
Hello! Im an artic!
Rika melihat nonanya marah, segera menenangkannya, “Tapi nona juga jangan ikut marah, hal ini siapapun tidak ada cara, jangan bilang kamu sebagai anaknya, walaupun nyonya tahu pun, hanya bisa menangis, lelaki selingkuh, dari dulu sampai sekarang itu masalah biasa.”
“Tenang, kamu masuk dulu, kasih sop ikan ke Lika, biar dia minum panas-panas.”
Hello! Im an artic!
Selesai bicara, Lina keluar dari rumah sakit, langsung pulang ke vila Keluarga Hua.
Lika opname bukan hanya 1 2 hari, awalnya orang Keluarga Hua masih sering datang, setelah lewat 1 minggu, masing-masing sibuk sendiri.
Lili dan nyonya Hua kadang-kadang datang, Lisa dan Linda sama sekali tidak datang.
Di saat ini, ayah tidak seperti ayah, malah bermesraan dengan selingkuhannya membeli sayur di pasar? Benar-benar tidak berperasaan?
Hello! Im an artic!
Tujuan Lina pulang hanya 1, mau diskusi treatment Lika selanjutnya.
Sesampainya di rumah, ia ngomong dengan ibu dulu, lalu nyonya Hua menelpon semua orang rumah untuk pulang.
__ADS_1
Peter pulang paling telat, keliatan marah, Lina tahu, pasti dia tidak sempat makan seafood, pas Rika tahu langsung kasih tahu dia.
Selingkuhannya pasti sebal, dia menenangkanya, baru pulang, baru telat begini.
Setelah semua hadir, semua orang duduk di sofa kulit yang mewah, suasana sedikit tegang, karena muka Lina muram, dari semua orang masuk tadi muka dia keliatan marah.
“Ma, ada apa, cepat ngomong, siang ntar saya masih ada meeting.”
Lisa memainkan kuku yang baru dibuat, tidak sabar, sebenarnya sejak nikah, dia sudah tidak menganggap sini rumahnya lagi.
“Linlin, kamu yang ngomong.”
Lina melihat sekilat muka semua orang, dengan singkat menjelaskan penyakit Lika.
Kemudian bertanya, “Jadi maksudnya sekarang, dokter menyuruh kita untuk berdiskusi mengenai cara treatmentnya? Mau operasi, kemoterapi, dan makan obat. Atau melalui makanan, atau pergi ke Amerika untuk berobat, apalagi di sana lebih maju.” Lisa segera bilang, “Mau gimana juga boleh, saya terserah, tetapi kalau ke Amerika, saya tidak ada waktu menemani, dan menjenguk, saya sangat sibuk.”
Lina memelototi dia, tidak bicara.
“Pa, bagaimana menurutmu?” Kakak pertama Linda sekilas melihat Peter.
Setelah mengerutkan alis Peter, terdiam sejenak, “Saya pikir awalnya, lebih baik operasi, ini lebih aman.”
__ADS_1
“Pa, tidak baik, orang di sekitar saya yang melakukan operasi malah membuat sel kanker menyebar, akhirnya tidak berapa bulan lalu mati, saya rasa tidak boleh operasi, tapi kalo kemoterapi boleh coba, obat itu mungkin lebih efektif, ya kan, Linlin, obat kemo boleh makan?”
“Hm, ada semacem yang diracik, 1 kotak 2,8 juta, 1 kotak hanya bisa makan setengah bulan.” Kata Lina.
“Uang bukan masalah, semahal apapun kita bisa bayar, yang penting efektif.” Kata nyonya Hua dengan khawatir.
“Bener, saya dengar obat kemo lumayan, kita boleh coba.” Lili memberikan ide, dia ada apa ngomong apa, ikut kasih ide.
Lina melihat semua orang diam, dengan tenang bicara, “Hari ini kakak keempat sudah tahu hasilnya, mungkin ada sedikit sedih, saya sarankan…… semua orang bergiliran menemani di rumah sakit, begini bisa kasih dia kepercayaan diri dan semangat, bisa membantu menenangkan dia, tidak akan jatuh, dokter bilang emosi adalah yang terpenting, orang di rumah kita sangat banyak, tiap minggu 1 hari semua orang giliran, boleh dong?”
“Tidak mungkin, saya tidak ada waktu, tetapi saya bisa suruh sekertaris saya ke sana, atau pembantu bawa makanan.” Lisa segera menolak.
“Saya besok mau dinas.” Linda juga menjawab dengan rasa bersalah.
Lina melihat ke Lili, Lili melihat kiri dan kanan, “Saya memang mau syuting, cuman bisa saya cancel, saya rasa apa yang adik kelima katakana benar, seminggu sehari tidak masalah.”
“Kalau saya, mamamu akan menggantikan saya pergi, akhir-akhir ini saya sibuk, tidak bisa pergi.” Peter pelan-pelan ngomong, membuat Lina akhirnya tidak tahan untuk marah.
“Kamu sibuk apa? bisa jelaskan detail ke kita?”
Lina menggunakan kata kamu, bukan anda, ini berarti dia sudah berencana memarahi orang.
__ADS_1