
Hello! Im an artic!
John Jiang terkejut, ia segera menjulurkan tangannya untuk melindungi istrinya, namun dicegah oleh Lina Hua.
Hanya terlihat Lina Hua mengangkat satu tangannya dengan ringan, tak terlihat menggunakan tenaga.
Hello! Im an artic!
Tiba-tiba Lisa Hua terpelanting beberapa belas meter, tubuhnya melayang di udara, lalu terjatuh dengan keras ke tanah.
Mendengar suara jatuhnya, semua yang menonton bergidik.
__ADS_1
Lisa Hua terbaring di tanah, perlahan mendongakkan kepalanya, memandang beberapa orang anggota keluarga yang paling dikenalnya ini…
“Bagus… kalian… sangat bagus, bersatu untuk menyiksaku…”
Hello! Im an artic!
“Lisa, sampai sekarang bagaimana kau masih tak tahu, kalau kau bertobat, semua takkan memperlakukanmu seperti ini? Kau hanya perlu mengembalikan uangnya, kembalikan ke perusahaan maka sudah beres.”
Perkataan ini diucapkan oleh Nyonya Hua, lagipula ia adalah anak kandungnya, seburuk apapun, sebagai ibu ia juga tak tega.
“Tak perlu, kita hanya perlu memberikan bukti bahwa uang ini kau dapatkan secara ilegal, dan Switzerland Bank akan mengembalikannya.”
__ADS_1
“Kau berani? Kau pembawa sial, kenapa kau tak mati saja? Saat itu aku menaruh es di selimutmu, kenapa kau tak mati membeku… kau terlahir untuk mengalahkanku? Hatiku sungguh lunak, saat itu seharusnya aku memasukkan ular berbisa untuk menggigitmu sampai mati.” Entah kenapa, Lisa Hua sangat membenci Lina Hua, kutukan itu sangat kejam.
Lina Hua tidak marah, hanya memandang ke bawah ke arahnya dengan penuh belas kasih.
“Lihatlah dirimu, yang kau lakukan selama hidup ini, apakah hasilnya? Apakah kau punya keluarga? Apakah kau mencintai suamimu? Apakah kau punya anak? Bahkan kau mengkhianati ayah ibumu, pada kakak dan adikmu kau menganggapnya musuhmu, kau tak punya apapun selain uang, namun kau terus saja mengejarnya, kau sungguh menyedihkan… bagaimana bisa dalam keluarga Hua ada orang sebodoh dirimu?”
“Diam, kau punya kelebihan apa untuk menilaiku seperti ini?” Lisa Hua menatapnya dengan mata memerah.
Lili Hua mendesah pelan, lalu bangkit, “Kakak kedua, aku akan bicara terus terang, kau sejak kecil sudah egois, aku masih ingat saat ibu membelikan kita es krim, kau selalu ingin memilih duluan, mengambil rasa yang paling kau sukai, lalu setelah melahapnya habis, masih ingin mengambil milikku dan adik keempat. Aku juga keras kepala saat itu, menolak memberikannya padamu. Kau langsung mendorongku, dan es krimnya terjatuh ke tanah, tak bisa kumakan, dan juga sekujur badanku luka-luka. Ekspresimu menyiratkan senyuman bangga, saat itu aku tahu, kamu hanya menjadikanku adik, tanpa sedikitpun perasaan kasih. Saat adik keempat sakit kau sama sekali tak mengulurkan bantuan, bahkan saat penyakitnya kritis kau pun tak datang. Adik kelima sakit parah beberapa kali, kau hanya datang sekali, dan membawa es batu, mencoba membuatnya menemui ajal. Walaupun tindakan ayah juga tak benar, namun tindakanmu juga sangat kejam. Tak hanya membunuh anak Patrice Zhang, masih juga membuat Patrice Zhang menjadi gila dan mengacaukan hidupnya. Dalam perusahaan, kau tak punya satupun orang kepercayaan, semua yang dekat denganmu hanyalah untuk mengambil keuntungan. Kau menipu semua orang, termasuk ayah dan ibu. Ada suatu kalimat yang berbunyi, apa yang kau lakukan padaku, akan kulakukan padamu dua kali lipat. Yang kami lakukan sekarang, hanyalah sepersepuluh dari yang kau lakukan pada kami, bisakah kau menerimanya? Maka kenapa kau tak memikirkan, yang beberapa tahun ini kau lakukan pada kakak adikmu, pada keluarga ini, telah membawa berapa besar penderitaan?”
“Oh, lihat… betapa mengharukannya perkataan artis kita.” Lisa Hua bangkit dengan kesakitan dan bertepuk tangan.
__ADS_1
“Setelah masuk ke keluarga Wang, kau jadi sangat percaya diri, aku tak akan berdebat denganmu, yang mulia. Aku telah kalah, aku mengakuinya, tapi kalian ingat, selama aku hidup, jangan pikir kalian akan bahagia, aku juga selamanya takkan memaafkan kalian.” Setelah mengatakannya, Lisa Hua tertawa keras.
Di seluruh ruangan di rumah tua itu, bergema suara tawa yang menggila itu.