menikahinya, tidak bisa memberikan dia kekayaan, tetapi bisa menjamin dia tidak ada pikiran sama sekali, yang penting tidak akan terlewati lagi.”


Tindakan Benard kali ini, membuat Lina sangat kagum.

__ADS_1


“Baik, saya jadi pengapit.” Lina hanya menjawab satu kalimat.


__ADS_2