
Hello! Im an artic!
Setelah Lisa dimarahi, dia tidak langsung merespon apapun, bagaimanapun John masih bersama kami, dia orang yang sangat pekas dan sangat memahami situasi.
“waduh, kamu salah paham denganku, Adik kelima, apa kalian belum paham dengan sifatku ini? Mana ada aku tidak peduli dengan kakak ke empat, aku hanya bilang jika…… jika benar-benar kanker dan tidak ada harapan lagi, aku hanya berbicara seandainya, kamu jangan terlalu diambil hati.” Lina melirik sinis kakak kedua dan tidak melanjutkan berbicara.
Hello! Im an artic!
“Baik, kalian semua sudah melakukan yang terbaik untuk kakak keempat, kalau semua setuju untuk melakukan terapi penusukan, lakukanlah saja, aku yang akan membayar biaya perobatannya di Rumah Sakit, kalian tidak perlu menyumbang apapun, aku dan ibumu ada banyak tabungan, sakitnya harus segera diobati,kalaupun jika benar hasilnya adalah kanker, kita tidak boleh putus asa, kita bawa dia berobat ke amerika, walaupun hanya ada sedikit kesempatan.” Kata-kata Peter membuat hati semua orang jadi lebih tenang, memang seharusnya dia lakukan ini sebagai ayahnya.
Tentu saja itu karena keluarga Hua masih ada rasa kasih sayang yang lebih terhadap Lika, bagaimanapun dia dibesarkan dengannya sendiri, bahkan jika dia adalah anak angkat masih ada rasa belas kasihan, apalagi anak kandungnya sendiri.
Masalah biaya, ayahnya yang akan membayar, mengenai perawatan, Lina yang akan mengatur nya dan untuk sementara, permasalahan ini berakhir dengan hasil diskusi yang sudah ditentukan. Karena semua sudah tidak ada nafsu untuk kembali makan bersama lagi, mereka kembali pulang ke kesibukannya masing-masing.
__ADS_1
Dalam perjalan pulang pun, Lina masih merasa sedikit tidak tenang. Kemudian John sambil mnyetir dengan satu tangan, dia meletakkan tangan yang lain diatas punggung tangan Lina dengan maksud menenangkannya.
Hello! Im an artic!
“Jangan khawatir, aku tahu hatimu tidak tenang, ada aku disampingmu, kita hadapi bersama.”
Dengan senyum dingin Lina berkata: “Aku hanya berpikir ini lucu, apa gunanya banyak uang? Rumah tidak lagi seperti rumah, saudara tidak lagi seperti saudara, coba kamu lihat apa yang dikatan Lisa tadi, aku sangat tidak menyukainya.”
Setelah mendengar penjelasannya, Lina sedikit menjadi lebih tenang dan menerima keadaan ini
“John, menurutmu, kalau aku bilang, seandainya yang sakit adalah aku, ayahku pasti tidak akan memberi uang untuk aku berobat, apa kamu percaya?.” Lina menertawakan dirinya sendiri.
“Tidak mungkin, kamu juga anak kandungnya, dia pasti berlaku adil pada kalian. ”
__ADS_1
“Adil? tidak, jika dia berlaku adil, aku tidak mungkin tinggal di Gunung Congcui begitu lama…… kamu pasti pernah mendengar, ketika aku lahir ada saudara kembar laki-lakiku, namun nasibnya lebih buruh, dia mati dan aku hidup, seharusnya dia menjadi satu-satunya lelaki dalam keluarga Hua, tapi ternyata saat itu seperti kehilangan kebahagiaan, meraka menilaiku seperti ular berbisa. Jika aku sakit, mungkin aku lebih cepat mati dan mereka mengambil hartaku, tidak mungkin mereka mnyembuhknku, membantuku.”
“Jika meraka tidak membantumu, aku yang kan membantumu.” John berkata.
Lina menunduk tanpa bicara.
“Lina, kamu tidak hanya anak dari keluarga Hua, tapi kamu juga adalah bagian dari keluarga Jiang, jadi…… jangan pernah katakan hal seperti itu lagi, kalau kamu ada masalah, aku, John yang akan pertama kali selalu ada untuk kamu.”
Lina tetap tidak meresponnya, mungkin apa yang dikatkan John tulus dari lubuk hati, tapi bagaimanapun juga pesona yang dapat memikat banyak wanita. Namun dua puluh atau tiga puluh tahun lagi? ketika tidak cantik lagi, sikap kembali kekanak-kanakan, apa dia akan masih begini? Tak akan ada yang tahu.
Setelah kembali ke Villa Spring Mansion, Lina istirahat sejenak dan John kembali ke kantor. Saat Lina terbangun, jam sudah menunjukan pukul 6 malam, dia terbangunpun karena suara dering ponsel. Ternyata yang menelpon adalah Eric, hubungan mereka kembali baik, Lina menghapus nomernya dari daftar blokir kartu nama ponsel.
“Lina, aku mau memberitahukan kabar baik, adikku sudah ada kabar, sesuai dengan ramalan kamu, orang keppercayaan Andi sudah menemukan sedikit petunjuk kecil.” Eric mengatakan dengan gembira seperti anak kecil, namun Lina hanya diam mendengarnya.
__ADS_1